Erythrophages, Leukophages, & Siderophages: Makrofag Pembawa Pesan Diagnosis di Berbagai Spesimen

Table of Contents

Erythrophages, Leukophages, & Siderophages: Makrofag Pembawa Pesan Diagnosis di Berbagai Spesimen


INFOLABMED.COM - Dalam berbagai spesimen laboratorium – mulai dari sputum, cairan pleura, bilas bronkoalveolar (BAL), cairan serebrospinal (CSF), hingga aspirat sumsum tulang – keberadaan makrofag yang telah memfagositosis (memakan) sel atau partikel tertentu merupakan pesan diagnostik yang sangat berharga. Tiga jenis makrofag yang paling sering ditemukan adalah erythrophages (memakan sel darah merah), leukophages (memakan sel darah putih), dan siderophages (memakan hemosiderin/besi). Masing-masing memberikan petunjuk klinis yang berbeda: perdarahan kronik, infeksi/ peradangan, atau iron overload (hemosiderosis). Artikel ini akan membahas morfologi, cara identifikasi, dan interpretasi klinis ketiga jenis makrofag tersebut.

Definisi dan Perbedaan Dasar

Jenis MakrofagDefinisiIsi FagositosisLokasi Umum Ditemukan
ErythrophageMakrofag yang memfagositosis eritrosit (sel darah merah)Eritrosit utuh atau fragmen (terlihat sebagai sel merah atau coklat di dalam sitoplasma makrofag)Cairan serebrospinal (CSF) pada perdarahan subarachnoid, bilas bronkoalveolar (BAL) pada perdarahan alveolar difus, aspirat sumsum tulang pada anemia hemolitik
LeukophageMakrofag yang memfagositosis leukosit (sel darah putih)Neutrofil, limfosit, atau sel plasma di dalam sitoplasma makrofag (terlihat sebagai sel ungu dengan nukleus)Sputum atau BAL pada pneumonia, abses paru; CSF pada meningitis; cairan peritoneum pada peritonitis
Siderophage (Hemosiderin-laden macrophage)Makrofag yang mengandung hemosiderin (besi) – biasanya akibat fagositosis eritrosit yang kemudian dipecah menjadi besiGranula biru kehijauan atau coklat keemasan (pada pewarnaan HE) atau biru Prusia (pada pewarnaan Perls) di sitoplasmaBAL pada perdarahan alveolar kronik (hemosiderosis), sputum pada gagal jantung kiri, cairan pleura pada hemothorax

1. Erythrophage (Makrofag Pemakan Sel Darah Merah)

Morfologi dan Identifikasi

Pewarnaan rutin (HE, Giemsa, Wright):

  • Makrofag berukuran besar (20-40 µm) dengan sitoplasma yang mengandung satu atau lebih eritrosit utuh (terlihat sebagai sel bulat merah muda/oranye di dalam sitoplasma) atau fragmen eritrosit (berbentuk tidak beraturan, warna merah tua/coklat).
  • Nukleus makrofag terdesak ke pinggir (seperti "tanda cincin").

Pewarnaan khusus:

  • Perls' Prussian Blue (untuk besi): Pada erythrophage yang sudah mencerna eritrosit, akan terbentuk siderophage (granula biru). Jadi erythrophage adalah prekursor siderophage.

Interpretasi Klinis (Apa Artinya?)

Lokasi SpesimenTemuan ErythrophageKemungkinan Diagnosis
Cairan serebrospinal (CSF)Erythrophage (dengan atau tanpa eritrosit segar)Perdarahan subarachnoid (misal akibat ruptur aneurisma) – erythrophage muncul 12-48 jam setelah perdarahan, bertahan hingga 7-10 hari. Keberadaannya membedakan perdarahan sejati dari pungsi lumbal traumatik (pada pungsi lumbal traumatik, tidak ada erythrophage karena eritrosit baru masuk saat tusukan).
BAL (bilas bronkoalveolar) / sputumErythrophagePerdarahan alveolar difus (misal pada goodpasture syndrome, vaskulitis, atau perdarahan akibat trauma)
Aspirat sumsum tulangErythrophage (hemofagositosis)Anemia hemolitik autoimun, thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP), atau Hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH)

Kasus Klinis: Erythrophage di CSF

Kasus: Pasien laki-laki 45 tahun dengan sakit kepala hebat mendadak (thunderclap headache). Dilakukan pungsi lumbal. CSF: Xantokromik (kuning), eritrosit 10.000/µL, makrofag dengan eritrosit di dalamnya (erythrophage) terlihat.

Interpretasi: Perdarahan subarachnoid (bukan pungsi lumbal traumatik) karena adanya erythrophage (memerlukan waktu 12-48 jam untuk terbentuk) dan xantokromia. Rujuk CT scan angiografi serebral.

2. Leukophage (Makrofag Pemakan Sel Darah Putih)

Morfologi dan Identifikasi

Pewarnaan Giemsa / Wright:

  • Makrofag besar, sitoplasma mengandung neutrofil, limfosit, atau sel plasma yang utuh atau dalam tahap pencernaan (nukleus masih terlihat).
  • Leukosit yang difagositosis tampak sebagai sel ungu dengan nukleus khas (lobus untuk neutrofil, bulat untuk limfosit).

Interpretasi Klinis:

Lokasi SpesimenTemuan LeukophageKemungkinan Diagnosis
Sputum / BALMakrofag dengan neutrofil di dalamnyaPneumonia bakterial (terutama jika neutrofil juga banyak di luar makrofag)
CSFMakrofag dengan limfosit atau neutrofilMeningitis (bakterial atau viral / tuberkulosis). Leukophage menunjukkan respons imun aktif.
Cairan peritoneum (asites)LeukophagePeritonitis (sekunder atau spontan)
Cairan pleuraLeukophageEmpiema atau pneumonia dengan efusi parapneumonik

Catatan: Leukophage lebih jarang dilaporkan secara spesifik dibanding erythrophage, tetapi keberadaannya menegaskan bahwa proses inflamasi/infeksi sudah berlangsung cukup lama sehingga makrofag sempat melakukan fagositosis.

3. Siderophage (Makrofag Berisi Hemosiderin)

Siderophage adalah makrofag yang mengandung hemosiderin, yaitu protein penyimpan besi yang berasal dari pemecahan hemoglobin (setelah makrofag memakan eritrosit). Hemosiderin tampak sebagai granula coklat keemasan pada pewarnaan HE, dan biru Prusia pada pewarnaan Perls' Prussian Blue (paling spesifik).

Identifikasi

MetodePenampakanSensitivitas
HE (rutin)Granula coklat keemasan hingga coklat tua di sitoplasma makrofag, kasar atau halusKurang spesifik (pigmen lain bisa mirip)
Perls' Prussian Blue (pewarnaan besi)Granula biru terang hingga biru tua – sangat kontrasGold standard untuk identifikasi besi
Mikroskop cahaya biasaSama seperti di atas

Interpretasi Klinis: Temuan Paling Kritis

Keberadaan siderophage hampir selalu menunjukkan perdarahan kronik atau akumulasi besi yang sudah terjadi minimal beberapa hari hingga minggu.

Lokasi SpesimenTemuan SiderophageKemungkinan Diagnosis
Sputum / BALSiderophage ( hemosiderin-laden macrophage)Perdarahan alveolar difus kronik (Goodpasture syndrome, idiopathic pulmonary hemosiderosis, vaskulitis ANCA-associated, mitral stenosis, atau gagal jantung kiri kronik)
Liquidambar / bilas lambungSiderophage pada neonatusSindrom aspirasi mekonium atau perdarahan pulmonal neonatus
Cairan pleuraSiderophageHemothorax (lama) atau efusi post-trauma
CSFSiderophagePerdarahan subarachnoid lama ( > 5-7 hari)
Sumsum tulang / limpaSiderophage ( hemosiderosis)Iron overload akibat transfusi berulang (thalassemia, sickle cell), hemokromatosis, atau anemia hemolitik kronik

Grading Siderophage pada BAL (Golde Score)

Untuk menilai derajat perdarahan alveolar pada BAL, digunakan Golde score (persentase siderophage dari total makrofag):

Golde Score% SiderophageInterpretasi
0<1%Normal (tidak ada perdarahan signifikan)
11-5%Perdarahan minimal (bisa artefak)
25-20%Perdarahan ringan
320-50%Perdarahan sedang
4>50%Perdarahan berat (sangat curiga perdarahan alveolar difus)

Cut-off klinis: Golde score ≥ 20% (grade 3-4) sangat sugestif untuk perdarahan alveolar difus kronik, bahkan jika pewarnaan HE normal dan tidak ada eritrosit segar.

Tabel Ringkasan Perbandingan

ParameterErythrophageLeukophageSiderophage
IsiEritrosit (utuh/fragmen)Neutrofil, limfosit, sel plasmaHemosiderin (granula besi)
Warna HEMerah muda/oranye di sitoplasmaUngu (nukleus leukosit)Coklat keemasan
Warna PerlsTidak terwarnai (kecuali jika sudah menjadi siderophage)Tidak terwarnaiBiru Prusia (biru terang)
Apa yang ditandakanPerdarahan segar (akut)Inflamasi / infeksi aktifPerdarahan lama (kronik) atau iron overload
Waktu muncul setelah perdarahan12-48 jamBervariasi (tergantung infeksi)>72 jam (bisa bertahan berminggu-minggu)
Contoh diagnosisPerdarahan subarachnoid, perdarahan alveolar difusMeningitis, pneumonia bakterialHemosiderosis pulmonal, hemothorax lama

Aplikasi Klinis dalam Berbagai Spesimen

1. Cairan Serebrospinal (CSF)

TemuanInterpretasi
Eritrosit segar tanpa erythrophagePungsi lumbal traumatik (darah tepi masuk saat tusukan)
Eritrosit + erythrophage + xantokromiaPerdarahan subarachnoid sejati (misal ruptur aneurisma)
Siderophage (berisi granula besi)Perdarahan subarachnoid lama (> 5 hari)
Leukophage (makrofag berisi limfosit)Meningitis tuberkulosis atau viral (sel mononuklear)

2. Bilas Bronkoalveolar (BAL) / Sputum

TemuanInterpretasi
ErythrophagePerdarahan alveolar akut (trauma, Goodpasture)
Siderophage (Golde score ≥20%)Perdarahan alveolar difus kronik (Goodpasture syndrome, idiopathic pulmonary hemosiderosis, mitral stenosis, vaskulitis)
Leukophage (neutrofil)Pneumonia bakterial (neutrofilik)

3. Sumsum Tulang dan Limpa

TemuanInterpretasi
Hemofagositosis (erythrophage + leukophage)Hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH) – kondisi hiperinflamasi yang mengancam jiwa (virus EBV, keganasan, autoimun). Kriteria HLH: demam, splenomegali, pansitopenia, ferritin tinggi, hemofagositosis di sumsum tulang.
Siderophage (hemosiderosis)Iron overload karena transfusi berulang (thalassemia, sickle cell) atau hemokromatosis herediter.

Pewarnaan Perls' Prussian Blue untuk Siderophage

Karena siderophage sulit diidentifikasi dengan pasti di pewarnaan HE (pigmen coklat bisa dikelirukan dengan melanin atau lipofuscin), pewarnaan Perls' Prussian Blue wajib dilakukan untuk konfirmasi.

Prosedur singkat:

  1. Fiksasi slide dengan metanol.
  2. Rendam dalam larutan kalium ferrosianida 2% + HCl 2% (1:1) selama 20-30 menit.
  3. Cuci dengan aquades.
  4. Counterstain dengan neutral red (0.1%) selama 1 menit.
  5. Amati: Granula biru di sitoplasma makrofag = siderophage.

Kesimpulan

Erythrophages, leukophages, & siderophages adalah tiga jenis makrofag yang memberikan pesan diagnostik yang berbeda namun saling melengkapi. Erythrophage (makrofag dengan eritrosit di dalamnya) menunjukkan perdarahan segar (12-48 jam) dan membantu membedakan perdarahan subarachnoid sejati dari pungsi lumbal traumatik. Leukophage (makrofag dengan leukosit di dalamnya) menandakan infeksi atau inflamasi aktif (meningitis, pneumonia, peritonitis). Siderophage (makrofag dengan granula besi yang terwarnai biru dengan Perls) menunjukkan perdarahan kronik (>72 jam) atau akumulasi besi (iron overload), sangat penting untuk diagnosis perdarahan alveolar difus (Goodpasture syndrome) dan hemosiderosis.

Bagi ATLM, mengidentifikasi ketiga jenis makrofag ini di berbagai spesimen (CSF, BAL, sputum, cairan tubuh, sumsum tulang) membutuhkan ketelitian dan pengalaman. Jika Anda menemukan makrofag dengan isi yang mencurigakan, lakukan:

  • Dokumentasi (foto mikroskop) jika memungkinkan.
  • Laporkan secara deskriptif: "Ditemukan makrofag dengan eritrosit intrasitoplasma (erythrophage) konsisten dengan perdarahan" atau "Makrofag dengan granula positif Perls (siderophage) ditemukan, konsisten dengan perdarahan kronik."
  • Untuk siderophage, laporkan juga perkiraan persentase dari total makrofag (Golde score) untuk membantu klinisi menentukan tingkat keparahan.

Dengan memahami perbedaan dan makna klinis dari erythrophage, leukophage, dan siderophage, Anda tidak hanya melaporkan apa yang Anda lihat, tetapi Anda menerjemahkan "bahasa mikroskopis" menjadi diagnosis yang menyelamatkan pasien.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment