Astrazeneca Tarik Obat Kanker Payudara Dan Endometriosis Zoladex, Pasien Kecewa

Table of Contents
Astrazeneca Tarik Obat Kanker Payudara Dan Endometriosis Zoladex, Pasien Kecewa

INFOLABMED.COM - AstraZeneca, sebuah perusahaan farmasi global terkemuka, telah mengumumkan keputusan kontroversial untuk menarik salah satu obat krusialnya, Zoladex (goserelin 3.6mg), dari pasar Australia mulai November mendatang. Keputusan ini telah menimbulkan gelombang kekecewaan dan kecemasan di kalangan pasien yang sangat bergantung pada obat ini untuk pengobatan kanker payudara dan endometriosis.

Keputusan ini digambarkan oleh sebagian pasien sebagai tindakan yang "kejam" dan "menghancurkan jiwa", karena mereka merasa "terkejut" tanpa adanya penjelasan mendalam atau alternatif pengobatan yang jelas.

Obat yang dikenal sebagai goserelin 3.6mg implant, atau Zoladex, dijadwalkan akan ditarik dari Pharmaceutical Benefits Scheme (PBS) serta pasar swasta atas permintaan AstraZeneca dengan alasan komersial. Ironisnya, dosis yang lebih tinggi, yakni Zoladex 10.8mg yang digunakan untuk pengobatan kanker prostat, tetap tersedia di PBS.

Hal ini semakin menambah kebingungan dan kecemasan bagi pasien kanker payudara yang kini menghadapi ketidakpastian terkait pengobatan mereka di tengah perjuangan melawan penyakit yang mengancam jiwa.

### Dampak Emosional dan Klinis Bagi Pasien

Vicki Durston, direktur advokasi kebijakan dan layanan dukungan di kelompok advokasi pasien Breast Cancer Network Australia (BCNA), mengungkapkan keprihatinan mendalam para pasien. "Wanita sangat khawatir...

obat yang sangat efektif ini tiba-tiba dihilangkan tanpa penjelasan dan tanpa alternatif," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pasien sudah hidup dalam ketakutan akan kekambuhan atau progresi penyakit, dan penarikan Zoladex ini menambah beban psikologis yang luar biasa.

Bagi banyak pasien, Zoladex 3.6mg bukan sekadar obat, melainkan penopang hidup dan harapan. Obat ini diresepkan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara atau mengurangi risiko kekambuhan, serta digunakan untuk mengelola kondisi endometriosis yang menyakitkan.

Cara kerja Zoladex 3.6mg adalah melalui terapi hormon. Obat ini, yang diberikan setiap bulan dalam bentuk pelet kecil yang disuntikkan di bawah kulit, berfungsi untuk menghentikan ovarium pasien memproduksi estrogen.

Estrogen diketahui dapat mendorong pertumbuhan beberapa jenis kanker payudara dan memperparah kondisi endometriosis. Dengan menghentikan produksi estrogen, Zoladex membantu mengendalikan penyakit tersebut.

Bagi pasien seperti Kate Hardman, 41 tahun, seorang ibu dari tiga anak yang menderita kanker payudara stadium 4 metastasis dan telah menggunakan Zoladex 3.6mg sejak 2023, keputusan ini sangat menghancurkan. "Ini semacam mengejutkan karena bagi saya, itu menyelamatkan jiwa.

Bagi banyak wanita, itu menyelamatkan kesuburan mereka, jadi kehilangan itu begitu saja adalah kejam," katanya. Ia menambahkan, "Ini sedikit menghancurkan jiwa.

Hidupku dihargai dengan harga tertentu, karena jika aku tidak meminumnya, itu bisa menjadi akhir bagiku."

### Alasan di Balik Penarikan dan Respons Pemerintah

Alasan pasti di balik keputusan AstraZeneca untuk menarik Zoladex 3.6mg dari pasar Australia masih diselimuti misteri. Sebuah pemberitahuan dari Departemen Kesehatan menyatakan, "AstraZeneca telah memilih untuk menarik obat ini dari PBS karena alasan komersial." Seorang juru bicara perusahaan menyebutkan bahwa penarikan dosis ini dari pasar Australia adalah "keputusan global AstraZeneca untuk mengurangi pilihan dosis yang tersedia di beberapa negara" dan tidak terkait dengan keamanan atau efikasi produk.

Namun, perusahaan menolak memberikan konteks tambahan atau menyebutkan negara lain yang terdampak. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai transparansi dan akuntabilitas perusahaan farmasi.

Dalam sebuah dengar pendapat di Senat, pejabat Departemen Kesehatan mengungkapkan bahwa mereka telah berusaha untuk mempertahankan ketersediaan obat tersebut di PBS. "Kami telah berdiskusi dengan AstraZeneca dan sejumlah perusahaan lain mengenai retensi, tetapi perusahaan menginformasikan bahwa mereka menghapus item tersebut dari sejumlah pasar, termasuk Australia, dan itu adalah keputusan komersial," ujar Duncan McIntyre, pejabat Departemen Kesehatan.

Meskipun demikian, tekanan untuk mempertahankan obat vital ini tampaknya tidak membuahkan hasil. Lebih lanjut, Pharmaceutical Benefits Advisory Committee (PBAC), yang memberikan saran kepada pemerintah federal mengenai apa yang harus dimasukkan dalam PBS, mengakui bahwa penarikan obat ini dari pasar akan mengakibatkan "kebutuhan klinis yang belum terpenuhi".

Sekitar 8.600 pasien diperkirakan telah menggunakan obat ini dalam tiga bulan pertama tahun ini, menunjukkan betapa signifikannya ketersediaannya.

### Solusi dan Alternatif yang Ditawarkan

Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, otoritas kesehatan dan kelompok advokasi sedang berupaya keras untuk mencari solusi alternatif guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Zoladex 3.6mg. Salah satu fokus utama adalah bekerja sama dengan perusahaan farmasi lain yang mungkin dapat memproduksi obat pengganti.

Meskipun dosis 10.8mg Zoladex tetap tersedia untuk kanker prostat, obat ini belum disetujui atau masuk dalam daftar PBS untuk pasien kanker payudara di Australia. Namun, ada harapan bahwa PBAC akan mempertimbangkan permohonan untuk perluasan daftar PBS untuk dosis yang lebih tinggi ini bagi pasien kanker payudara pada pertemuan Juli mendatang.

Dalam upaya mitigasi, AstraZeneca menyatakan akan menyediakan akses gratis ke Zoladex 3.6mg di Australia selama enam bulan pertama bagi pasien "yang tidak memiliki jalur pengobatan alternatif". Pernyataan ini, meskipun sedikit melegakan, tetap menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pasien.

"Kami sedang bekerja mendesak untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai Program Akses Zoladex kepada para klinisi. Pasien harus berkonsultasi dengan klinisi mereka mengenai pilihan pengobatan di masa depan," ujar juru bicara AstraZeneca.

Dr. Rachel Dear, seorang onkolog medis di St.

Vincent's Hospital, mengakui bahwa program akses tersebut memberikan sedikit ketenangan, namun ia juga mencatat bahwa sebagian besar pasiennya masih merasa cemas. "Menjadi wanita pre-menopause dengan kanker payudara stadium awal yang memasuki menopause medis sudah merupakan beban besar di atas pengobatan yang sudah sulit," katanya.

Ia berharap dosis 10.8mg akan disetujui untuk pasien kanker payudara, tetapi masih belum jelas apakah dosis yang lebih tahan lama ini merupakan standar emas untuk semua pasien.

### Kritik Terhadap Sistem PBS dan Keputusan Komersial Perusahaan Farmasi

Kasus penarikan Zoladex 3.6mg kembali menyoroti isu-isu yang berkaitan dengan Pharmaceutical Benefits Scheme (PBS) dan dinamika antara pemerintah, pasien, dan perusahaan farmasi. PBS merupakan skema yang disubsidi oleh pemerintah federal, memungkinkan pasien mendapatkan obat dengan biaya yang terjangkau, yaitu $25, atau $7.70 bagi pemegang kartu konsesi.

Namun, perusahaan farmasi besar, terutama dari Amerika Serikat, telah lama mengkritik PBS, menganggapnya "melampaui batas dan diskriminatif" serta meremehkan inovasi mereka, yang berpotensi menyebabkan hilangnya pendapatan miliaran dolar.

Contoh lain dari frustrasi ini terlihat pada kasus obat diabetes yang belum masuk PBS, di mana pasien harus membayar ribuan dolar per tahun. Perusahaan farmasi Eli Lilly baru-baru ini menyatakan tidak akan melanjutkan proses untuk mendaftarkan obatnya, Mounjaro, ke PBS karena beberapa keluhan, termasuk tawaran harga yang dinilai terlalu rendah oleh Australia.

Profesor Nial Wheate, seorang ahli kimia farmasi di Macquarie University, berpendapat bahwa meskipun penetapan harga bisa menjadi faktor dalam keputusan AstraZeneca, negosiasi pemerintah dengan perusahaan obat adalah "satu-satunya cara" agar PBS tetap berkelanjutan. "PBS membebani pemerintah Australia miliaran dolar setiap tahun, dan jika mereka tidak kuat dalam negosiasi mereka, PBS tidak akan terjangkau bagi warga Australia," jelas Profesor Wheate.

Juru bicara Departemen Kesehatan menegaskan bahwa penarikan obat dari PBS dibuat atas permintaan perusahaan farmasi yang bersangkutan. "Sponsor adalah entitas swasta yang membuat keputusan komersial sendiri mengenai produk mereka dan tidak dapat dipaksa oleh pemerintah untuk terus mencantumkan atau menghapus produk dari PBS," katanya.

Keputusan AstraZeneca untuk menarik Zoladex 3.6mg dari pasar Australia menjadi pengingat akan kompleksitas sistem kesehatan, kekuatan perusahaan farmasi, dan kerentanan pasien yang bergantung pada akses terhadap obat-obatan vital ini.

Zoladex, Kanker Payudara, Endometriosis, AstraZeneca, Goserelin, PBS, Australia, Terapi Hormon, Estrogen, Kebutuhan Klinis, Pharmaceutical Benefits Scheme, Pasien Kanker, Obat Kritis, Penarikan Obat, Kesehatan Masyarakat.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment