WBC Anomalies Every Lab Professional Should Recognize: 7 Kelainan Morfologi Leukosit yang Sering Terlewat
INFOLABMED.COM - Di laboratorium hematologi, hasil angka leukosit (WBC count) saja tidak cukup untuk diagnosis yang akurat . WBC anomalies every lab professional should recognize adalah kompetensi esensial yang membedakan teknisi yang sekadar "menjalankan alat" dengan teknisi yang mampu memberikan diagnosis banding. Apusan darah tepi mengungkap morfologi sel yang tidak terlihat dari angka numerik: apakah neutrofil memiliki 5 lobus (hipersegmentasi)? Apakah ada granula toksik yang menandakan infeksi berat? Apakah ada sel imatur (shift to the left) yang mengindikasikan leukemoid reaction atau leukemia? .
Artikel ini akan membahas 7 WBC anomalies yang wajib dikenali oleh setiap ATLM.
1. Toxic Granulation (Granulasi Toksik)
Gambaran: Neutrofil dengan granula azurofilik (primer) yang sangat besar, tampak gelap, dan menonjol di sitoplasma .
Arti Klinis: Ini adalah tanda respons imun aktif, paling sering akibat infeksi bakteri berat, inflamasi sistemik, atau toksisitas obat . Granula toksik muncul karena percepatan produksi neutrofil dan waktu maturasi yang lebih pendek di sumsum tulang .
Jangan Tertukar: Dengan granula normal yang lebih halus dan tidak terlalu menonjol, atau dengan granula pada Alder-Reilly anomaly (yang bersifat bawaan dan tidak terkait infeksi) .
2. Döhle Bodies (Badan Döhle)
Gambaran: Inklusi berbentuk bulat atau lonjong, berwarna biru-abu-abu pucat, terletak di pinggiran sitoplasma neutrofil .
Arti Klinis: Sering menyertai toxic granulation sebagai tanda infeksi berat atau inflamasi. Döhle bodies adalah sisa-sisa retikulum endoplasma kasar yang tidak sempat terdegradasi akibat percepatan maturasi neutrofil .
Pembeda: Berbeda dengan siderotic granules (yang mengandung besi dan terwarnai biru Prusia), Döhle bodies tidak mengandung besi .
3. Hypersegmentation (Hipersegmentasi Neutrofil)
Gambaran: Neutrofil dengan ≥ 5 lobus nukleus (normalnya 3-4 lobus) . Beberapa kasus dapat menunjukkan hingga 8-9 lobus .
Arti Klinis: Tanda klasik anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12 atau folat, atau efek samping obat kemoterapi/antimetabolit . Juga dapat ditemukan pada penggunaan kortikosteroid jangka panjang yang memperlambat sirkulasi neutrofil .
4. Hyposegmentation (Pelger-Huët Anomaly & Pseudo-Pelger-Huët)
Gambaran: Neutrofil dengan nukleus hiposegmented—hanya 2 lobus atau berbentuk seperti kacang tanah / dumbbell (halter) atau bahkan bulat/oval tanpa segmen sama sekali .
Dua Jenis :
| Jenis | Karakteristik | Implikasi Klinis |
|---|---|---|
| Kongenital (Pelger-Huët) | Bawaan, autosomal dominan, semua neutrofil terlibat | Jinak, tidak bergejala, ditemukan insidental |
| Didapat (Pseudo-Pelger-Huët) | Muncul sekunder akibat MDS, leukemia, atau infeksi berat | Tanda keganasan atau reaksi infeksius berat |
Pesan Kritis: Jangan menganggap semua Pelger-Huët sebagai jinak. Jika ditemukan pada pasien dengan sitopenia lain, curiga pseudo-Pelger-Huët → rujuk ke hematolog onkologi . Pada kasus infeksi Salmonella yang dilaporkan, pseudo-Pelger-Huët dapat muncul sementara dan kembali normal setelah infeksi sembuh .
5. Shift to the Left (Pergeseran ke Kiri / Bandemia)
Gambaran: Meningkatnya jumlah neutrofil imatur (neutrofil batang / band cells) dalam darah tepi >5% . Neutrofil batang memiliki nukleus berbentuk seperti "U" atau "tabung" (non-lobulated).
Arti Klinis: Menandakan infeksi akut, peradangan, atau stress fisiologis di mana sumsum tulang melepaskan sel imatur . Derajat shift to the left dapat dikategorikan :
| Derajat | Persentase Sel Imatur |
|---|---|
| Ringan | >7% |
| Sedang | >14% |
| Berat | >21% |
Semakin tinggi persentase sel imatur, semakin berat respons inflamasi.
6. Smudge Cell (Sel Smear / Basket Cell)
Gambaran: Sel yang pecah saat pembuatan apusan darah tepi—terlihat seperti "coretan" nukleus tanpa sitoplasma .
Arti Klinis: Dapat muncul sebagai artefak teknis (penundaan pembuatan sediaan atau tekanan berlebih saat membuat apusan) . Namun, jumlah smudge cells yang sangat banyak sangat khas pada Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) karena sel limfosit CLL sangat rapuh . Jumlah smudge cells yang signifikan harus dicurigai dan dilaporkan.
7. Vacuolization (Vakuola pada Leukosit)
Gambaran: Ruang kosong/jernih di sitoplasma neutrofil (vakuola) .
Arti Klinis: Pada neutrofil, vakuola sering menyertai toxic granulation dan Döhle bodies sebagai tanda sepsis atau infeksi berat . Merupakan salah satu komponen "toxic change" yang mencerminkan percepatan produksi neutrofil di sumsum tulang karena inflamasi berat .
Tabel Ringkasan 7 WBC Anomalies
| Anomali | Gambaran Mikroskopis | Kemungkinan Klinis |
|---|---|---|
| Toxic Granulation | Granula besar gelap di neutrofil | Infeksi bakteri, inflamasi, toksisitas obat |
| Döhle Bodies | Inklusi biru-abu-abu di pinggiran sitoplasma | Infeksi berat, inflamasi |
| Hypersegmentation | ≥5 lobus nukleus | Defisiensi B12/folat, kortikosteroid |
| Pelger-Huët (kongenital) | Nukleus bilobed/oval, semua neutrofil | Jinak (bawaan) |
| Pseudo-Pelger-Huët | Nukleus bilobed/oval, muncul mendadak | MDS, leukemia, infeksi berat |
| Shift to the Left | Neutrofil batang meningkat (>5%) | Infeksi akut, peradangan |
| Smudge Cell | Sel pecah tanpa sitoplasma | Artefak atau CLL |
| Vacuolization | Ruang kosong di sitoplasma | Sepsis, infeksi berat |
Kesimpulan
WBC anomalies every lab professional should recognize adalah 7 kelainan morfologi leukosit yang memberikan petunjuk diagnostik penting: toxic granulation dan Döhle bodies (infeksi), hypersegmentation (defisiensi vitamin), shift to the left (infeksi akut), Pelger-Huët (genetik atau MDS), smudge cell (CLL atau artefak), dan vacuolization (sepsis). Kunci identifikasi yang tepat adalah :
- Perhatikan apakah anomali bersifat reaktif (kembali normal setelah penyebab diatasi) atau neoplastik (persisten, progresif).
- Bedakan anomali kongenital (semua sel terlibat, sejak lahir) dengan didapat (muncul mendadak, sering terkait keganasan).
- Jangan hanya mengandalkan angka WBC count dari hematology analyzer—apusan darah tepi adalah senjata utama Anda untuk mendeteksi anomali ini.
Jika Anda menemukan salah satu anomali di atas, dokumentasikan, komunikasikan ke klinisi, dan rekomendasikan pemeriksaan lanjutan yang sesuai.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment