Xpert MTB/RIF Ultra: Revolusi Deteksi Tuberkulosis dan Resistensi Obat dalam Waktu Kurang dari 90 Menit

Table of Contents

https://www.cepheid.com/en/tests/Critical-Infectious-Diseases/Xpert-MTB-RIF-Ultra?utm_source=chatgpt.com

Xpert MTB/RIF Ultra: Revolusi Deteksi Tuberkulosis dan Resistensi Obat dalam Waktu Kurang dari 90 Menit


PENDAHULUAN

Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Pada tahun 2020 saja, Indonesia mencatat 845.000 kasus baru TB dan 116.400 kematian akibat penyakit ini. Diagnosis yang cepat dan akurat merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan serta mencegah munculnya resistensi obat. Metode diagnostik konvensional seperti mikroskopis BTA (Basil Tahan Asam) memiliki sensitivitas yang rendah, terutama pada kasus dengan jumlah bakteri sedikit (paucibacillary), sementara kultur yang merupakan "gold standard" memerlukan waktu berminggu-minggu hingga hasil keluar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) berbasis PCR, yaitu Xpert MTB/RIF Ultra sebagai metode diagnosis awal TB paru karena sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi. Alat inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini.

PRINSIP DASAR: MENDETEKSI MTB DAN RESISTENSI RIFAMPISIN SECARA SIMULTAN

Xpert MTB/RIF Ultra adalah generasi terbaru dari teknologi GeneXpert yang dikembangkan oleh Cepheid. Tidak seperti pendahulunya (Xpert MTB/RIF generasi 4), Ultra memiliki dua target gen utama untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis complex (MTBC), yaitu:

  1. IS6110 dan IS1081 (target multi-copy): Gen ini dideteksi untuk menentukan apakah spesimen positif atau negatif MTB.
  2. Gen rpoB: Digunakan untuk menentukan kepekaan terhadap Rifampisin (Resisten atau Sensitif). Resistensi terhadap Rifampisin seringkali menjadi penanda (surrogate) untuk Multidrug-Resistant TB (TB-MDR).

Keunggulan mendasar dari Ultra adalah deteksinya yang tidak hanya bergantung pada satu target (single target rpoB), melainkan multi-target. Penambahan target IS6110 dan IS1081 membuatnya mampu mendeteksi DNA MTB dalam jumlah yang sangat sedikit sekalipun.

KEUNGGULAN UTAMA Xpert MTB/RIF ULTRA

Berdasarkan data teknis dan berbagai penelitian, berikut adalah keunggulan utama Xpert MTB/RIF Ultra dibandingkan pendahulunya atau metode lain:

1. Sensitivitas Tinggi dan Limit Deteksi (LoD) Sangat Rendah 

Xpert MTB/RIF Ultra memiliki batas deteksi (Limit of Detection / LoD) hanya 16 CFU/ml. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan Xpert MTB/RIF generasi sebelumnya yang memiliki LoD 131 CFU/ml atau kultur yang membutuhkan 10-100 CFU/ml. 

Hal ini menjadikan Ultra sangat ampuh untuk mendeteksi TB pada pasien dengan beban bakteri rendah, seperti pada anak-anak atau pasien HIV.

2. Waktu Pemeriksaan Singkat (Turnaround Time)

Ultra mampu memberikan hasil dalam waktu 65-87 menit, lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya yang membutuhkan 112 menit. 

Kecepatan ini sangat krusial untuk pengambilan keputusan klinis segera.

3. Akurasi Diagnostik yang Meningkat 

Data komparatif pada PPT menunjukkan: 



Penelitian di India (2025) juga menunjukkan bahwa Ultra mendeteksi MTB pada sampel kultur-positif dengan sensitivitas 92,0%, meningkat 11% absolut dibandingkan Xpert MTB/RIF biasa. 

Sementara itu, penelitian di Surabaya melaporkan sensitivitas Ultra mencapai 97,6% dan nilai PPV 70,7%.

4. Kemampuan Mendeteksi Heteroresistensi

Dengan teknologi melting curve, Ultra dapat mendeteksi adanya campuran antara strain wild type (sensitif) dan mutan (resisten) dalam satu spesimen. 

Hal ini sangat penting untuk mendeteksi dini munculnya resistensi obat.

MEMBACA HASIL: INI YANG PERLU ANDA KETAHUI

Hasil pemeriksaan Xpert MTB/RIF Ultra dilaporkan dalam format yang mudah diinterpretasikan oleh klinisi, namun dengan pemahaman yang mendalam. Berikut panduan interpretasinya:

A. Deteksi MTB: Hasil deteksi MTB dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jumlah DNA yang terdeteksi (Cycle Threshold / Ct):

  1. MTB DETECTED HIGH, MEDIUM, LOW, VERY LOW: Menunjukkan adanya DNA MTB dengan berbagai tingkat konsentrasi.
  2. MTB DETECTED TRACE: Ini adalah fitur unik Ultra. Hasil ini menunjukkan DNA MTB terdeteksi dalam jumlah yang sangat sedikit. Penting untuk diingat bahwa ini bisa berasal dari bakteri hidup (infeksi aktif) atau sisa DNA bakteri mati pada pasien yang baru saja menyelesaikan pengobatan. Oleh karena itu, hasil "Trace" harus dikorelasikan dengan klinis dan riwayat pengobatan pasien.

B. Deteksi Resistensi Rifampisin:

  1. RIF Resistance NOT DETECTED: Strain MTB sensitif terhadap Rifampisin.
  2. RIF Resistance DETECTED: Strain MTB resisten terhadap Rifampisin (indikasi kuat TB-MDR).
  3. RIF Resistance INDETERMINATE: Status resistensi tidak dapat ditentukan, biasanya terjadi jika terdapat kesalahan teknis atau jumlah DNA terlalu sedikit.

C. Hasil Invalid, Error, atau No Result: I

ni menunjukkan kegagalan proses pemeriksaan, biasanya karena kontrol internal (Sample Processing Control / SPC) tidak memberikan sinyal. 

Pemeriksaan perlu diulang dengan spesimen baru.

PROSEDUR PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SPESIMEN

Salah satu keunggulan Xpert Ultra adalah fleksibilitasnya dalam menerima berbagai jenis spesimen, tidak hanya dahak (sputum). Berdasarkan PPT, berikut panduannya:

  1. Spesimen Cair (Urine, Cairan serebrospinal): Kirim dalam pot bersih, jangan dalam spuit.
  2. Jaringan Biopsi / FNAB: JANGAN ditambahkan formalin atau NaCl. Kirim dalam pot kering, atau untuk FNAB, kirim dalam bentuk preparat slide yang dimasukkan ke pot bersih.
  3. Stabilitas: Spesimen stabil hingga 7 hari pada suhu 2-8°C dan 3 hari pada suhu ruang.

KELEMAHAN DAN HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Meskipun sangat canggih, Xpert MTB/RIF Ultra memiliki kelemahan yang harus dipahami oleh tenaga medis:

  1. Tidak Membedakan Bakteri Hidup vs Mati: Metode molekuler mendeteksi DNA, bukan bakteri viabel. Hasil positif pada pasien yang baru selesai terapi bisa positif palsu karena sisa DNA mati yang masih tertinggal (post-treatment artifacts).
  2. Keterbatasan pada Populasi Tertentu: Pada pasien HIV dengan jumlah CD4 sangat rendah, sensitivitas urine Xpert Ultra hanya sekitar 20,7%.
  3. Potensi False Positive pada Hasil "Trace": Pada daerah dengan prevalensi TB rendah atau pada pasien dengan riwayat TB lama, hasil "Trace" perlu dikonfirmasi dengan kultur dan evaluasi klinis yang cermat.

PENGEMBANGAN: Xpert MTB/XDR

Tidak berhenti di deteksi Rifampisin, teknologi GeneXpert kini telah dikembangkan menjadi Xpert MTB/XDR

Modul ini mampu mendeteksi mutasi yang terkait dengan resistensi terhadap lini kedua, seperti Isoniazid (INH), Fluoroquinolones (FLQ), Amikacin, Kanamycin, Capreomycin, dan Ethionamide (ETH)

Hal ini sangat penting untuk menyusun regimen pengobatan yang optimal bagi pasien TB-MDR, terutama untuk melindungi Bedaquiline dari munculnya resistensi.

KESIMPULAN

Xpert MTB/RIF Ultra adalah terobosan besar dalam diagnostik tuberkulosis. 

Dengan sensitivitas yang unggul, waktu pemeriksaan yang singkat, serta kemampuan mendeteksi resistensi Rifampisin secara simultan, alat ini sangat direkomendasikan sebagai alat diagnostik lini pertama, terutama untuk deteksi dini TB pada populasi rentan seperti anak-anak, pasien HIV, serta pada kasus TB ekstraparu. 

Namun, interpretasi hasil, terutama pada kategori "Trace", harus dilakukan secara hati-hati dan holistik dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien serta riwayat pengobatan sebelumnya.


Referensi:

  1. Andriyoko, B. Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler Xpert MTB/RIF Ultra untuk Mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dan Kepekaan terhadap Rifampisin. Departemen Patologi Klinik FK Unpad – RSHS Bandung.
  2. Sadriani N, Kusmiati T, Wardhani P. Concordance of Mycobacterium Tuberculosis Detection GeneXpert MTB/RIF and GeneXpert MTB/RIF Ultra. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 2026;32(2):142-147.
  3. Xpert® MTB/RIF Ultra Accuracy in Pulmonary TB Diagnosis: Comparative Analysis with Mycobacterial Growth Indicator Tube 960 System. DOAJ. 2025.
  4. Evaluation of diagnostic accuracy of Xpert® ultra and Xpert MTB/RIF for detection of tuberculosis among pulmonary tuberculosis suspects in Pune, India. ScienceDirect. 2025.
  5. Cao Y, et al. Automatic Identification of Individual rpoB Gene Mutations Responsible for Rifampin Resistance in Mycobacterium tuberculosis by Use of Melting Temperature Signatures Generated by the Xpert MTB/RIF Ultra Assay. J Clin Microbiol. 2019;58(1).
V I T R I
V I T R I Vitri is ME invite you to fill yourself with all curiosity so you can jump Higher

Post a Comment