Waspada! Minuman Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Picu Risiko Demensia Di Usia Senja

Table of Contents
Waspada! Minuman Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Picu Risiko Demensia Di Usia Senja

INFOLABMED.COM - Demensia menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling mendesak saat ini.

Diperkirakan satu dari setiap tiga orang berisiko mengalaminya.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti kebiasaan gaya hidup yang bisa menjadi pelindung otak.

Mulai dari target langkah harian hingga kebiasaan aneh yang disebut-sebut.

Meskipun ada bukti menggembirakan bahwa vaksin cacar air mungkin menawarkan perlindungan terhadap penyakit ini.

Para ahli medis kini memperingatkan tentang pilihan gaya hidup sehari-hari yang justru bisa diam-diam meningkatkan risiko.

Ternyata, satu jenis minuman yang mungkin ada di lemari es Anda saat ini bisa jadi justru merugikan.

Kumpulan penelitian yang terus berkembang mulai menunjukkan hubungan yang mengkhawatirkan.

Hubungan tersebut terjalin antara konsumsi alkohol secara teratur dan peningkatan risiko demensia.

Sebuah studi yang ditinjau sejawat pada tahun 2023 dari Atrium Health melakukan pendekatan unik.

Mereka menggunakan metode 'pendekatan minum kronis' pada tikus.

Hewan pengerat ini dibiarkan bebas memilih antara air dan alkohol selama sepuluh minggu.

Tim peneliti mempelajari kaitan antara asupan alkohol dan perkembangan penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer sendiri menyumbang 60% hingga 80% kasus demensia.

Hasilnya mengejutkan: bahkan 'jumlah alkohol yang moderat' pun memiliki kapasitas untuk 'mempercepat atrofi otak'.

Ini termasuk kerusakan jaringan otak dan peningkatan plak amiloid.

Plak amiloid adalah protein berbahaya yang sangat terkait dengan Alzheimer.

Asisten Profesor Shannon Macauley dari Wake Forest University School of Medicine menyatakan.

Temuan ini mengindikasikan alkohol dapat mempercepat kaskade patologis penyakit Alzheimer pada stadium awal.

Temuan praklinis ini menyarankan bahwa konsumsi alkohol bahkan dalam jumlah sedang dapat mengakibatkan cedera otak.

Konsumsi alkohol, oleh karena itu, mungkin merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk penyakit Alzheimer dan demensia.

Bukti tidak hanya terbatas pada penelitian pada hewan.

Ilmuwan di Universitas Oxford menganalisis pemindaian otak dari 40.000 orang.

Mereka menilai alkohol sebagai salah satu 'pelaku terburuk' dalam melemahkan kesehatan kognitif.

Alkohol juga terbukti memperburuk risiko Alzheimer.

Profesor Gwenaëlle Douaud, yang memimpin studi tersebut, memberikan penjelasan.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah area otak mengalami degenerasi lebih awal seiring bertambahnya usia.

Studi baru ini menunjukkan bagian-bagian otak spesifik tersebut paling rentan terhadap diabetes.

Polusi udara terkait lalu lintas juga menjadi pemain utama dalam demensia.

Dan tentu saja, alkohol di antara faktor risiko umum demensia lainnya.

Mereka menemukan bahwa beberapa variasi genetik memengaruhi jaringan otak ini.

Variasi ini terlibat dalam kematian kardiovaskular, skizofrenia, Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

Selain itu, juga terkait dengan dua antigen dari sistem golongan darah yang kurang dikenal, yaitu sistem antigen XG.

Penemuan terkait sistem antigen XG ini benar-benar baru dan tak terduga.

Dalam panduan kesehatan, NHS merekomendasikan.

Baik pria maupun wanita sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 14 unit alkohol per minggu.

Disarankan pula untuk menyebarkan konsumsi tersebut di lebih dari tiga hari.

Hindari mengonsumsinya dalam satu atau dua sesi yang padat.

Bagi Anda yang ingin mengurangi asupan alkohol.

Membangun beberapa hari bebas alkohol setiap minggu adalah langkah awal yang baik.

Hal ini dilaporkan oleh NHS sebagai cara efektif untuk meminimalkan risiko.

FAQ: Dampak Minuman Beralkohol pada Risiko Demensia

1. Apakah semua jenis minuman beralkohol berbahaya bagi otak?

Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, terlepas dari jenisnya, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan otak.

Studi yang ada cenderung melihat efek konsumsi alkohol secara keseluruhan, bukan spesifik pada jenis minuman seperti wine, bir, atau spirit.

Intinya adalah jumlah etanol yang masuk ke dalam tubuh.

2. Seberapa banyak konsumsi alkohol yang dianggap 'moderat' dan berisiko?

Panduan kesehatan seperti dari NHS merekomendasikan batas aman sekitar 14 unit alkohol per minggu untuk pria dan wanita.

Namun, studi yang disebutkan mengindikasikan bahwa 'jumlah moderat' pun bisa memiliki dampak negatif.

Ini menunjukkan bahwa batas aman mungkin lebih rendah dari yang diperkirakan.

Fokusnya adalah menghindari konsumsi berlebihan dan menyebarkannya dalam beberapa hari.

3. Apakah ada cara untuk 'memperbaiki' kerusakan otak yang disebabkan oleh alkohol?

Menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol adalah langkah terbaik untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak memiliki kemampuan regenerasi sampai batas tertentu.

Namun, kerusakan yang signifikan atau kronis mungkin sulit atau tidak mungkin untuk sepenuhnya diperbaiki.

Menjaga kesehatan otak secara keseluruhan melalui pola makan sehat, olahraga, dan stimulasi mental sangat penting.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment