Varicella Zoster Adalah: Mengenal Penyebab, Gejala, Dan Pencegahannya Lebih Dalam
INFOLABMED.COM - Varicella zoster adalah virus yang memiliki nama ilmiah Varicella Zoster Virus (VZV), yang menjadi biang keladi dari dua penyakit umum yang sering kita dengar, yaitu cacar air dan herpes zoster.
Virus ini termasuk dalam kelompok virus herpes, dan sekali seseorang terinfeksi VZV, virus ini akan tetap berada di dalam tubuh seumur hidup, meskipun gejalanya mungkin tidak selalu aktif.
Penularan virus varicella zoster utamanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita, baik itu pada cacar air maupun herpes zoster.
Selain itu, virus ini juga sangat menular melalui udara, saat penderita batuk atau bersin, melepaskan droplet yang mengandung virus ke sekitarnya.
Masa inkubasi virus ini, yaitu periode dari awal infeksi hingga munculnya gejala, umumnya berkisar antara 10 hingga 21 hari setelah terpapar.
Saat pertama kali terinfeksi, VZV biasanya menyebabkan cacar air, penyakit yang sangat umum pada anak-anak namun bisa juga menyerang orang dewasa.
Cacar air ditandai dengan munculnya ruam gatal yang berisi cairan, yang kemudian akan mengering menjadi keropeng.
Demam, sakit kepala, kelelahan, dan hilangnya nafsu makan seringkali menyertai munculnya ruam cacar air.
Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus varicella zoster tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan berdiam diri di sel saraf.
Bertahun-tahun kemudian, virus yang tidak aktif ini dapat aktif kembali, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai herpes zoster atau cacar ular.
Herpes zoster biasanya muncul sebagai ruam lepuhan yang menyakitkan, mengikuti jalur saraf di salah satu sisi tubuh, seringkali di area punggung atau wajah.
Rasa sakit yang intens, perih, atau terbakar adalah gejala khas herpes zoster, dan bisa muncul bahkan sebelum ruam terlihat.
Penting untuk diingat bahwa orang yang mengalami herpes zoster dapat menularkan VZV kepada orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi cacar air, sehingga orang tersebut bisa terkena cacar air, bukan herpes zoster.
Faktor Risiko dan Komplikasi
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami herpes zoster ketika VZV aktif kembali.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik karena usia lanjut, penyakit tertentu seperti HIV/AIDS, atau pengobatan seperti kemoterapi, membuat tubuh lebih rentan terhadap reaktivasi virus.
Stres fisik atau emosional yang signifikan juga dilaporkan dapat memicu kembalinya virus ini.
Meskipun sebagian besar kasus cacar air dan herpes zoster akan sembuh dengan sendirinya, terkadang komplikasi dapat terjadi.
Pada cacar air, komplikasi bisa termasuk infeksi bakteri pada kulit, radang paru-paru (pneumonia), atau bahkan masalah neurologis seperti ensefalitis (radang otak).
Pada herpes zoster, komplikasi yang paling umum adalah postherpetic neuralgia (PHN), yaitu rasa sakit saraf yang menetap selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah ruam menghilang.
Komplikasi lain dari herpes zoster dapat meliputi gangguan penglihatan jika menyerang area mata (herpes zoster oftalamik), gangguan pendengaran, atau kelumpuhan otot wajah.
Pencegahan dan Pengobatan
Langkah pencegahan terbaik terhadap infeksi virus varicella zoster adalah melalui vaksinasi.
Vaksin cacar air (varicella vaccine) sangat efektif dalam mencegah atau mengurangi keparahan penyakit cacar air.
Vaksin ini umumnya diberikan dalam dua dosis, dimulai sejak usia anak-anak.
Selain itu, ada juga vaksin herpes zoster (shingles vaccine) yang direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, yang bertujuan untuk mencegah herpes zoster atau mengurangi keparahannya jika terjadi.
Jika seseorang terdiagnosis cacar air, pengobatan biasanya berfokus pada meredakan gejala, seperti penggunaan losion kalamin untuk mengurangi gatal, obat pereda nyeri, dan istirahat yang cukup.
Antivirus dapat diresepkan untuk kasus cacar air yang lebih parah atau pada individu berisiko tinggi.
Untuk herpes zoster, pengobatan yang paling efektif adalah dengan obat antivirus yang dimulai sesegera mungkin setelah gejala muncul, idealnya dalam waktu 72 jam.
Obat antivirus ini dapat membantu mempercepat penyembuhan, mengurangi keparahan rasa sakit, dan menurunkan risiko komplikasi seperti PHN.
Selain obat antivirus, obat pereda nyeri, baik yang dijual bebas maupun resep, juga penting untuk mengatasi rasa sakit yang parah.
Penanganan yang tepat dan pencegahan melalui vaksinasi adalah kunci untuk mengelola ancaman dari virus varicella zoster.
FAQ (Tanya Jawab)
1. Apakah varicella zoster hanya menyerang anak-anak?
Tidak, meskipun cacar air lebih umum terjadi pada anak-anak, virus varicella zoster dapat menginfeksi orang dari segala usia. Orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi lebih rentan terhadap infeksi dan mungkin mengalami gejala yang lebih parah.
2. Bisakah saya terkena cacar air lagi setelah pernah mengalaminya?
Umumnya, setelah seseorang terkena cacar air, ia akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap infeksi VZV. Namun, dalam kasus yang sangat jarang, infeksi ulang bisa terjadi, meskipun biasanya lebih ringan.
3. Berapa lama masa penularan cacar air dan herpes zoster?
Seseorang dengan cacar air dianggap menular sejak satu atau dua hari sebelum ruam muncul hingga semua lepuhan mengering menjadi keropeng. Untuk herpes zoster, penularannya terjadi ketika lepuhan masih basah dan belum mengering menjadi keropeng. Setelah semua lepuhan mengering, individu tersebut tidak lagi menular.
Post a Comment