Total Leukocytosis with Absolute Neutrophilia: Penyebab, Diagnosis, dan Kapan Berbahaya?

Table of Contents

Total Leukocytosis with Absolute Neutrophilia: Penyebab, Diagnosis, dan Kapan Berbahaya?


INFOLABMED.COM – Jika Anda baru saja menerima hasil pemeriksaan darah dan melihat angka leukosit (sel darah putih) yang tinggi disertai peningkatan neutrofil, kemungkinan besar laporan tersebut menyebutkan "Total leukocytosis with absolute neutrophilia". Apa artinya? Apakah ini berbahaya? Apakah selalu berarti infeksi berat?

Total leukocytosis with absolute neutrophilia adalah kondisi di mana jumlah total leukosit (sel darah putih) melebihi batas normal (> 11.000/µL) dan jumlah neutrofil absolut (absolute neutrophil count / ANC) juga meningkat (> 7.500/µL atau > 8.000/µL tergantung rujukan laboratorium).

Neutrofil adalah "tentara" terdepan sistem imun yang bertugas melawan infeksi bakteri dan jamur. Ketika tubuh diserang, sumsum tulang akan memproduksi lebih banyak neutrofil dan melepaskannya ke sirkulasi darah. Namun, peningkatan neutrofil tidak selalu disebabkan oleh infeksi; ada juga penyebab fisiologis, inflamasi non-infeksi, hingga keganasan (leukemia).

Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab, interpretasi hitung jenis, serta langkah klinis yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi ini.

Anatomi dan Fisiologi Neutrofil

Sebelum memahami kondisi "total leukocytosis with absolute neutrophilia", mari kenali dulu siapa neutrofil:

KarakteristikKeterangan
Jenis sel darah putihGranulosit (memiliki granula di sitoplasma)
Persentase dalam darah normal40-60% dari total leukosit
Nilai normal absolut2.500 - 7.000/µL (2.5 - 7.0 x 10⁹/L)
Nilai normal relatif40 - 70%
Fungsi utamaFagositosis bakteri dan jamur, melepaskan enzim lisosom, membentuk neutrophil extracellular traps (NETs)
Masa hidup dalam darah6-10 jam (sangat pendek!)
Tempat produksiSumsum tulang (bone marrow)
Ciri mikroskopisInti terbagi (segmented) 2-5 lobus; granula neutrofilik berwarna ungu pucat

Definisi dan Hitung Jenis Neutrofil

"Total leukocytosis with absolute neutrophilia" memiliki dua komponen:

1. Total Leukocytosis

  • Definisi: Jumlah total leukosit > 11.000/µL (anak-anak dan dewasa) atau > 30.000/µL pada neonatus.
  • Batasan bervariasi antar laboratorium (biasanya 10.000 - 11.000/µL sebagai batas atas normal).

2. Absolute Neutrophilia

  • Dihitung dengan rumus: ANC = (% neutrofil + % bands) x (total leukosit) / 100
  • Batasan: ANC > 7.500/µL atau > 8.000/µL tergantung referensi.
  • Contoh perhitungan:
    • Total leukosit: 15.000/µL
    • Neutrofil segmented: 60%, Bands: 10%
    • ANC = (60% + 10%) x 15.000 / 100 = 70% x 150 = 10.500/µL (neutrofilia absolut).

Catatan penting: Jangan hanya melihat persentase neutrofil! Persentase bisa tinggi hanya karena jenis leukosit lain (limfosit) rendah. Yang akurat adalah nilai absolut (ANC) .

Klasifikasi Penyebab Neutrofilia

Penyebab total leukocytosis with absolute neutrophilia dapat dibagi menjadi dua kategori besar: fisiologis (normal/reaktif) dan patologis (akibat penyakit).

A. Neutrofilia Fisiologis / Reaktif (Paling Umum)

Neutrofilia reaktif adalah respons normal sumsum tulang terhadap stimulus eksternal, dan biasanya bersifat reversibel setelah stimulus dihilangkan.

PenyebabMekanismeContoh Klinis
Infeksi Bakteri AkutSitokin (G-CSF, IL-6, TNF) merangsang produksi neutrofil.Pneumonia, abses, apendisitis, meningitis bakterial, sepsis
Inflamasi Non-infeksiJaringan rusak melepaskan sinyal inflamasi yang merangsang neutrofil.Rheumatoid arthritis, vaskulitis, penyakit radang usus (IBD), pankreatitis, pasca operasi
Obat-obatanKortikosteroid (prednison, deksametason) melepaskan neutrofil dari marginated pool (depot di pembuluh darah).Pasien asma atau autoimun yang mendapat steroid dosis tinggi. Lithium (psikiatri) juga meningkatkan produksi neutrofil.
Fisiologis / Stres AkutKatekolamin (adrenalin) melepaskan neutrofil yang "menempel" di dinding pembuluh darah ke sirkulasi.Olahraga berat, serangan panik, kejang, persalinan, stres emosional akut
MerokokIritasi kronik saluran napas menyebabkan inflamasi ringan.Perokok berat sering memiliki leukosit 12.000-15.000/µL.
Nekrosis JaringanPelepasan DAMP (Damage-Associated Molecular Patterns) merangsang inflamasi.Infark miokard (serangan jantung), luka bakar luas, trauma, cedera jaringan
Keganasan Padat (Solid Tumor)Tumor melepaskan sitokin (G-CSF) yang merangsang sumsum tulang.Kanker paru, ginjal, pankreas, melanoma (jauh lebih jarang dari leukemia)

B. Neutrofilia Primer / Klonal (Keganasan Hematologi)

Ini adalah kondisi di mana sumsum tulang sendiri yang "rusak" dan memproduksi neutrofil secara berlebihan tanpa stimulus eksternal. Kondisi ini lebih jarang, tetapi lebih serius.

PenyebabKarakteristikKeganasan / Sindrom
Leukemia Myeloid Kronis (CML)Neutrofilia masif (leukosit 50.000 - 500.000/µL), disertai basofilia dan eosinofilia. Terdapat kromosom Philadelphia (BCR-ABL1).Paling umum sebagai penyebab keganasan
Leukemia Neutrofilik Kronis (CNL)Sangat langka. Mutasi pada CSF3R. Leukosit persisten > 25.000/µL dengan neutrofil matang.Jarang, prognosis lebih buruk dari CML
Trombositemia Esensial (TE) / Polisitemia Vera (PV)Dapat menyebabkan neutrofilia ringan hingga sedang, biasanya disertai trombositosis atau eritrositosis.Mutasi JAK2, CALR, MPL
Leukemia Mieloid Akut (AML)Neutrofilia jarang (biasanya malah neutropenia). Kadang variant AML dengan diferensiasi neutrofilik.Agresif, butuh kemoterapi segera
Myelodysplastic Syndrome (MDS) dengan neutrofiliaSangat jarang; lebih sering sitopenia (sel rendah).-

Gambaran Darah Tepi pada Neutrofilia

Darah tepi (apusan darah) memberikan petunjuk penting apakah neutrofilia bersifat reaktif atau keganasan.

1. Neutrofilia Reaktif (Infeksi / Inflamasi)

  • Neutrofil segmented meningkat.
  • Left shift (bandemia): Peningkatan neutrofil batang (immature) yang belum terbagi intinya.
  • Toxic granulation: Granula neutrofil tampak lebih gelap dan kasar.
  • Dohle bodies: Bercak biru pucat di sitoplasma neutrofil (agregat ribosom).
  • Vacuolization: Vakuola di sitoplasma (tanda fagositosis aktif).

2. Neutrofilia Keganasan (CML, CNL)

  • Neutrofilia masif (ANC > 50.000/µL).
  • Displasia neutrofil: Inti hipersegmentasi (6-7 lobus) atau hiposegmentasi (pseudo-Pelger Huet).
  • Basofilia absolut (ciri khas CML, sangat jarang pada reaktif).
  • Eosinofilia absolut (bisa menyertai).
  • Circulating blasts (ledakan sel muda di sirkulasi) -> curiga leukemia akut.

Gejala Klinis yang Menyertai

Tidak semua neutrofilia bergejala. Gejala justru berasal dari penyakit dasarnya:

PenyebabGejala Khas
Infeksi bakteriDemam (> 38.5°C), menggigil, fokal (nyeri tenggorok, batuk, nyeri perut, disuria)
Inflamasi non-infeksiNyeri sendi (artritis), ruam kulit, gejala usus (diare berdarah), atau riwayat penyakit autoimun
Keganasan (CML)Kelelahan, keringat malam, penurunan berat badan, splenomegali (limpa teraba besar)
Post-operasi / traumaRiwayat operasi atau kecelakaan dalam 1-7 hari terakhir
Steroid / merokokRiwayat konsumsi obat atau kebiasaan merokok

Peringatan: Neutrofilia dengan splenomegali (limpa membesar) + trombositosis + basofilia hampir selalu CML sampai terbukti sebaliknya.

Diagnosis Banding: Neutrofilia vs Leukemoid Reaction

Leukemoid reaction adalah neutrofilia ekstrem (leukosit > 50.000/µL) yang disebabkan oleh infeksi berat atau tumor, tetapi bukan leukemia.

KarakteristikLeukemoid Reaction (Reaktif)CML (Keganasan)
ANCTinggi (< 50.000-100.000)Sering > 100.000 bahkan > 500.000
BasofiliaTidak adaAda (ciri khas)
EosinofiliaTidak ada (kecuali infeksi parasit)Sering ada
SplenomegaliRingan atau tidak adaProminen (sering teraba hingga pusar)
Leukocyte alkaline phosphatase (LAP) scoreTinggi (reaktif)Rendah (CML)
Philadelphia chromosome (BCR-ABL1)NegatifPositif (>95% CML)

Pemeriksaan penunjang untuk membedakan:

  • LAP score: Cek pada apusan darah. Reaktif: tinggi (> 100), CML: rendah (< 20).
  • PCR BCR-ABL1: Standar emas untuk CML.

Pendekatan Langkah demi Langkah Menghadapi Total Leukocytosis with Absolute Neutrophilia

Langkah 1: Konfirmasi dengan Ulangan

  • Lakukan ulang hitung darah lengkap (darah vena baru) dalam 24-48 jam untuk memastikan bukan artefak laboratorium (misal clumping, hemolisis, atau kesalahan mesin).

Langkah 2: Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

  • Cari tanda infeksi: demam, fokal infeksi (telinga, tenggorok, paru, perut, kulit, saluran kemih).
  • Cari tanda inflamasi non-infeksi: nyeri sendi, ruam, gejala usus.
  • Cek riwayat obat (steroid, lithium).
  • Cek kebiasaan merokok.
  • Palpasi limpa: Splenomegali sangat mengarah ke keganasan.

Langkah 3: Pemeriksaan Darah Tepi (Apusan)

  • Apusan darah manual (bukan hanya output mesin otomatis) adalah wajib jika ANC > 20.000/µL atau dicurigai keganasan.
  • Cari toxic granulation, Dohle bodies, vacuolization → reaktif.
  • Cari basofilia, eosinofilia, blast → curiga CML atau AML.

Langkah 4: Pemeriksaan Lanjutan Berdasarkan Kecurigaan

KecurigaanPemeriksaan
InfeksiKultur darah, urin, sputum. Chest X-ray untuk curiga pneumonia. Procalcitonin (PCT) dan CRP (high pada infeksi bakteri).
Inflamasi non-infeksiLED, CRP, ANA (autoantibodi), rheumatoid factor
Keganasan hematologi (CML)PCR BCR-ABL1 (dari darah tepi), LAP score, biopsi sumsum tulang jika perlu
Obat / fisiologisHentikan obat (bila mungkin), ulang dalam 1-2 minggu. Untuk stres fisiologis, nilai ulang saat pasien rileks.

Langkah 5: Rujukan ke Spesialis

Rujuk ke dokter spesialis penyakit dalam / hematologi jika:

  • ANC > 50.000/µL (leukemoid reaction threshold).
  • Tidak ditemukan penyebab reaktif setelah anamnesis dan pemeriksaan awal.
  • Ada splenomegali atau basofilia.
  • Pasien memiliki gejala B (demam malam, keringat malam, penurunan BB > 10% dalam 6 bulan).

Ringkasan: Kapan Neutrofilia Itu Berbahaya?

Tanda Bahaya (Red Flags)Interpretasi
ANC > 50.000/µL (leukemoid reaction)Curiga CML atau keganasan lain, apalagi jika disertai splenomegali
Basofilia absolutHampir patognomonik untuk CML
SplenomegaliCML, myelofibrosis, atau malaria (jika dicurigai)
Anemia + trombositopeniaCuriga leukemia akut (AML) yang menekan sumsum tulang
Blasts (sel ledakan) di darah tepiLeukemia akut sampai terbukti sebaliknya
Tidak ada demam atau sumber infeksiKeganasan lebih mungkin daripada infeksi

Kesimpulan

Total leukocytosis with absolute neutrophilia bukanlah diagnosis penyakit, melainkan tanda laboratorium yang harus dicari penyebabnya. Dalam 90-95% kasus, neutrofilia bersifat reaktif akibat infeksi bakteri, inflamasi, stres, atau obat-obatan. Namun, pada sebagian kecil kasus (terutama dengan ANC sangat tinggi, splenomegali, basofilia, atau gejala sistemik yang tidak kunjung membaik), bisa mengindikasikan keganasan hematologi seperti Leukemia Myeloid Kronis (CML).

Kunci pendekatan yang benar adalah:

  1. Jangan panik jika hanya neutrofilia ringan (ANC 8.000-15.000) tanpa gejala.
  2. Cari sumber infeksi melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
  3. Lakukan apusan darah jika neutrofilia berat (> 20.000) atau persisten.
  4. Rujuk ke hematologi jika ada tanda bahaya (splenomegali, basofilia, blasts, penurunan berat badan).

Dengan pendekatan sistematis, dokter dapat membedakan neutrofilia reaktif yang jinak dengan neutrofilia keganasan yang memerlukan terapi segera (seperti TKI untuk CML).

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment