Tiga Dari Lima Orang Lakukan Cara Berbahaya Atasi Stres, Ini Dampaknya!

Table of Contents
Tiga Dari Lima Orang Lakukan Cara Berbahaya Atasi Stres, Ini Dampaknya!

INFOLABMED.COM - Sebuah studi mengejutkan dari Mental Health Foundation mengungkap data memprihatinkan.

Sebanyak 57% individu dilaporkan melakukan tindakan yang justru membahayakan diri sendiri.

Tindakan ini dilakukan dalam sebulan terakhir sebagai respons terhadap kondisi kesehatan mental yang buruk.

Riset ini melibatkan 4.000 responden.

Survei ini diadakan bertepatan dengan Hari Kesadaran Kesehatan Mental Internasional.

Hasil penelitian menyoroti maraknya penggunaan mekanisme koping yang tidak sehat.

Hal ini terjadi ketika seseorang merasa "stres, cemas, atau murung".

Data menunjukkan, 57% orang dewasa di Inggris telah mengambil langkah berbahaya.

Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatasi kesehatan mental yang terganggu.

Sebanyak 25% responden mengaku mengisolasi diri dari lingkungan sosial.

Sementara itu, 23% lainnya memilih menghabiskan lebih banyak waktu menjelajahi media sosial secara daring.

Perilaku ini dilakukan meskipun bukti ilmiah kuat menunjukkan dampak negatifnya.

Bahkan, tindakan-tindakan tersebut berpotensi memperburuk kondisi mental individu.

Perilaku Koping yang Merusak di Kalangan Anak Muda

Penelitian lebih lanjut membedah kebiasaan berdasarkan kelompok usia.

Kelompok usia di bawah 35 tahun secara signifikan lebih rentan.

Mereka lebih sering menggunakan media sosial secara berlebihan untuk mengatasi emosi negatif.

Fenomena ini kerap disebut sebagai "doomscrolling".

Sebanyak 37% dari kelompok usia ini mengaku melakukannya.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 35-54 tahun (27%).

Dan bahkan lebih signifikan lagi dibandingkan kelompok usia 55 tahun ke atas (9%).

Kelompok muda juga lebih cenderung memilih menarik diri dari pergaulan.

Sebanyak 33% dari mereka melaporkan isolasi diri.

Sedangkan pada kelompok usia yang lebih tua, angka ini lebih rendah (28% untuk 35-54 tahun dan 16% untuk 55+ tahun).

Kebiasaan Merusak Lainnya yang Diungkap

Selain isolasi diri dan doomscrolling, terdapat kebiasaan merusak lainnya.

Sebanyak 22% responden mengaku melakukan "comfort eating" atau makan berlebihan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya meredakan stres dan emosi negatif.

Kebiasaan lain yang juga banyak dilaporkan adalah tidur berlebihan.

Sebanyak 20% orang memilih untuk tidur terlalu lama atau enggan bangun dari tempat tidur.

Perilaku ini kini dikenal luas dengan istilah "bed rotting".

Dampak Buruk dari Mekanisme Koping Negatif

Mark Rowland, CEO Mental Health Foundation, menyuarakan keprihatinannya.

Ia menyatakan bahwa kemajuan dalam kesadaran kesehatan mental belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi tindakan efektif.

Data menunjukkan sejumlah besar orang, terutama kaum muda, mengambil tindakan yang justru memperburuk situasi.

Rowland menambahkan bahwa meskipun kesadaran akan kesehatan mental telah mencapai puncaknya di Inggris selama lebih dari 25 tahun Hari Kesadaran Kesehatan Mental.

Angka kesehatan mental yang buruk terus mencatat rekor.

Hal ini memperjelas bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Untuk mengatasi krisis kesehatan mental di Inggris, masyarakat perlu dibekali keterampilan.

Mereka harus memahami tindakan mana yang benar-benar memperbaiki kesehatan mental.

Penting juga untuk mengenali mana tindakan yang terasa baik dalam jangka pendek namun justru merusak dalam jangka panjang.

Perilaku seperti mengisolasi diri, doomscrolling, dan bed-rotting tidak hanya berbahaya.

Tindakan-tindakan tersebut dapat memutus akses kita terhadap pengaruh positif.

Pengaruh positif ini termasuk koneksi dengan komunitas dan alam.

Menemukan Harapan: Tindakan Positif untuk Kesehatan Mental

Namun, penelitian ini juga membawa kabar baik.

Sebanyak 72% orang dilaporkan telah mengambil setidaknya satu tindakan yang membantu.

Tindakan-tindakan ini terbukti dapat mengurangi risiko kesehatan mental yang buruk.

Tindakan paling populer yang dilakukan adalah mendekatkan diri dengan alam.

Sebanyak 30% responden memilih aktivitas ini.

Kegiatan menikmati hobi atau melakukan sesuatu yang menyenangkan juga dipilih oleh 28% responden.

Selain itu, 27% orang memilih berpartisipasi dalam aktivitas fisik.

Meskipun demikian, ironisnya, separuh dari populasi Inggris (50%) masih melakukan setidaknya satu mekanisme koping yang berbahaya.

Tindakan berbahaya ini dilakukan bersamaan dengan tindakan positif untuk mendukung kesehatan mental.

Angka ini lebih dari dua kali lipat dari proporsi orang yang hanya melakukan tindakan positif (21%).

Pentingnya Tindakan Nyata untuk Kesejahteraan Mental

Rowland menekankan kembali bahwa mekanisme koping berbahaya masih sangat umum terjadi.

Terutama di kalangan anak muda.

Namun, kabar baiknya adalah banyak orang di Inggris juga mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan kesehatan mental mereka.

Menjalin hubungan dengan alam, menghabiskan waktu bersama orang lain, melakukan aktivitas yang disukai, dan bergerak aktif.

Semua ini adalah cara-cara ampuh untuk menjaga suasana hati tetap positif.

Tindakan ini juga efektif dalam mengatasi kecemasan dan stres.

Mendorong orang untuk meninggalkan mekanisme koping negatif adalah hal vital.

Fokus pada tindakan yang benar-benar memperbaiki kesehatan mental sangatlah krusial.

Hal ini menjadi kunci dalam upaya mengatasi masalah kesehatan mental di Inggris.

Rowland menyerukan perlunya tindakan lebih luas di seluruh negeri.

Dukungan harus datang dari level individu hingga kebijakan politik.

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan mental.

Pemerintah didesak untuk mengambil langkah berani.

Langkah ini diperlukan untuk merespons krisis kesehatan mental.

Dan untuk mencegah masalah kesehatan mental di tengah ketidakpastian dan tekanan finansial yang meningkat.

Peningkatan isolasi sosial juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Meskipun demikian, baiknya adalah di masa sulit ini, orang tetap menemukan cara untuk memprioritaskan dan melindungi kesehatan mental mereka.

Mereka juga berupaya mendukung orang-orang di sekitar mereka.

FAQ: Tanya Jawab Seputar Kesehatan Mental dan Koping

1. Apa saja tindakan berbahaya yang sering dilakukan orang untuk mengatasi masalah kesehatan mental?

Tindakan berbahaya yang paling sering dilaporkan meliputi isolasi diri dari lingkungan sosial, menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial (doomscrolling), makan berlebihan (comfort eating), dan tidur berlebihan (bed rotting).

2. Mengapa doomscrolling dan isolasi diri dianggap berbahaya?

Doomscrolling dapat meningkatkan kecemasan dan keputusasaan karena terus-menerus terpapar berita negatif. Isolasi diri, di sisi lain, dapat memperburuk perasaan kesepian dan depresi karena mengurangi interaksi sosial yang penting untuk kesejahteraan emosional.

3. Apa saja contoh tindakan positif yang dapat membantu menjaga kesehatan mental?

Tindakan positif yang efektif meliputi menghabiskan waktu di alam, melakukan hobi yang disukai, berolahraga secara teratur, dan menjaga koneksi sosial dengan teman dan keluarga.

4. Apakah ada hubungan antara usia dan cara seseorang mengatasi stres?

Ya, penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia yang lebih muda (di bawah 35 tahun) cenderung lebih sering menggunakan media sosial secara berlebihan dan mengisolasi diri dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.

5. Mengapa penting untuk beralih dari mekanisme koping negatif ke positif?

Mekanisme koping negatif mungkin memberikan kelegaan sementara, namun dalam jangka panjang dapat memperburuk kondisi kesehatan mental. Sebaliknya, mekanisme koping positif tidak hanya membantu mengatasi stres saat ini tetapi juga membangun ketahanan mental jangka panjang.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment