Hasil Darah Urin Negatif di Strip Tapi Positif di Mikroskop? Ini Penjelasan Lengkapnya
INFOLABMED.COM – Pernahkah Anda atau pasien Anda menerima hasil pemeriksaan urine yang membingungkan: di stick urin tidak terdeteksi darah (hasil negatif) namun secara mikroskopis terdapat darah lebih dari 0-1 sel darah merah per lapang pandang besar (LPB)? Kondisi ini dikenal sebagai hematuria mikroskopis (darah hanya terlihat di mikroskop) dengan hasil false negative pada pemeriksaan strip.
Fenomena ini tidak jarang terjadi di laboratorium klinik. Darah dalam urine (hematuria) didefinisikan sebagai adanya eritrosit (sel darah merah) dalam urine dalam jumlah abnormal . Secara normal, dalam sedimen urine setelah sentrifugasi, ditemukan kurang dari 2 eritrosit per LPB . Jika ditemukan lebih dari itu, apalagi secara mikroskopis jelas terlihat, kondisi ini patut diwaspadai.
Artikel ini akan membahas secara tuntas mengapa inkonsistensi antara strip urin dan mikroskop bisa terjadi, faktor-faktor apa saja yang menyebabkannya, serta langkah apa yang harus dilakukan oleh petugas laboratorium dan klinisi.
1. Memahami Perbedaan Prinsip Kerja Strip dan Mikroskop
Sebelum memahami mengapa hasil bisa berbeda, kita harus paham dulu bahwa strip urin dan pemeriksaan mikroskopis mengukur "hal" yang berbeda.
| Aspek | Strip Urin (Tes Kimia) | Mikroskop Sedimen |
|---|---|---|
| Apa yang dideteksi | Aktivitas peroksidase dari hemoglobin (Hb) | Sel darah merah utuh (intak) secara visual |
| Sensitivitas | Sangat tinggi (dapat mendeteksi Hb setara 1-2 eritrosit/LPB) | Standar (batas normal < 2-3 eritrosit/LPB) |
| Target | Hemoglobin bebas (dari sel yang pecah) dan mioglobin | Eritrosit yang masih utuh |
| Interferensi | Banyak zat pengganggu (vitamin C, oksidan) | Lebih sedikit, tergantung ketajaman mata analis |
Dari tabel di atas, jelas bahwa strip mendeteksi hemoglobin secara kimia, sementara mikroskop "melihat" langsung sel darahnya. Jika terjadi ketidaksesuaian, biasanya bukan berarti alat rusak, melainkan ada faktor yang mengganggu reaksi kimia strip atau sel darah sudah hancur .
2. Mengapa Strip Bisa Negatif Padahal Mikroskop Positif? (Penyebab False Negative)
Jika secara mikroskopis terdapat darah lebih dari 0-1 LPB, seharusnya strip memberikan reaksi positif (kecuali dalam kondisi tertentu). Berikut adalah penyebab paling umum hasil false negative pada strip:
A. Pengaruh Vitamin C (Asam Askorbat) Dosis Tinggi
Ini adalah penyebab nomor wahid dan paling sering dijumpai. Vitamin C adalah reduktor kuat yang "menghabiskan" reagen oksidasi pada strip sebelum reagen sempat bereaksi dengan hemoglobin. Akibatnya, strip menunjukkan hasil negatif palsu untuk darah, meskipun di mikroskop sel darahnya jelas terlihat . Efek ini juga mengganggu pemeriksaan glukosa dan bilirubin.
B. Hemolisis Sel Darah Merah (Sel Darah Merah Pecah)
Jika urine tidak segar atau terlalu lama didiamkan, sel darah merah dapat pecah (hemolisis). Strip tetap bisa mendeteksi hemoglobin yang keluar dari sel yang pecah. Namun dalam kasus tertentu, jika kadar hemoglobin yang terlepas sangat rendah (misalnya hanya beberapa sel yang pecah), strip mungkin memberikan hasil negatif atau trace, sementara di mikroskop masih terlihat sisa-sisa sel yang belum pecah sempurna.
C. Kualitas Strip yang Buruk atau Kedaluwarsa
- Kadaluwarsa: Reagen pada strip memiliki masa simpan. Strip yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa kehilangan sensitivitasnya .
- Kontaminasi: Wadah strip yang sering dibuka dan terpapar udara lembab akan menurunkan kualitas reagen.
- Penyimpanan: Strip yang disimpan di tempat panas atau lembab akan rusak lebih cepat.
D. Kesalahan Teknis (Human Error)
- Terlalu cepat membaca: Hasil strip harus dibaca tepat pada waktu yang ditentukan (biasanya 60 detik). Membaca terlalu cepat dapat memberikan hasil negatif palsu.
- Terlalu lama mencelupkan: Mencelupkan strip terlalu lama juga dapat "mencuci" reagen dari bantalan.
- Urine tidak tercampur: Jika darah menggumpal atau mengendap di dasar wadah, saat strip dicelupkan di bagian permukaan, bisa saja tidak mengenai area yang mengandung darah.
3. Kondisi Klinis yang Mendasari Hematuria (Mengapa Mikroskop Positif)
Terlepas dari masalah teknis di atas, jika mikroskop menunjukkan sel darah merah > 0-1 LPB (normalnya < 2-3 per LPB), maka pasien mengalami hematuria sejati yang perlu dicari penyebabnya . Berikut adalah penyebab utama hematuria yang harus diwaspadai:
A. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Ini adalah penyebab tersering hematuria. Peradangan pada dinding kandung kemih atau uretra membuat pembuluh darah rapuh dan mudah pecah. Biasanya disertai dengan leukosituria (banyak sel darah putih) dan bakteri .
B. Batu Saluran Kemih (Nefrolitiasis)
Batu yang bergerak atau bergesekan dengan dinding ureter atau ginjal menyebabkan luka mikroskopis. Hematuria jenis ini biasanya disertai nyeri hebat di pinggang atau perut (kolik) dan bisa dijumpai kristal urin tertentu .
C. Glomerulonefritis (Peradangan Ginjal)
Ini adalah kondisi di mana unit filter ginjal (glomerulus) mengalami peradangan. Ciri khasnya adalah ditemukannya sel darah merah dismorfik (bentuknya tidak beraturan karena rusak saat melewati filter yang meradang) dan silinder eritrosit (red cell cast) .
D. Penyebab Lainnya
- Aktivitas fisik berat (Jogger's Hematuria): Olahraga berat seperti lari maraton dapat menyebabkan hematuria sementara yang akan hilang dalam 72 jam .
- Trauma: Cedera pada ginjal atau kandung kemih.
- Pembesaran Prostat (BPH): Pada pria lanjut usia, pembuluh darah di permukaan prostat yang membesar mudah pecah .
- Keganasan: Tumor pada ginjal, ureter, atau kandung kemih (biasanya pada pasien usia > 40 tahun tanpa gejala infeksi).
4. Langkah yang Harus Dilakukan oleh Laboratorium
Jika ditemukan hasil diskordan (strip negatif, mikroskop positif):
- Cek Kadar Vitamin C (jika memungkinkan): Beberapa strip modern memiliki bantalan khusus untuk mendeteksi Vitamin C. Jika positif, ini menjelaskan mengapa hasil darah negatif palsu.
- Ulang dengan Urine Segar: Minta pasien untuk mengeluarkan urine baru. Pastikan urine diperiksa dalam waktu < 2 jam. Ini mengeliminasi kemungkinan hemolisis akibat penyimpanan.
- Gunakan Strip dari Batch Berbeda: Coba dengan strip baru yang belum terbuka untuk menyingkirkan kemungkinan strip rusak.
- Konfirmasi dengan Mikroskop: Mikroskop adalah standar emas untuk konfirmasi sel darah merah. Jika mikroskop positif, laporan tetap harus menyatakan adanya hematuria, dan strip dianggap memberikan hasil negatif palsu akibat interferensi.
5. Apa yang Harus Dilakukan Dokter atau Pasien?
Bagi dokter atau pasien yang menerima hasil seperti ini:
- Jangan Abaikan: Hasil mikroskop yang positif berarti ada darah di urine. Jangan terpaku pada hasil strip yang negatif.
- Tanyakan Riwayat: Apakah pasien mengonsumsi suplemen Vitamin C dosis tinggi? Apakah urine sudah lama didiamkan sebelum diperiksa?
- Cek Gejala: Apakah ada nyeri saat kencing (disuria), demam, atau nyeri pinggang? Jika ada, curiga ISK atau batu.
- Lakukan Kultur Urin: Jika dicurigai infeksi.
- Lakukan Pemeriksaan Lanjutan: Jika hematuria menetap tanpa penyebab jelas (terutama pada pasien usia > 35-40 tahun), diperlukan pemeriksaan USG urologi atau sitologi untuk menyingkirkan keganasan.
Kesimpulan
Fenomena di stick urin tidak terdeteksi darah namun secara mikroskopis terdapat darah lebih dari 0-1 adalah kondisi yang umum terjadi akibat interferensi zat seperti Vitamin C atau karena hemolisis sel darah merah.
Poin penting yang harus diingat:
- Mikroskop adalah "Hakim" untuk sel darah merah. Jika mikroskop bilang ada darah, maka ada darah (hematuria).
- Strip negatif tidak selalu berarti aman, terutama jika pasien mengonsumsi suplemen Vitamin C.
- Jika Anda menemukan hasil ini di laporan, jangan terburu puas. Hubungi laboratorium untuk konfirmasi atau lakukan pemeriksaan ulang dengan urine segar.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].
Post a Comment