Satu Kasus Tuberkulosis Aktif Ditemukan Di Bedok, Kontak Tracing Diperluas

Table of Contents
Satu Kasus Tuberkulosis Aktif Ditemukan Di Bedok, Kontak Tracing Diperluas

INFOLABMED.COM - - Satu kasus tuberkulosis (TB) aktif telah terdeteksi menyusul berakhirnya kegiatan skrining di Bedok, Singapura. Otoritas Penyakit Menular (Communicable Diseases Agency - CDA) mengumumkan bahwa mereka saat ini tengah melakukan penelusuran kontak (contact tracing) secara intensif untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi orang-orang yang memiliki interaksi erat dengan pasien tersebut.

Pasien yang didiagnosis positif TB aktif ini telah memulai pengobatan dan dilaporkan dalam kondisi baik. Pihak berwenang menegaskan bahwa pasien tersebut akan dinyatakan tidak menular setelah menyelesaikan dua minggu masa pengobatan.

Kegiatan skrining yang berlokasi di berbagai titik di Bedok, termasuk Heartbeat@Bedok, Pusat Makanan & Pasar Bedok Blok 216, dan Singapore Pools Bedok Betting Centre, telah menjangkau ribuan orang sejak awal Mei. Dari total 3.525 orang yang menjalani skrining, mayoritas, yaitu 85,6 persen, dinyatakan negatif dan tidak memerlukan tindakan lanjutan.

Namun, sekitar 14,4 persen atau 509 orang menunjukkan hasil positif pada tes darah awal. Kelompok ini kemudian diwajibkan untuk menjalani rontgen dada (chest X-ray) sebagai langkah tindak lanjut guna menentukan apakah mereka menderita TB aktif atau infeksi TB laten.

Dari 447 orang yang telah menyelesaikan rontgen dada, satu individu didiagnosis dengan TB aktif. Sementara itu, sebanyak 42 orang akan menjalani evaluasi lebih lanjut di Pusat Perawatan Tuberkulosis Nasional (National Tuberculosis Care Centre).

CDA menjelaskan bahwa ini merupakan langkah pencegahan, karena individu tersebut mungkin tidak menderita TB aktif tetapi menunjukkan kelainan minor pada hasil rontgen dada mereka. Mereka akan menjalani penilaian klinis yang menyeluruh.

Bagi sebagian besar orang yang tersisa, hasil rontgen dada mereka normal, yang mengindikasikan kemungkinan infeksi sebelumnya atau infeksi TB laten.

Berdasarkan hasil yang diperoleh sejauh ini, CDA telah menyimpulkan pelaksanaan skrining di Bedok. Namun, mereka akan terus menindaklanjuti individu yang masih dalam proses pemeriksaan di SATA CommHealth Bedok Clinic atau Pusat Skrining Tuberkulosis Nasional.

Penting untuk dicatat bahwa layanan skrining dan tes lanjutan ini ditawarkan secara gratis hingga 5 Juni. Angka kasus TB aktif dan infeksi TB laten yang terdeteksi dari skrining di Bedok dilaporkan berada dalam kisaran yang diharapkan oleh otoritas kesehatan.

Di Singapura, tuberkulosis tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, Kementerian Kesehatan (MOH) mencatat bahwa sekitar 90 persen individu yang terinfeksi TB laten tidak menunjukkan gejala dan bakteri penyebab TB tetap tidak aktif di dalam tubuh mereka sepanjang hidup.

Namun, terdapat risiko perkembangbiakan bakteri ini. Sekitar 5 persen orang dengan TB laten dapat mengembangkan TB aktif dalam dua tahun pertama setelah terinfeksi.

Sisanya, sekitar 5 persen lagi, dapat mengembangkan TB aktif kapan saja setelah dua tahun dan selama masa hidup mereka.

Sebagai gambaran, pada tahun 2024, terdapat 1.156 kasus baru TB aktif di antara penduduk Singapura, dengan tingkat insidensi sebesar 27,6 kasus per 100.000 penduduk. Sementara itu, infeksi TB laten cukup umum terjadi di populasi, dengan tingkat yang bisa mencapai 30 persen pada kelompok usia yang lebih tua.

Temuan dari skrining di Bedok ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan upaya berkelanjutan dalam penanggulangan TB.

FAQ (Tanya Jawab)

TB aktif adalah bentuk infeksi TB di mana bakteri menyebabkan gejala penyakit dan dapat menular. TB laten adalah kondisi di mana bakteri TB ada di dalam tubuh tetapi tidak aktif, tidak menyebabkan gejala, dan tidak menular.

Namun, orang dengan TB laten berisiko mengembangkan TB aktif di kemudian hari.

Mengapa skrining TB dilakukan? Skrining TB dilakukan untuk mendeteksi infeksi TB sedini mungkin, terutama pada individu yang berisiko tinggi atau berada di area dengan potensi penyebaran. Deteksi dini memungkinkan pengobatan segera, mencegah penyebaran penyakit, dan mengurangi risiko komplikasi.

Apa saja gejala umum TB aktif? Gejala umum TB aktif meliputi batuk berkepanjangan (lebih dari dua minggu), batuk berdahak yang bisa disertai darah, nyeri dada, demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan kelelahan.

Bagaimana cara penularan TB? TB ditularkan melalui udara ketika seseorang dengan TB paru aktif batuk, bersin, berbicara, atau menyanyi, melepaskan bakteri TB ke udara. Orang lain dapat terinfeksi jika menghirup tetesan udara yang mengandung bakteri tersebut.

Ya, TB adalah penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan lengkap. Pengobatan TB melibatkan penggunaan beberapa jenis antibiotik selama beberapa bulan.

Kepatuhan terhadap jadwal pengobatan sangat penting untuk keberhasilan penyembuhan dan mencegah resistensi obat.

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Post a Comment