Rekam Medis Tunggal Pasien Akan Hadir Di Inggris: Revolusi Layanan Kesehatan Atau Ancaman Baru?

Table of Contents
Rekam Medis Tunggal Pasien Akan Hadir Di Inggris: Revolusi Layanan Kesehatan Atau Ancaman Baru?

INFOLABMED.COM - Inggris Bersiap Merilis Undang-Undang Baru untuk Integrasi Data Kesehatan.

Sebuah terobosan besar dalam sistem kesehatan Inggris akan segera diumumkan.

Undang-undang baru ini akan mewajibkan para dokter umum (GP) dan rumah sakit untuk berbagi data pasien secara sistematis.

Tujuan utamanya adalah menciptakan satu rekam medis tunggal (SPR) untuk setiap individu.

Inisiatif ini merupakan bagian dari investasi senilai 10 miliar poundsterling untuk digitalisasi layanan kesehatan.

Menteri Kesehatan, Wes Streeting, menyatakan bahwa kemudahan akses data ini akan menjadi "pengubah permainan" yang mampu menyelamatkan nyawa.

Reformasi ini diharapkan dapat mengakhiri keharusan pasien untuk terus-menerus mengulang riwayat medis mereka.

Hal ini juga akan membantu tenaga medis darurat, seperti paramedis, untuk segera mengakses informasi penting pasien saat kondisi kritis.

"Sebagai pasien, tidak ada yang lebih membuat frustrasi daripada harus mengulang riwayat medis Anda di setiap janji temu," ujar Streeting.

Ia menambahkan, "Ketika paramedis tiba di lokasi pasien serangan jantung dan stroke, mereka tidak dapat melihat rekam medis pasien, yang membahayakan mereka lebih besar."

"Untuk pertama kalinya, rekam medis tunggal akan berarti pasien mendapatkan kendali nyata atas perawatan mereka melalui akun data yang tunggal, aman, dan otoritatif," lanjutnya.

"Ini akan menjadi pengubah permainan yang memungkinkan staf NHS melihat rekam medis pasien, memungkinkan mereka memberikan perawatan yang lebih baik dengan lebih cepat dan nyaman, bahkan menyelamatkan nyawa."

Saat ini, sebagian informasi darurat memang sudah tersedia, seperti obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan alergi yang diketahui.

Namun, rumah sakit seringkali masih kesulitan mengakses riwayat medis pasien secara lengkap.

Para GP pun harus menunggu surat elektronik dari konsultan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien di rumah sakit.

SPR ini direncanakan akan tersedia bagi para klinisi di beberapa bagian NHS secepatnya tahun depan.

Area prioritas awal termasuk perawatan kebidanan dan perawatan untuk pasien lemah atau rentan (frailty care).

Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC) mengonfirmasi hal ini.

Undang-undang ini juga akan menjadi bagian dari RUU Kesehatan yang dijadwalkan akan menghapuskan NHS England pada tahun 2027.

DHSC menyatakan bahwa pasien akan menerima perawatan yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih akurat dengan adanya SPR.

Informasi kesehatan yang tersebar dari berbagai penyedia layanan akan terintegrasi.

Pasien juga akan memiliki kontrol dan transparansi yang lebih besar atas data mereka.

Dengan adanya pengamanan yang jelas, jejak audit, dan pilihan mengenai penggunaan data, privasi akan terjaga.

Bagi para klinisi, ini berarti tidak ada lagi bekerja dengan informasi yang hilang atau harus mencari data di berbagai tempat.

Departemen menambahkan bahwa RUU yang akan datang akan memungkinkan pemrosesan informasi terkait kesehatan dan perawatan pasien untuk tujuan pembentukan dan pengoperasian rekam medis tunggal.

Sistem ini dirancang agar tangguh terhadap ancaman pelanggaran data.

Masyarakat umum dan para profesional kesehatan akan dilibatkan dalam konsultasi selama proses perancangan sistem ini.

Dr. Alec Price-Forbes, pejabat informasi klinis utama nasional di NHS England, optimis bahwa inisiatif ini akan "merevolusi perawatan pasien di seluruh negeri."

Saat ini, para GP berperan sebagai pengendali data rekam medis pasien mereka dan dapat membagikannya untuk tujuan penelitian.

Sementara itu, rumah sakit individual mengelola data mereka sendiri.

Undang-undang baru ini akan menggeser tanggung jawab dan kepemilikan data, serta memaksa berbagi informasi.

Pemimpin GP dilaporkan memiliki kekhawatiran mengenai potensi tanggung jawab hukum jika terjadi kesalahan data yang disebabkan oleh penyedia layanan lain.

Mereka memperingatkan bahwa tanpa kejelasan hukum dan ganti rugi, berbagi data justru bisa melambat, bukan dipercepat.

British Medical Association (BMA) sebelumnya telah menyerukan agar para dokter tetap memegang kendali atas data GP dalam rekam medis tunggal, bukan DHSC.

Komite GP BMA khawatir bahwa setiap langkah untuk mengambil alih kendali data dari GP akan merusak kepercayaan dan berisiko terhadap kerahasiaan.

NHS Alliance, yang mewakili rumah sakit dan para pemimpin NHS, menyatakan dalam sebuah pernyataan, "Rekam medis tunggal dapat membuat NHS bekerja lebih baik dan membantu berbagai layanan terhubung dengan lebih lancar."

"Ini juga berpotensi memberikan pasien kontrol lebih besar atas perawatan mereka sendiri," lanjut mereka.

"Anggota kami menginginkan RUU ini secara jelas menguraikan siapa yang bertanggung jawab atas data pasien, baik saat digunakan untuk memberikan perawatan maupun untuk tujuan lain, seperti penelitian."

"Ini berarti harus eksplisit tentang siapa yang mengontrol data mana, siapa yang bertanggung jawab secara hukum jika terjadi kesalahan, data apa yang dapat digunakan, dan apa yang harus diberitahukan kepada pasien."

"Tanpa kejelasan tersebut, ada risiko nyata RUU ini akan kesulitan disetujui di parlemen dengan lancar dan kepercayaan publik terhadap rekam medis tunggal akan terkikis."

FAQ: Rekam Medis Tunggal Pasien di Inggris

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait rencana implementasi rekam medis tunggal pasien di Inggris:

1. Apa itu Rekam Medis Tunggal (SPR) dan mengapa ini penting?

SPR adalah sebuah sistem terintegrasi yang akan menyatukan seluruh riwayat medis seorang pasien dari berbagai penyedia layanan kesehatan, baik dokter umum maupun rumah sakit, ke dalam satu basis data tunggal.

Ini penting untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan medis, mempercepat diagnosis dan perawatan, serta memberikan pasien kontrol lebih besar atas informasi kesehatan mereka.

2. Siapa yang akan memiliki akses ke data dalam SPR?

Akses ke SPR akan diberikan kepada para profesional kesehatan yang berwenang, termasuk dokter umum, staf rumah sakit, dan paramedis, ketika mereka merawat pasien.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa informasi yang relevan tersedia bagi mereka yang membutuhkannya untuk memberikan perawatan terbaik.

Meskipun demikian, akan ada pengamanan yang ketat, jejak audit, dan pilihan bagi pasien mengenai bagaimana data mereka digunakan.

3. Apa saja kekhawatiran utama dari para dokter umum (GP) terkait SPR?

Kekhawatiran utama GP adalah mengenai tanggung jawab hukum jika terjadi kesalahan data yang dimasukkan oleh penyedia layanan lain ke dalam SPR.

Mereka juga khawatir tentang potensi kerugian kepercayaan dan kerahasiaan jika data mereka tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali mereka sendiri.

Ada permintaan untuk kejelasan hukum dan ganti rugi sebelum sistem ini sepenuhnya diterapkan.

4. Bagaimana RUU ini akan memastikan keamanan dan privasi data pasien?

Pemerintah mengklaim bahwa sistem SPR akan dirancang agar tangguh terhadap ancaman pelanggaran data.

Undang-undang ini akan mencakup pengamanan yang kuat, jejak audit untuk melacak akses data, dan konsultasi publik untuk memastikan transparansi.

Pasien juga diharapkan memiliki pilihan lebih besar mengenai penggunaan data mereka.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment