PCR ABL1: Panduan Lengkap Deteksi dan Monitoring Leukemia Myeloid Kronis (CML)
INFOLABMED.COM – Dalam diagnosis dan monitoring penyakit keganasan darah seperti Leukemia Myeloid Kronis (CML) , pemeriksaan PCR ABL1 menempati posisi yang sangat sentral. Bahkan, pemeriksaan ini disebut sebagai standar emas (gold standard) untuk memantau respons terapi dan mendeteksi sisa sel kanker sekecil apapun (minimal residual disease/MRD).
PCR ABL1 sebenarnya merujuk pada pemeriksaan molekuler yang mendeteksi gen fusi BCR::ABL1—gen abnormal yang terbentuk akibat pertukaran materi genetik antara kromosom 9 dan 22, yang menghasilkan kromosom Philadelphia. Gen fusi ini menghasilkan protein tirosin kinase yang selalu aktif dan memicu pertumbuhan sel leukemia yang tidak terkendali.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang PCR ABL1, mulai dari definisi, jenis pemeriksaan, prosedur, hingga interpretasi hasilnya.
Apa Itu PCR ABL1?
PCR ABL1 adalah pemeriksaan berbasis Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang mendeteksi dan mengukur jumlah transkrip gen fusi BCR::ABL1 dalam sampel darah atau sumsum tulang pasien.
Ada dua jenis utama pemeriksaan PCR ABL1:
| Jenis PCR ABL1 | Tujuan | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Kualitatif (Multiplex PCR) | Mendeteksi ada/tidaknya gen fusi BCR::ABL1 dan menentukan tipe transkrip (e13a2, e14a2/p210 atau e1a2/p190) | Saat diagnosis awal atau saat dicurigai CML/ALL |
| Kuantitatif (Real-Time PCR / RQ-PCR) | Mengukur kadar transkrip BCR::ABL1 secara numerik (persentase) untuk memantau respons terapi | Selama masa follow-up dan monitoring pengobatan |
Mengapa Pemeriksaan PCR ABL1 Sangat Penting?
1. Diagnosis dan Konfirmasi CML
Sekitar 95% kasus CML menunjukkan adanya gen fusi BCR::ABL1. Oleh karena itu, deteksi gen ini merupakan kunci diagnosis CML, selain pemeriksaan sitogenetik (karyotyping) dan FISH.
2. Menentukan Tipe Transkrip (Subtipe)
Terdapat variasi titik putus (breakpoint) pada gen BCR yang menghasilkan tipe transkrip berbeda:
- Major transcript (p210): Dihasilkan dari fusi e13a2 atau e14a2. Ini adalah tipe yang paling sering ditemukan pada CML dewasa (sekitar 98% kasus).
- Minor transcript (p190): Dihasilkan dari fusi e1a2. Lebih sering ditemukan pada leukemia limfoblastik akut (ALL) Philadelphia-positif.
- Rare transcript (p230): Ditemukan pada kasus langka CML dengan trombositosis berat.
Mengetahui tipe transkrip sangat penting karena menentukan primer spesifik yang akan digunakan untuk monitoring selanjutnya.
3. Monitoring Respons Terapi TKI
Pasien CML umumnya menerima terapi Tyrosine Kinase Inhibitors (TKI) seperti imatinib, nilotinib, atau dasatinib. PCR kuantitatif BCR-ABL1 dilakukan secara berkala (setiap 3-6 bulan) untuk menilai seberapa baik respons terhadap obat.
Target respons molekuler berdasarkan European LeukemiaNet (ELN) 2020: | Waktu | Target Respons Molekuler | |---|---| | 3 bulan | BCR-ABL1 ≤ 10% (International Scale) | | 6 bulan | BCR-ABL1 ≤ 1% | | 12 bulan | BCR-ABL1 ≤ 0.1% (MR3 / MMR) | | Kapan saja | BCR-ABL1 ≤ 0.01% (MR4.5) untuk Deep Molecular Response |
Catatan: Hasil dinyatakan dalam International Scale (IS) sehingga dapat dibandingkan antar laboratorium di seluruh dunia.
4. Mendeteksi Resistensi TKI (Mutasi ABL1 Kinase Domain)
Jika kadar BCR-ABL1 tidak kunjung turun atau justru meningkat (loss of response), dokter akan mencurigai terjadinya mutasi pada wilayah kinase domain gen ABL1. Mutasi ini menyebabkan protein BCR-ABL1 menjadi resisten terhadap TKI tertentu.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi mutasi:
- Mutasi ABL1 (DNA Sequencing): Metode seperti NGS (Next Generation Sequencing) atau Sanger sequencing untuk mengidentifikasi jenis mutasi.
- AS-PCR (Allele-Specific PCR): Metode yang sangat sensitif (hingga 0.01%) dan cepat untuk mendeteksi mutasi spesifik seperti T315I (mutasi yang resisten terhadap hampir semua TKI kecuali ponatinib dan asciminib).
Prosedur Pemeriksaan PCR ABL1
Persiapan Pasien
Tidak ada persyaratan khusus seperti puasa. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja.
Sampel yang Diperlukan
- Darah tepi: 5-10 mL dalam tabung EDTA (antikoagulan).
- Sumsum tulang (aspirat): 1-2 mL, diambil dari aspirasi awal (early aspirate).
Waktu Pengiriman Sampel
- Sampel harus segera dikirim ke laboratorium dalam kondisi suhu ruangan (jangan dibekukan).
- Sampel harus diterima laboratorium dalam 24-72 jam setelah pengambilan.
Proses Laboratorium
- Isolasi RNA dari sel darah putih atau sel sumsum tulang.
- Reverse Transcription (RT): RNA diubah menjadi cDNA (DNA komplementer).
- Amplifikasi PCR: cDNA diamplifikasi dengan primer spesifik untuk transkrip BCR-ABL1.
- Deteksi: Menggunakan probe fluoresen (TaqMan) untuk kuantifikasi real-time.
Waktu pengerjaan (turn-around time) umumnya 2-14 hari tergantung kompleksitas dan urgensi.
Interpretasi Hasil PCR ABL1
1. Hasil Kualitatif (Diagnosis)
- Positif: Ditemukan gen fusi BCR-ABL1. Mendukung diagnosis CML atau ALL Ph+.
- Negatif: Tidak ditemukan gen fusi. Tidak mengesampingkan diagnosis sepenuhnya karena sensitivitas terbatas (1 sel positif dalam 1000 sel / 0.1%).
2. Hasil Kuantitatif (Monitoring)
Hasil dinyatakan sebagai rasio BCR-ABL1 / ABL1 (gen kontrol) x 100%.
| Level | Interpretasi | Keterangan |
|---|---|---|
| >10% pada bulan ke-3 | Suboptimal response | Perlu evaluasi dan mungkin penggantian TKI |
| 1% - 10% | Minor Molecular Response (MMR belum tercapai) | Lanjutkan TKI, pantau setiap 3 bulan |
| ≤0.1% (MR3/MMR) | Major Molecular Response | Target minimal, prognosis baik |
| ≤0.01% (MR4.5) | Deep Molecular Response | Kandidat untuk diskusi penghentian TKI (TFR) |
3. Deteksi Mutasi Resistensi
- T315I: Resisten terhadap imatinib, nilotinib, dasatinib, bosutinib. Memerlukan ponatinib atau asciminib.
- E255K/V, Y253H/F: Resisten terhadap imatinib, sensitivitas rendah terhadap nilotinib.
- F359V, V299L: Resisten terhadap imatinib, sensitivitas rendah terhadap dasatinib.
Keunggulan PCR ABL1 Dibanding Metode Lain
| Metode | Sensitivitas | Keunggulan | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Karyotyping | 5-10% | Melihat kromosom secara global | Tidak sensitif, perlu sel membelah |
| FISH | 0.1-1% | Cepat, visual | Tidak bisa kuantifikasi serendah PCR |
| PCR ABL1 (RQ-PCR) | 0.001% - 0.01% (MR4.5-MR5) | Paling sensitif, standar emas untuk MRD | Membutuhkan keahlian khusus |
| PCR ABL1 (AS-PCR) | 0.01% (VAF) | Deteksi mutasi spesifik, cepat, murah | Hanya untuk mutasi yang diketahui |
| NGS (Next Generation Seq) | 3-5% hingga <1% | Mendeteksi semua mutasi yang mungkin | Lebih mahal, waktu lebih lama |
Tren Terbaru dalam PCR ABL1
1. Digital PCR (dPCR)
Metode baru yang menjanjikan untuk mengukur BCR-ABL1 secara absolut tanpa kurva standar. Beberapa penelitian menunjukkan dPCR memiliki keunggulan dalam:
- Presisi lebih tinggi pada tingkat MRD yang sangat rendah.
- Stabilitas antar laboratorium lebih baik.
2. DNA-based NGS untuk Deteksi Mutasi
Meskipun umumnya menggunakan RNA (cDNA), pendekatan berbasis DNA mulai dikembangkan untuk mendeteksi mutasi ABL1. Keunggulannya: DNA lebih stabil dibanding RNA, sehingga cocok untuk sampel arsip atau pengiriman jarak jauh.
Kesimpulan
PCR ABL1 adalah pilar utama dalam manajemen pasien CML dan ALL Ph+. Pemeriksaan ini tidak hanya vital untuk menegakkan diagnosis dan menentukan tipe transkrip, tetapi juga memandu terapi TKI, mendeteksi resistensi dini, serta menentukan kapan pasien dapat menghentikan pengobatan dengan aman (treatment-free remission/TFR).
Dengan perkembangan teknologi seperti digital PCR dan NGS, akurasi dan sensitivitas pemeriksaan PCR ABL1 terus meningkat, memberikan harapan lebih besar bagi pasien leukemia untuk mencapai kesembuhan fungsional dan kualitas hidup yang lebih baik.
Jika Anda atau keluarga sedang menjalani terapi untuk CML atau leukemia, pastikan untuk rutin melakukan pemeriksaan PCR ABL1 sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter. Konsultasikan setiap perubahan hasil dengan tim hematologi Anda.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].
Post a Comment