Mengenali Tanda-tanda Scabies: Gejala, Penyebab, Dan Cara Penanganannya

Table of Contents
Mengenali Tanda-tanda Scabies: Gejala, Penyebab, Dan Cara Penanganannya

INFOLABMED.COM - Scabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei.

Tungau ini menggali terowongan di dalam lapisan atas kulit.

Hal ini menyebabkan rasa gatal yang luar biasa, terutama pada malam hari.

Gejala Utama Scabies

Gejala scabies biasanya muncul beberapa minggu setelah terinfeksi.

Gejala yang paling umum adalah rasa gatal yang intens.

Rasa gatal ini seringkali memburuk pada malam hari.

Hal ini dapat mengganggu tidur dan kualitas hidup penderita.

Ruam juga merupakan tanda khas scabies.

Ruam ini seringkali tampak seperti bentol-bentol kecil berwarna merah.

Ruam juga bisa menyerupai garis-garis halus atau berkelok-kelok.

Garis-garis ini adalah jejak terowongan yang digali oleh tungau.

Area tubuh yang paling sering terkena meliputi sela-sela jari tangan.

Pergelangan tangan juga sering menjadi lokasi ruam.

Siku dan lutut bagian belakang bisa terpengaruh.

Area ketiak juga rentan.

Bagian pinggang dan genetalia juga bisa mengalami ruam.

Pada bayi dan anak kecil, ruam bisa muncul di kepala dan leher.

Telapak tangan dan telapak kaki juga bisa terkena pada kelompok usia ini.

Modifikasi ruam dapat bervariasi tergantung pada reaksi alergi individu terhadap tungau.

Beberapa orang mungkin hanya mengalami bintik merah kecil.

Sementara yang lain bisa mengembangkan lecet atau luka.

Luka ini dapat terjadi akibat garukan yang berlebihan.

Garukan yang terus-menerus dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder.

Infeksi bakteri ini dapat memperburuk kondisi kulit.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga kadang terjadi.

Ini adalah respons tubuh terhadap peradangan.

Penyebab Scabies

Scabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei.

Tungau betina dewasa menggali ke dalam kulit.

Mereka bertelur di sana.

Telur-telur ini kemudian menetas menjadi larva.

Larva ini bergerak ke permukaan kulit.

Kemudian mereka dewasa dan kembali menggali terowongan.

Penularan scabies sangat mudah terjadi.

Kontak kulit-ke-kulit yang berkepanjangan adalah cara penularan utama.

Ini sering terjadi dalam keluarga atau lingkungan padat.

Berbagi pakaian, seprai, atau handuk yang terkontaminasi juga bisa menularkan scabies.

Namun, penularan melalui benda mati ini kurang umum dibandingkan kontak langsung.

Hewan peliharaan umumnya tidak menularkan scabies kepada manusia.

Ada jenis tungau yang menyerang hewan, tetapi berbeda dengan yang menginfeksi manusia.

Faktor Risiko Scabies

Lingkungan yang padat penduduk meningkatkan risiko penularan.

Tempat seperti panti jompo, rumah sakit, dan penjara rentan terhadap wabah scabies.

Kontak seksual juga merupakan cara penularan yang umum.

Karena itu, scabies sering dikategorikan sebagai Infeksi Menular Seksual (IMS).

Kurangnya kebersihan pribadi bisa memperburuk penyebaran.

Namun, scabies bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang kebersihan.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin mengalami gejala yang lebih parah.

Mereka bisa mengembangkan kondisi yang disebut Norwegian scabies.

Ini adalah bentuk scabies yang sangat menular.

Di mana ada banyak tungau dan kerak tebal pada kulit.

Diagnosis Scabies

Diagnosis scabies biasanya dilakukan oleh dokter.

Dokter akan menanyakan riwayat gejala.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat ruam dan terowongan.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter mungkin mengambil sampel kulit.

Sampel ini diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari tungau, telur, atau kotorannya.

Penanganan Scabies

Scabies dapat diobati dengan obat-obatan khusus.

Obat-obatan ini biasanya berupa krim atau losion.

Krim permetrin adalah obat yang paling umum diresepkan.

Obat lain seperti lindane, malathion, atau sulfur juga bisa digunakan.

Obat biasanya dioleskan ke seluruh tubuh.

Dari leher ke bawah.

Diikuti petunjuk dokter mengenai lama pengobatan.

Penting untuk mengoleskan obat secara merata.

Termasuk area kuku dan sela-sela jari.

Pengobatan seringkali perlu diulang setelah satu minggu.

Ini untuk memastikan semua tungau dan telurnya mati.

Semua anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah perlu diobati.

Meskipun mereka tidak menunjukkan gejala.

Ini untuk mencegah penularan kembali.

Pakaian, seprai, dan handuk harus dicuci dengan air panas.

Suhu setidaknya 60 derajat Celcius.

Kemudian dikeringkan dengan mesin pengering panas.

Barang-barang yang tidak bisa dicuci bisa diisolasi dalam kantong plastik kedap udara.

Selama minimal 72 jam.

Gatal bisa berlangsung beberapa minggu setelah pengobatan.

Ini karena reaksi alergi terhadap tungau yang mati.

Antihistamin oral dapat membantu meredakan gatal.

Jika terjadi infeksi bakteri sekunder, antibiotik mungkin diperlukan.

Pencegahan Scabies

Mencegah scabies melibatkan pemahaman tentang cara penularannya.

Menghindari kontak kulit-ke-kulit yang tidak perlu.

Terutama dengan orang yang diketahui menderita scabies.

Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Mencuci semua pakaian dan perlengkapan tidur secara teratur.

Jika Anda berada di lingkungan berisiko tinggi.

Seperti asrama atau panti jompo.

Tetap waspada terhadap gejala.

Segera cari pertolongan medis jika muncul ruam dan gatal.

Pemeriksaan dan pengobatan dini sangat penting.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas.

FAQ (Tanya Jawab)

1. Apakah scabies bisa sembuh total?

Ya, scabies bisa sembuh total dengan pengobatan yang tepat.

Pengobatan biasanya melibatkan penggunaan krim atau losion anti-scabies.

Selain itu, penting untuk membersihkan semua barang yang terkontaminasi.

Seperti pakaian, seprai, dan handuk, dengan cara yang benar.

2. Berapa lama rasa gatal akan hilang setelah pengobatan?

Rasa gatal bisa berlangsung selama beberapa minggu setelah pengobatan berhasil.

Ini disebabkan oleh reaksi alergi tubuh terhadap tungau yang telah mati.

Gatal yang persisten mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter.

3. Apakah scabies hanya menyerang orang yang tidak menjaga kebersihan?

Tidak, scabies bisa menyerang siapa saja tanpa memandang tingkat kebersihan.

Scabies menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit.

Sehingga orang yang tinggal atau berinteraksi dekat dengan penderita lebih berisiko.

Meskipun kebersihan yang baik membantu mencegah penularan secara umum.

Namun, scabies tetap bisa terjadi pada individu yang sangat bersih.

Scabies adalah infeksi yang disebabkan oleh tungau, bukan kurangnya kebersihan semata.

Memahami tanda-tanda scabies dan gejalanya adalah langkah awal yang krusial.

Dengan mengenali ruam, gatal yang parah, dan area tubuh yang umum terkena.

Anda dapat segera mencari diagnosis dan penanganan medis.

Pengobatan yang efektif dan tindakan pencegahan akan membantu mengendalikan penyebaran.

Serta memulihkan kesehatan kulit Anda.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment