Mengenal Gejala Scabies Pada Manusia: Panduan Lengkap

Table of Contents
Mengenal Gejala Scabies Pada Manusia: Panduan Lengkap

INFOLABMED.COM - Scabies merupakan penyakit kulit yang sangat menular.

Penyakit ini disebabkan oleh infestasi tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei.

Tungau ini menggali terowongan di bawah permukaan kulit manusia.

Proses penggalian inilah yang memicu timbulnya gejala.

Gejala Utama Scabies pada Manusia

Gejala scabies biasanya tidak muncul segera setelah infestasi.

Dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 6 minggu agar gejala pertama kali terasa.

Pada orang yang pernah terinfeksi sebelumnya, gejala bisa muncul lebih cepat, bahkan dalam beberapa hari.

Gatal yang Sangat Hebat

Gejala paling khas dan mengganggu dari scabies adalah rasa gatal.

Rasa gatal ini biasanya sangat intens.

Gatal tersebut seringkali lebih buruk di malam hari.

Hal ini dikarenakan tungau lebih aktif menggali dan berkembang biak saat suhu tubuh menurun di malam hari.

Gatal yang hebat ini dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

Gaya hidup penderita scabies bisa sangat terpengaruh karena rasa gatal yang tak kunjung reda.

Ruam Khas

Selain gatal, scabies juga menimbulkan ruam pada kulit.

Ruam ini seringkali tampak seperti benjolan kecil merah.

Bisa juga terlihat seperti lepuhan kecil.

Kadang-kadang, garis-garis halus berwarna keperakan atau kemerahan dapat terlihat di kulit.

Garis-garis ini merupakan terowongan yang digali oleh tungau betina.

Terowongan ini sering disebut sebagai 'burrows' dalam istilah medis.

Tidak semua penderita scabies akan melihat terowongan ini dengan jelas.

Terkadang, ruam bisa menyerupai jerawat atau reaksi alergi lainnya.

Area Tubuh yang Sering Terdampak

Scabies cenderung menyerang area kulit tertentu pada tubuh manusia.

Pada orang dewasa, area yang paling sering terinfeksi meliputi:

  • Sela-sela jari tangan.
  • Bagian dalam pergelangan tangan.
  • Siku bagian luar.
  • Ketiak.
  • Garis pinggang.
  • Area sekitar puting susu pada wanita.
  • Bagian bawah perut dan pinggul.
  • Alat kelamin pada pria.

Pada bayi dan anak kecil, pola penyerangan scabies bisa sedikit berbeda.

Area yang umum terkena pada bayi meliputi:

  • Telapak tangan dan kaki.
  • Wajah.
  • Kulit kepala.
  • Leher.
  • Punggung.

Perbedaan ini dikarenakan perbedaan ketebalan kulit dan respons imun pada kelompok usia yang berbeda.

Gejala Tambahan

Menggaruk area yang gatal secara terus-menerus dapat menyebabkan luka.

Luka garukan ini bisa menjadi tempat masuknya infeksi bakteri sekunder.

Infeksi bakteri sekunder ini dapat menyebabkan timbulnya keropeng atau nanah.

Pada kasus yang parah, atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bisa terjadi bentuk scabies yang disebut scabies Norwegia (crusted scabies).

Scabies Norwegia ini ditandai dengan penebalan kulit yang sangat parah dan bersisik, serta jumlah tungau yang sangat banyak.

Kondisi ini sangat menular dan membutuhkan penanganan medis khusus.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mencurigai adanya infeksi scabies.

Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan mengurangi ketidaknyamanan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kadang-kadang mengambil sampel kulit untuk konfirmasi.

Pengobatan scabies biasanya melibatkan penggunaan krim atau lotion obat khusus.

Obat-obatan ini bekerja untuk membunuh tungau dan telurnya.

Semua anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah juga perlu diperiksa dan diobati, meskipun tidak menunjukkan gejala.

Pakaian, linen tempat tidur, dan handuk yang digunakan penderita juga perlu dicuci dengan air panas dan dikeringkan dengan mesin pengering pada suhu tinggi.

Area rumah yang sulit dicuci seperti karpet dan furnitur juga perlu dibersihkan dengan seksama.

Mengenali gejala scabies dengan cepat membantu memutus siklus penularan.

Perhatikan rasa gatal yang tak tertahankan, terutama di malam hari, serta ruam yang muncul di area-area yang rentan.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional agar infeksi dapat diatasi dengan tuntas.

FAQ (Tanya Jawab Seputar Scabies)

Apakah Scabies Bisa Sembuh Sendiri?

Tidak, scabies tidak dapat sembuh dengan sendirinya.

Infestasi tungau Sarcoptes scabiei memerlukan pengobatan medis untuk memberantasnya.

Tanpa pengobatan yang tepat, tungau akan terus berkembang biak dan menyebabkan gejala yang semakin parah.

Bagaimana Cara Mencegah Penularan Scabies?

Pencegahan penularan scabies berfokus pada kebersihan dan menghindari kontak erat dengan penderita.

Hindari berbagi pakaian, handuk, atau perlengkapan pribadi lainnya dengan orang yang terinfeksi.

Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, segera obati semua orang yang tinggal serumah secara bersamaan.

Cuci bersih semua barang yang mungkin terkontaminasi tungau.

Apakah Hewan Peliharaan Bisa Menularkan Scabies ke Manusia?

Tungau penyebab scabies pada manusia, Sarcoptes scabiei, berbeda dengan tungau yang menginfeksi hewan peliharaan.

Umumnya, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat terinfeksi oleh tungau penyebab kudis hewan (mange).

Kudis hewan ini terkadang bisa menyebabkan iritasi kulit sementara pada manusia jika ada kontak yang sangat dekat.

Namun, tungau kudis hewan ini biasanya tidak dapat hidup dan berkembang biak secara permanen pada kulit manusia.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment