Optimalisasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat (TCA) untuk Penanganan Sampel Ikterik pada Pemeriksaan Asam Urat

Table of Contents

Optimalisasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat (TCA) untuk Penanganan Sampel Ikterik pada Pemeriksaan Asam Urat


INFOLABMED.COM – Dalam laboratorium klinik, tantangan terbesar dalam pemeriksaan biomedik adalah mengatasi sampel ikterik—yaitu sampel darah dengan kadar bilirubin tinggi yang memberikan warna kuning pekat. Warna ini dapat mengganggu pembacaan fotometrik pada berbagai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan asam urat.

Salah satu metode terbaik untuk mengatasi interferensi ini adalah dengan menggunakan Asam Trikloroasetat (TCA) sebagai agen deproteinisasi. Namun, konsentrasi asam trikloroasetat dalam penanganan sampel ikterik pemeriksaan asam urat tidak bisa sembarangan. Artikel ini akan membahas secara teknis konsentrasi optimal TCA, mekanisme kerjanya, serta prosedur baku yang harus diketahui oleh analis laboratorium.

Mengapa Sampel Ikterik Mengganggu Pemeriksaan Asam Urat?

Pemeriksaan asam urat umumnya menggunakan metode enzimatik (urikase) yang mengandalkan reaksi kolorimetri—pembentukan warna yang diukur dengan spektrofotometer. Bilirubin dalam sampel ikterik memiliki spektrum serapan yang tumpang tindih dengan kromogen hasil reaksi asam urat. Akibatnya:

  • Overestimation palsu: Pembacaan absorbansi menjadi lebih tinggi dari nilai sebenarnya.
  • Underestimation palsu: Pada metode tertentu, bilirubin dapat mengkonsumsi reagen hidrogen peroksida.
  • CV tinggi dan ketidakpresisian: Hasil tidak dapat diandalkan untuk diagnosis.

Peran Asam Trikloroasetat (TCA) dalam Penanganan Sampel Ikterik

TCA (Trichloroacetic acid, C₂HCl₃O₂) adalah asam kuat yang telah lama digunakan dalam preparasi sampel biologis. Fungsi utamanya adalah:

  1. Presipitasi protein: TCA mendenaturasi dan mengendapkan protein plasma, termasuk albumin dan globulin.
  2. Ekstraksi bilirubin: Bilirubin yang terikat albumin ikut terendapkan atau terlarut dalam supernatan tergantung konsentrasi.
  3. Menghilangkan interferensi optik: Filtrat atau supernatan yang dihasilkan menjadi jernih sehingga pembacaan fotometrik akurat.

Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa TCA efektif menghilangkan zat pengganggu seperti bilirubin dan asam urat itu sendiri jika tidak dikontrol .

Konsentrasi TCA yang Optimal untuk Sampel Ikterik

Berdasarkan praktik laboratorium standar dan literatur teknis, berikut adalah rekomendasi konsentrasi TCA:

Konsentrasi TCAAplikasiKelebihanKekurangan
5% - 7.5%Ikterik ringan (bilirubin 2-5 mg/dL)Menghilangkan ~60-70% bilirubinTidak efektif untuk ikterik berat
10%Ikterik sedang (bilirubin 5-10 mg/dL)Paling umum digunakan; presipitasi optimalWaspada pengenceran sampel
15% - 20%Ikterik berat (bilirubin >10 mg/dL)Menghilangkan >90% bilirubinRisiko pengenceran berlebih dan perubahan pH

Kesimpulan: Konsentrasi TCA 10% adalah yang paling sering direkomendasikan sebagai standar untuk penanganan sampel ikterik dalam pemeriksaan asam urat karena memberikan keseimbangan optimal antara efektivitas presipitasi dan minimalisasi pengenceran sampel.

Prosedur Penanganan Sampel Ikterik dengan TCA 10%

Berikut adalah langkah baku yang dapat diikuti:

  1. Siapkan reagen TCA 10% dalam aquades.
  2. Campurkan 1 bagian serum/plasma ikterik dengan 1 bagian TCA 10% (rasio 1:1).
  3. Vortex selama 15-30 detik hingga homogen.
  4. Sentrifugasi pada 3000-3500 rpm selama 10-15 menit.
  5. Ambil supernatan (cairan jernih di bagian atas) untuk diperiksa sebagai sampel.
  6. Lakukan koreksi faktor pengenceran (×2 karena pengenceran 1:1) pada hasil akhir.

Peringatan: Jangan menggunakan TCA konsentrasi >20% karena dapat menyebabkan denaturasi protein yang terlalu ekstrem dan menarik asam urat ikut terendapkan, sehingga hasil justru lebih rendah (false negative).

Alternatif Metode Lain untuk Sampel Ikterik

Selain TCA, beberapa metode lain dapat dipertimbangkan:

  • Dilusi sampel dengan aquades atau NaCl fisiologis (kurang akurat karena mengencerkan analit).
  • Koreksi bilirubin blank menggunakan spektrofotometer dual-wavelength.
  • Metode enzimatik dengan blank sampel (tersedia pada autoanalyzer tertentu).

Namun, untuk laboratorium dengan fasilitas terbatas, deproteinisasi TCA 10% tetap menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis.

Kesimpulan

Konsentrasi asam trikloroasetat dalam penanganan sampel ikterik pemeriksaan asam urat yang paling direkomendasikan adalah 10% dengan rasio serum:TCA 1:1. Metode ini efektif menghilangkan interferensi bilirubin hingga 90%, menghasilkan supernatan jernih, serta memberikan hasil asam urat yang akurat setelah dikoreksi dengan faktor pengenceran. Selalu lakukan validasi metode internal di laboratorium Anda sebelum mengadopsi prosedur ini secara rutin.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment