Kapal Pesiar Mewah Mv Hondius Bebas Dari Ancaman Hantavirus, Siap Merapat Ke Spanyol
INFOLABMED.COM - Sebuah kabar baik datang dari kapal pesiar mewah, MV Hondius.
Kapal yang sempat terhenti sementara di perairan Tanjung Verde akibat kekhawatiran wabah hantavirus, kini telah melanjutkan perjalanannya menuju Spanyol.
Menurut Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, MV Hondius diperkirakan akan tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, dalam kurun waktu tiga hari ke depan.
Kabar gembira lainnya, hampir 150 orang yang berada di kapal tersebut dilaporkan tidak menunjukkan gejala penyakit yang dicemaskan.
Protokol Ketat Menanti di Spanyol
Setibanya di Tenerife, otoritas setempat telah menyiapkan skema repatriasi bagi penumpang yang bukan warga negara Spanyol.
Prosedur ini akan dijalankan bagi mereka yang dipastikan dalam kondisi sehat.
Sementara itu, 14 warga negara Spanyol yang berada di kapal tersebut akan menjalani periode karantina khusus.
"Para warga negara Spanyol akan menjalani isolasi di sebuah rumah sakit militer di Madrid," jelas Menteri Garcia dalam konferensi pers di Madrid.
Beliau menambahkan bahwa durasi karantina akan ditentukan berdasarkan kemungkinan kontak terakhir mereka dengan virus.
Hal ini mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus yang bisa mencapai hingga 45 hari.
Rincian Wabah Hantavirus dan Penilaian WHO
Wabah hantavirus yang menjadi perhatian ini dilaporkan telah menyebabkan tiga kasus kematian.
Korban tersebut adalah sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi delapan kasus dugaan infeksi.
Tiga di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Salah satu kasus terkonfirmasi adalah seorang warga Swiss yang saat ini sedang menjalani perawatan di Zurich.
Maria Van Kerkhove, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, menegaskan bahwa risiko penularan hantavirus kepada masyarakat umum tetap rendah.
Beliau menggarisbawahi bahwa karakteristik penularannya sangat berbeda dengan COVID-19.
"Ketika kita berbicara tentang 'kontak dekat' untuk penularan antarmanusia, kita merujuk pada kontak fisik yang sangat, sangat dekat," ujar Van Kerkhove kepada Reuters.
Ia memberikan contoh seperti berbagi kamar tidur, berbagi kabin, atau memberikan perawatan medis secara langsung.
"Ini sangat berbeda dengan COVID dan sangat berbeda dengan influenza," tegasnya.
Berbeda dengan COVID-19 yang mudah menyebar melalui udara (penularan airborne) bahkan dalam jarak sosial yang normal, strain Andes dari hantavirus yang diduga menjadi penyebab kasus ini memerlukan interaksi fisik yang jauh lebih intim untuk berpindah antarinang.
WHO secara aktif bekerja sama dengan berbagai negara untuk melacak penumpang yang telah turun dari kapal sebelum mencapai Tanjung Verde.
Fokus pelacakan adalah penumpang yang turun di pulau Saint Helena.
Di Afrika Selatan, 65 individu yang memiliki kontak dengan pasien yang terpengaruh telah diidentifikasi untuk pemantauan lebih lanjut.
Sebanyak 12 orang lainnya di negara-negara berbeda juga sedang dalam pengawasan.
Pengalaman Penumpang di Tengah Ketegangan
Meskipun situasi medis di kapal cukup serius, suasana di antara para penumpang dilaporkan tetap tenang dan konstruktif.
Kasem Hato, salah seorang penumpang, menceritakan bahwa kapten kapal secara konsisten memberikan pembaruan informasi yang transparan.
"Orang-orang menyikapi situasi ini dengan serius namun tanpa kepanikan," tutur Hato.
Ia menyebutkan bahwa mereka mempraktikkan pembatasan fisik (social distancing) dan mengenakan masker untuk menjaga keselamatan.
"Hari-hari kami berjalan hampir normal; kami menyibukkan diri dengan membaca, menonton film, dan minum minuman hangat," tambahnya.
Semangat di atas kapal, menurut Hato, tetap tinggi.
Tanya Jawab Seputar Hantavirus
Q1: Bagaimana hantavirus menyebar?
A1: Hantavirus terutama menyebar melalui kontak dengan kotoran atau urine hewan pengerat yang terinfeksi.
Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi dan memerlukan kontak fisik yang sangat dekat.
Q2: Seberapa menular hantavirus dibandingkan COVID-19?
A2: Tidak, hantavirus secara signifikan kurang menular dibandingkan COVID-19.
COVID-19 menyebar dengan mudah melalui droplet udara, sementara hantavirus memerlukan kontak fisik yang intim dan berkepanjangan untuk penularan antarmanusia.
Q3: Apa saja gejala hantavirus?
A3: Gejala awal dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan terkadang mual atau muntah.
Seiring perkembangan penyakit, dapat menyebabkan kesulitan bernapas (sindrom paru hantavirus) atau masalah ginjal (demam berdarah dengan sindrom ginjal).
Q4: Berapa lama masa inkubasi hantavirus?
A4: Masa inkubasi dapat bervariasi, tetapi umumnya antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar virus.
Namun, dalam beberapa kasus, bisa lebih lama, seperti yang disebutkan dalam artikel, hingga 45 hari.
Post a Comment