Pemeriksaan Jamur KOH: Pengertian, Prinsip, Prosedur, dan Interpretasi Hasil Pemeriksaan Mikologi

Table of Contents

 

Pemeriksaan Jamur KOH: Pengertian, Prinsip, Prosedur, dan Interpretasi Hasil Pemeriksaan Mikologi

INFOLABMED.COM - Pemeriksaan jamur KOH merupakan salah satu metode laboratorium yang paling sering digunakan untuk mendeteksi infeksi jamur pada kulit, rambut, maupun kuku. 

Pemeriksaan ini dikenal karena sederhana, cepat, murah, dan mampu memberikan gambaran awal mengenai keberadaan elemen jamur pada spesimen klinis.

Baca Juga: Pemeriksaan KOH Adalah: Fungsi, Prosedur, Interpretasi Hasil, dan Perannya dalam Diagnosis Infeksi Jamur

Dalam dunia Teknologi Laboratorium Medik (TLM), pemeriksaan KOH menjadi salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai karena sering digunakan dalam diagnosis penyakit akibat jamur superfisial, seperti tinea corporis, tinea pedis, tinea capitis, dan onikomikosis.

Apa Itu Pemeriksaan Jamur KOH?

Pemeriksaan jamur KOH adalah pemeriksaan mikroskopis langsung menggunakan larutan kalium hidroksida (KOH) untuk melarutkan keratin dan material seluler lainnya sehingga struktur jamur dapat terlihat lebih jelas di bawah mikroskop.

Metode ini bertujuan untuk mendeteksi adanya:

  • Hifa jamur

  • Pseudohifa

  • Spora jamur

  • Sel ragi (yeast)

Pemeriksaan KOH biasanya digunakan sebagai pemeriksaan skrining awal sebelum dilakukan kultur jamur atau pemeriksaan lanjutan lainnya.

Prinsip Pemeriksaan Jamur KOH

Larutan KOH memiliki kemampuan melarutkan keratin yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku.

Ketika keratin larut, elemen jamur yang lebih tahan terhadap proses tersebut akan tetap utuh sehingga dapat diamati menggunakan mikroskop.

Dengan demikian, struktur jamur akan tampak lebih jelas dibandingkan jaringan di sekitarnya.

Jenis Spesimen Pemeriksaan KOH

Beberapa spesimen yang sering digunakan antara lain:

1. Kerokan Kulit

Digunakan untuk diagnosis:

  • Tinea corporis

  • Tinea cruris

  • Tinea pedis

  • Tinea versicolor

2. Rambut

Digunakan untuk mendeteksi:

  • Tinea capitis

  • Infeksi dermatofita pada rambut

3. Kuku

Digunakan pada kasus:

  • Onikomikosis

  • Infeksi jamur kuku

Konsentrasi Larutan KOH

Konsentrasi KOH yang digunakan dapat berbeda tergantung jenis spesimen.

KOH 10%

Umumnya digunakan untuk:

  • Kerokan kulit

  • Rambut

KOH 20–40%

Biasanya digunakan untuk:

  • Kuku

Kuku memiliki kandungan keratin yang lebih tinggi sehingga memerlukan konsentrasi KOH yang lebih kuat untuk melarutkan jaringan.

Prosedur Pemeriksaan Jamur KOH

Berikut tahapan umum pemeriksaan:

1. Persiapan Preparat

Spesimen diletakkan pada kaca objek steril.

2. Penambahan KOH

Tambahkan 1–2 tetes larutan KOH sesuai konsentrasi yang digunakan.

3. Pemasangan Kaca Penutup

Preparat ditutup menggunakan cover glass secara hati-hati.

4. Proses Klarifikasi

Preparat didiamkan beberapa menit hingga keratin mulai larut.

Pada spesimen kuku, waktu klarifikasi dapat lebih lama dibandingkan kulit.

5. Pemeriksaan Mikroskopis

Preparat diamati menggunakan mikroskop pada perbesaran rendah dan sedang.

Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Hasil Positif

Jika ditemukan:

  • Hifa bersepta

  • Hifa bercabang

  • Pseudohifa

  • Blastospora

  • Sel ragi

Maka hasil dinyatakan positif mengandung elemen jamur.

Hasil Negatif

Tidak ditemukan struktur jamur pada lapang pandang mikroskop.

Namun hasil negatif tidak selalu menyingkirkan infeksi jamur sehingga dapat dipertimbangkan pemeriksaan ulang atau kultur jamur.

Gambaran Mikroskopis yang Sering Ditemukan

Dermatofita

Biasanya terlihat sebagai:

  • Hifa panjang

  • Bersepta

  • Bercabang

Candida spp.

Dapat terlihat:

  • Blastospora

  • Pseudohifa

Malassezia spp.

Sering memberikan gambaran khas berupa:

  • Spora bulat

  • Hifa pendek

Gambaran ini dikenal sebagai "spaghetti and meatballs appearance" pada kasus pityriasis versicolor.

Kelebihan Pemeriksaan KOH

Beberapa keuntungan pemeriksaan KOH antara lain:

  • Cepat memberikan hasil

  • Biaya rendah

  • Teknik sederhana

  • Tidak memerlukan alat khusus

  • Cocok untuk skrining awal infeksi jamur

Keterbatasan Pemeriksaan KOH

Meskipun praktis, pemeriksaan ini memiliki beberapa keterbatasan:

  • Tidak dapat menentukan spesies jamur secara pasti

  • Bergantung pada kualitas spesimen

  • Bergantung pada pengalaman pemeriksa

  • Risiko hasil negatif palsu jika jumlah jamur sedikit

Karena itu, hasil KOH sering dikombinasikan dengan kultur jamur atau pemeriksaan mikologi lanjutan.

Peran Pemeriksaan KOH dalam Laboratorium Medik

Pemeriksaan KOH masih menjadi metode utama dalam diagnosis awal infeksi jamur superfisial karena mampu memberikan informasi cepat kepada klinisi.

Bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), kemampuan melakukan preparasi, pengamatan mikroskopis, dan interpretasi hasil KOH merupakan kompetensi penting dalam bidang mikologi diagnostik.

Pemeriksaan jamur KOH adalah metode mikroskopis sederhana yang digunakan untuk mendeteksi elemen jamur pada kulit, rambut, dan kuku. 

Baca Juga: Identifikasi Candida albicans pada Swab Vagina: Pengecatan Gram dan Pemeriksaan KOH

Dengan memanfaatkan kemampuan KOH dalam melarutkan keratin, struktur jamur dapat terlihat lebih jelas di bawah mikroskop. 

Meskipun memiliki keterbatasan dalam identifikasi spesies, pemeriksaan ini tetap menjadi pilihan utama untuk skrining awal infeksi jamur karena cepat, praktis, dan ekonomis.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment