Gram Positive Cocci (Streptococcus spp): Klasifikasi, Patogenesis, dan Infeksi yang Ditimbulkan

Table of Contents

Gram Positive Cocci (Streptococcus spp): Klasifikasi, Patogenesis, dan Infeksi yang Ditimbulkan


INFOLABMED.COMStreptococcus spp adalah genus bakteri Gram positif berbentuk bulat (cocci) yang tersusun dalam rantai atau berpasangan . Mereka tersebar luas di alam dan merupakan bagian dari flora normal manusia, terutama di saluran pernapasan atas, mulut, usus, dan saluran genital wanita . Namun, beberapa spesies adalah patogen oportunistik yang ganas, menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi ringan di tenggorokan hingga kondisi yang mengancam jiwa seperti pneumonia, meningitis, dan endokarditis .

Artikel ini akan membahas tuntas tentang karakteristik, klasifikasi (berdasarkan hemolisis dan kelompok Lancefield), patogenesis, spektrum penyakit, serta diagnosis laboratorium dari kelompok bakteri ini. Panduan ini penting bagi mahasiswa kedokteran, analis laboratorium, dan tenaga kesehatan yang ingin memahami perbedaan antara berbagai anggota genus Streptococcus.

Karakteristik Umum Streptococcus

Streptococcus adalah bakteri Gram positif yang memiliki karakteristik laboratorium khas yang membedakannya dari Gram positif kokus lainnya seperti Staphylococcus.

KarakteristikKeterangan
Pewarnaan GramPositif (warna ungu)
BentukBulat (cocci), tersusun dalam rantai (strepto-) atau berpasangan (diplokokus)
Enzim KatalaseNegatif – Ini adalah kunci diferensiasi dari Staphylococcus (yang katalase positif)
OksigenFakultatif anaerob (dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen)
Media KulturBlood Agar (darah domba 5%) adalah media standar untuk melihat pola hemolisis
HabitatManusia dan hewan; ditemukan di saluran pernapasan, mulut, usus, dan saluran genital

Klasifikasi Streptococcus

Klasifikasi streptokokus dalam praktik klinik didasarkan pada tiga pendekatan utama yang saling melengkapi: pola hemolisis, grup Lancefield, dan penanda biokimia spesifik.

1. Klasifikasi Berdasarkan Hemolisis (Ciri Visual pada Blood Agar)

Cara paling cepat untuk mengelompokkan streptokokus adalah dengan melihat zona di sekitar koloni pada Blood Agar .

Jenis HemolisisPenampakan di Blood AgarContoh Spesies
Alpha-hemolysis (α)Zona kehijauan di sekitar koloni (hemolisis parsial). "Alpha" adalah yang pertama.Streptococcus pneumoniae, Viridans group
Beta-hemolysis (β)Zona jernih di sekitar koloni (hemolisis total sempurna). "Beta" adalah yang paling jelas.S. pyogenes (Grup A), S. agalactiae (Grup B)
Gamma-hemolysis (γ)Tidak ada zona perubahan di sekitar koloni (non-hemolitik). "Gamma" tidak ada perubahan.Enterococcus spp, S. bovis

2. Klasifikasi Berdasarkan Grup Lancefield (Antigen Dinding Sel)

Metode ini mengelompokkan streptokokus berdasarkan antigen karbohidrat C yang ada di dinding selnya, diberi kode huruf A hingga T . Ini sangat penting untuk streptokokus beta-hemolitik .

Grup LancefieldSpesiesHemolisisHabitat / EpidemiologiPenyakit Utama
Grup AStreptococcus pyogenesBetaManusia (faring, kulit)Faringitis (strep throat), demam scarlet, impetigo, demam reumatik, glomerulonefritis, necrotizing fasciitis, toxic shock syndrome
Grup BStreptococcus agalactiaeBetaSaluran genital & GI wanita, saluran pernapasanSepsis dan meningitis pada neonatus; endometritis postpartum; infeksi pada dewasa imunokompromais (bakteremia, pneumonia)
Grup DEnterococcus faecalis, E. faecium, S. bovisGamma (non-hemolitik) atau AlphaUsus manusiaInfeksi nosokomial (ISK, bakteremia, endokarditis). S. bovis sering dikaitkan dengan kanker kolon
Grup C & GS. dysgalactiae subsp. equisimilisBetaFaring, kulit manusiaPenyakit mirip Grup A (faringitis, selulitis, bakteremia), terutama pada dewasa dengan komorbiditas

CATATAN PENTING: Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) dan Viridans group tidak memiliki antigen Lancefield yang dapat diklasifikasikan .

3. Klasifikasi Berdasarkan Spesies (Pendekatan Komprehensif)

Berikut adalah tabel 5 spesies/grup Streptococcus yang paling penting secara klinis :

Nama Spesies / GrupHemolisisGrup LancefieldHabitat UtamaPenyakit Utama & Karakteristik Kunci
Streptococcus pyogenesBetaAManusia (faring, kulit). Bukan flora normal; selalu patogen ."Strep throat" (faringitis purulen), Demam scarlet, Impetigo, Necrotizing fasciitis, Demam reumatik, Glomerulonefritis pasca-streptokokus. Sensitif terhadap Bacitracin dan PYR test positif
Streptococcus agalactiaeBetaBSaluran genital dan GI wanita. Dapat ditularkan ke bayi saat melahirkan.Infeksi neonatal (sepsis, pneumonia, meningitis). Infeksi postpartum (endometritis). Infeksi pada lansia dan imunokompromais. Hippurate hydrolysis test positif
Streptococcus pneumoniaeAlphaTidak Ada (None)Nasofaring (karier asimtomatik pada 50% populasi)Pneumonia komunitas, Meningitis bakterial (tersering pada dewasa), Otitis media, Sinusitis. Bile soluble dan sensitif terhadap Optochin (kunci identifikasi)
Viridans GroupAlpha (atau Gamma)Tidak Ada (kecuali beberapa strain)Flora normal mulut (plak gigi), saluran GI, dan genital. Penyebab paling umum endokarditis subakut. Optochin resistant dan Bile insoluble
Enterococcus spp (E. faecalis, E. faecium)Gamma (Alpha jika tumbuh lambat)DFlora normal usus manusia dan hewan. Sangat resisten terhadap lingkungan keras.ISK nosokomial, Bakteremia, Endokarditis, Infeksi intra-abdomen/luka. Resisten terhadap sefalosporin; tumbuh pada 6.5% NaCl

Diagnosis Laboratorium Streptococcus

1. Pemeriksaan Mikroskopis

  • Pewarnaan Gram: Kokus Gram positif. S. pyogenes: rantai panjang; S. pneumoniae: diplokokus berbentuk lanset (ujung runcing) .

2. Kultur dan Identifikasi

Langkah 1: Inokulasi pada Blood Agar

  • Amati koloni dan zona hemolisis (alpha, beta, gamma).

Langkah 2: Uji Katalase (Negatif)

  • Teteskan H₂O₂ pada koloni. Tidak ada gelembung → Streptokokus. Ada gelembung → Stafilokokus.

Langkah 3: Uji Konfirmasi Spesies

Uji BiokimiaSpesies TargetHasil Positif
Bacitracin diskS. pyogenes (Grup A)Zona hambat di sekitar disk
PYR test (L-pyrrolidonyl-β-naphthylamide)S. pyogenes & EnterococcusWarna merah pada reagen
Optochin diskS. pneumoniaeZona hambat ≥ 14 mm; Viridans group resistant
Bile solubilityS. pneumoniaeKoloni lisis (hilang) saat ditambah garam empedu
Hippurate hydrolysisS. agalactiae (Grup B)Warna ungu kehitaman
CAMP testS. agalactiae (Grup B)Peningkatan zona hemolisis saat digores dekat S. aureus

3. Rapid Test dan Molekuler

  • Rapid Antigen Detection Test (RADT) untuk S. pyogenes dari usap tenggorok (hasil 10-15 menit) .
  • PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk deteksi langsung dari spesimen (darah, CSF).
  • Quellung reaction (uji pembengkakan kapsul) adalah standar emas serotyping S. pneumoniae .

Penyakit yang Ditimbulkan (Spektrum Klinis)

Infeksi Supuratif (Pembentukan Nanah)

  • Saluran Napas: Faringitis (strep throat), pneumonia (S. pneumoniae), sinusitis, otitis media .
  • Kulit & Jaringan Lunak: Impetigo, erisipelas, selulitis, necrotizing fasciitis (S. pyogenes) .
  • Aliran Darah & Organ: Bakteremia, sepsis, endokarditis (terutama Viridans pada katup jantung abnormal) , meningitis (pneumokokus) .

Infeksi Non-Supuratif (Komplikasi Autoimun Pascainfeksi)

Komplikasi ini terjadi setelah infeksi S. pyogenes Grup A:

  • Demam Reumatik Akut (mempengaruhi jantung, sendi, SSP) – akibat reaksi silang antibodi terhadap M protein.
  • Glomerulonefritis Pascastreptokokus (peradangan ginjal) – akibat deposisi kompleks imun .

Pengobatan dan Resistensi

SpesiesAntibiotik PilihanCatatan Resistensi
S. pyogenes (Grup A)Penisilin atau Amoksisilin (masih sangat sensitif)Resistensi makrolida (eritromisin, azitromisin) meningkat. Semua strain sensitif terhadap penisilin (belum ada laporan resistensi)
S. agalactiae (Grup B)Penisilin atau Ampisilin (dapat ditambah aminoglikosida untuk sinergi pada neonatus)Resistensi terhadap klindamisin dan eritromisin meningkat
S. pneumoniaePenisilin (jika sensitif). Sefalosporin (cefotaxime, ceftriaxone), Makrolida, FluoroquinolonResistensi terhadap penisilin meningkat (PCN-R S. pneumoniae). Vaksin konjugat (PCV13) dan vaksin polisakarida (PPSV23) tersedia untuk pencegahan
EnterococcusAmpisilin (untuk strain sensitif) atau Vankomisin. Untuk endokarditis: Ampisilin + Gentamisin (sinergis). Linezolid atau Daptomisin untuk VREResistensi Vankomisin (VRE) dan resistensi tingkat tinggi terhadap aminoglikosida (HLAR) adalah masalah serius di rumah sakit

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment