Amy Schumer Ungkap Kolonoskopi 'Gagal' Di Tengah Penurunan Berat Badan Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
INFOLABMED.COM - Komedian ternama Amy Schumer baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai pengalaman kesehatan pribadinya yang cukup dramatis. Dalam sebuah acara langsung untuk podcast "Not Skinny But Not Fat" yang dipandu oleh Amanda Hirsch pada 17 Mei, Schumer mengungkapkan bahwa ia baru saja menjalani prosedur kolonoskopi yang berakhir "gagal".
Pengakuan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap penurunan berat badannya yang signifikan, di mana ia mengaku telah kehilangan sekitar 50 pon.
Saat sesi tanya jawab dengan Hirsch, Schumer yang kini berstatus lajang, menyatakan bahwa ia merasa "lebih bahagia dari sebelumnya." Ketika Hirsch mengaitkan kebahagiaannya dengan penampilannya yang semakin menarik, Schumer dengan jujur berbagi, "Saya sebenarnya mengalami kolonoskopi yang agak gagal, jadi saya tidak merasa sangat seksual," ujarnya. Kolonoskopi sendiri merupakan prosedur medis di mana dokter menggunakan alat tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera untuk memeriksa bagian dalam usus besar dan rektum.
Schumer, untungnya, tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai apa yang membuatnya prosedur tersebut "gagal". Namun, ia mencoba menjaga suasana tetap ringan dengan bercanda kepada penonton, "Itu hal lain yang tidak perlu Anda khawatirkan selama 15 tahun."
Perjalanan kesehatan Amy Schumer memang telah menjadi sorotan publik, terutama setelah spekulasi di media sosial memuncak mengenai wajahnya yang terlihat bengkak pada awal tahun 2024. Schumer sendiri telah berbicara terbuka tentang masalah medis yang mendasari perubahan penampilannya dan penurunan berat badannya.
Ia mengungkapkan dalam buletin "News Not Noise" milik Jessica Yellin bahwa komentarkah yang justru membantunya menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatannya. "Selain ketakutan akan kesehatan saya, saya juga harus berada di depan kamera dengan internet ikut berkomentar," katanya kepada Yellin.
"Tapi syukurlah untuk itu. Karena dari situlah saya menyadari ada sesuatu yang salah...
Internet tidak terkalahkan, seperti kata orang."
Dari pemeriksaan tersebut, Schumer akhirnya didiagnosis menderita Sindrom Cushing, sebuah kelainan hormonal yang disebabkan oleh kadar kortisol yang tinggi. Kondisi ini diketahui dapat menyebabkan penambahan berat badan, wajah bengkak (puffy face), kelelahan, dan komplikasi kesehatan serius jika tidak diobati.
Schumer menegaskan bahwa penurunan berat badannya bukanlah murni untuk estetika. "Saya tidak kehilangan 30 pon, saya kehilangan 50 pon," tulis Amy dalam postingan Instagram Desember lalu, membantah asumsi bahwa transformasinya murni kosmetik.
"Bukan untuk terlihat seksi, yang memang terasa menyenangkan dan sementara. Saya melakukannya untuk bertahan hidup." Ia menambahkan bahwa penyakit tersebut "membuat wajah Anda sangat bengkak dan bisa membunuh Anda," serta menekankan bahwa ketika kondisinya membaik, penampilannya secara alami ikut berubah.
Selain berjuang melawan Sindrom Cushing, Amy Schumer juga secara transparan mengakui penggunaan obat Mounjaro sebagai bagian dari perjalanan kesehatannya, serta telah menjalani operasi plastik. "Maaf atas perasaan apa pun yang Anda dapatkan karena saya kehilangan berat badan.
Saya telah menjalani operasi plastik selama bertahun-tahun, dan saya menggunakan Mounjaro," tambahnya. Penggunaan obat ini, dikombinasikan dengan pemulihan dari Sindrom Cushing, tampaknya berkontribusi pada perubahan fisiknya.
Ia juga pernah mengungkapkan rasa syukurnya atas kemajuan kesehatannya, termasuk meredakan rasa sakit akibat endometriosis dan nyeri punggung kronis yang dideritanya. "Saya telah berupaya untuk bebas dari rasa sakit, dan akhirnya saya berhasil," ujarnya dalam pembaruan Instagram November, di mana ia juga membahas perbaikan dalam kondisi endometriosis dan nyeri punggung kronisnya.
"Saya tidak lagi menderita Sindrom Cushing, jadi wajah saya kembali normal. Saya bersyukur bisa kuat dan sehat, terutama untuk putra saya."
Perjalanan Amy Schumer di tahun terakhir ini juga diwarnai oleh perubahan status hubungannya. Ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Chris Fischer, pada 12 Desember melalui Instagram, yang disebutnya sebagai perpisahan yang "damai".
"Chris dan saya telah membuat keputusan sulit untuk mengakhiri pernikahan kami setelah 7 tahun," tulisnya. "Kami sangat mencintai satu sama lain dan akan terus fokus membesarkan putra kami.
Kami menghargai jika orang menghormati privasi kami saat ini." Keputusan untuk berpisah ini tampaknya diambil setelah ia berhasil mengatasi masalah kesehatannya yang kompleks, menunjukkan bahwa ia kini berada dalam fase kehidupan baru yang lebih fokus pada kesehatan dan kesejahteraannya sendiri serta putranya.
Kasus Amy Schumer menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan mendengarkan sinyal tubuh. Di balik penampilan yang seringkali menjadi sorotan publik, banyak individu yang mungkin sedang berjuang dengan kondisi medis yang serius.
Pengakuannya tentang Sindrom Cushing dan prosedur kolonoskopi yang "gagal" menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah prioritas utama, dan terkadang, perjuangan terbesar terjadi di balik layar. Perjalanan transformasinya, yang melibatkan pengobatan medis, intervensi bedah, dan penyesuaian gaya hidup, adalah bukti ketangguhannya dalam menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks.
FAQ (Tanya Jawab)
**Apa itu Sindrom Cushing? Sindrom Cushing adalah kondisi medis langka yang disebabkan oleh paparan tubuh terhadap kadar hormon kortisol yang tinggi secara berlebihan dalam jangka waktu lama.
Ini bisa disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan oleh kelenjar adrenal atau akibat penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
**Apa saja gejala umum Sindrom Cushing? Gejala umum Sindrom Cushing meliputi penambahan berat badan (terutama di area wajah, leher, dan perut), wajah bulat dan kemerahan (moon face), kulit yang mudah memar, stretch mark berwarna ungu atau merah muda, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah tinggi, dan masalah kulit seperti jerawat.
**Bagaimana Sindrom Cushing didiagnosis? Diagnosis Sindrom Cushing biasanya melibatkan kombinasi tes darah dan urin untuk mengukur kadar kortisol, tes penekanan deksametason (untuk melihat apakah tubuh merespons penekanan kortisol), dan pencitraan seperti MRI atau CT scan untuk menemukan sumber masalah (misalnya tumor pada kelenjar pituitari atau adrenal).
**Apa saja pilihan pengobatan untuk Sindrom Cushing? Pengobatan tergantung pada penyebabnya.
Jika disebabkan oleh obat kortikosteroid, dosisnya dapat dikurangi secara bertahap. Jika disebabkan oleh tumor, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat tumor tersebut.
Terapi radiasi atau pengobatan medis untuk mengontrol kadar kortisol juga bisa menjadi pilihan.
Post a Comment