Why Serum is Preferred over Whole Blood in Biochemistry: Alasan Medis dan Praktis
INFOLABMED.COM – Di laboratorium klinik, prosedur pengambilan darah untuk pemeriksaan Kimia Klinik (Glukosa, Kolesterol, Fungsi Hati, Fungsi Ginjal) umumnya menggunakan tabung Serum (Gold Top atau Red Top) yang kemudian disentrifugasi untuk memisahkan serum dari sel darah. Sebaliknya, whole blood (darah lengkap) jarang digunakan dalam kimia klinik.
Pertanyaannya: Why Serum is Preferred over Whole Blood in Biochemistry?
Ada beberapa alasan ilmiah dan praktis kuat mengapa serum dipilih, bukan whole blood.
Alasan 1: Membantu Menghilangkan Gangguan dari Sel Darah
Bahaya terbesar jika menggunakan whole blood dalam kimia klinik adalah sel darah merah yang masih utuh dapat pecah baik secara mekanis (hemolisis) maupun karena waktu yang lama.
- Kalium (K) : Konsentrasi kalium dalam sel darah merah 20 kali lebih tinggi daripada plasma. Jika terjadi hemolisis, kadar kalium melonjak palsu (pseudohyperkalemia) yang bisa membahayakan nyawa pasien.
- LDH (Laktat Dehidrogenase) : Juga sangat tinggi di dalam sel. Pelepasannya akan membuat hasil LDH tampak tinggi padahal nyatanya normal.
- AST (SGOT) / ALT (SGPT) : Enzim hati ini juga terdapat di dalam eritrosit, walau kadarnya lebih rendah.
Alasan 2: Serum Memiliki Matriks Lebih Bersih (Risiko Interferensi Minimal)
Whole blood mengandung plasma yang masih tercampur dengan sel, fibrinogen, serta faktor koagulasi aktif. serum adalah plasma yang sudah didiamkan hingga membeku (blood clot) dan disentrifugasi. Proses pembekuan menghilangkan fibrinogen dan faktor koagulasi lainnya dari sampel (yang berubah menjadi bekuan).
Produk akhir berupa supernatan jernih (serum) ini tidak mengandung protein seluler atau fibrinogen yang dapat mengganggu jalannya reaksi kimia dalam alat analisa. Hasilnya, sinyal optik (absorbansi) lebih stabil.
Alasan 3: Stabilitas Analit yang Lebih Baik
Banyak parameter kimia tidak stabil jika dibiarkan dalam whole blood pada suhu ruangan.
| Parameter | Efek pada Whole Blood | Efek pada Serum |
|---|---|---|
| Glukosa | Turun 5-10 mg/dL per jam karena glikolisis oleh sel darah merah | Stabil jika segera dipisahkan atau dalam tabung NaF |
| Bilirubin | Foto-oksidasi terjadi lebih cepat akibat sel darah merah yang tetap hidup | Lebih protektif terhadap cahaya |
| Elektrolit (Na, K, Cl) | Berubah akibat shifting antar kompartemen seluler (Na masuk, K keluar) | Stabil |
Alasan 4: Kompatibilitas dengan Berbagai Metode Analitik (Spektrofotometri)
Hampir semua metode fotometri untuk pemeriksaan enzim, elektrolit, atau substrat dirancang dan divalidasi menggunakan matriks serum atau plasma. Sedangkan whole blood, karena kekeruhan (turbiditas) sel darah merah, tidak dapat langsung diukur oleh spektrofotometer sinar tampak biasa (kecuali alat POC khusus). Jadi, untuk akurasi tinggi, pilih serum.
Kapan Whole Blood Lebih Diutamakan?
Tentu saja, ada beberapa pengecualian di mana whole blood lebih baik.
| Situasi | Alasan |
|---|---|
| Gas Darah (Blood Gas Analysis) | Membutuhkan whole blood segar untuk mengukur pO2, pCO2, pH |
| Pemeriksaan Bedside (Point-of-Care) | Glukometer, Hb meter (portable) cepat memakai whole blood kapiler |
| Hitung Darah Lengkap (CBC/ Hematologi) | Sel darah putih & trombosit hanya bisa diukur dari whole blood (EDTA) |
| Laktat | Kadar laktat di serum bisa lebih rendah karena metabolisme sel darah merah jika tidak segera diproses |
Bagaimana dengan Plasma (Heparin/Lithium Heparin)?
Plasma adalah pesaing serum. Plasma diproses lebih cepat (tak perlu menunggu pembekuan 30 menit) dan volume plasma yang dihasilkan lebih banyak. Kelemahan plasma adalah: Adanya fibrinogen yang dapat menggumpal tersisa jika disentrifugasi tidak sempurna, sehingga bisa menyumbat probe. Umumnya, serum lebih stabil untuk bank sampel jangka panjang.
Namun, pemeriksaan protein (elektroforesis), imunologi, dan hormon tertentu bisa menggunakan plasma EDTA atau heparin dengan catatan harus diuji kesetaraan.
Tabel Ringkasan
| Matriks | Keuntungan | Kerugian | Penggunaan Utama |
|---|---|---|---|
| Serum | Lebih stabil, bersih, [risiko hemolisis minimal] | Harus menunggu bekuan (30-60 menit) | Kimia Klinik Rutin (Kolesterol, SGOT, Ureum, Kreatinin) |
| Whole Blood | Cepat, tanpa proses sentrifugasi | Risiko hemolisis, kadar glukosa cepat turun | CBC, POCT Glukosa, Gas Darah |
| Plasma | Cepat, volume lebih banyak | Penundaan bisa mengganggu hasil kalium dan fosfat | Kimia darurat (IGD), Heparin Lithium |
Tiga alasan utama untuk menjawab Why Serum is Preferred over Whole Blood in Biochemistry adalah:
- Pencegahan Hemolisis: Memisahkan serum sejak awal mencegah pelepasan kalium, LDH, AST intraseluler yang bisa mengacaukan hasil.
- Stabilisasi Glukosa & Elektrolit: Whole blood adalah reaktor biokimia hidup; serum yang sudah bebas sel menghentikan proses metabolik (glikolisis).
- Matriks Bersih untuk Spektrofotometri: Serum memungkinkan cahaya melewati sampel tanpa hamburan oleh sel darah atau fibrinogen, meningkatkan akurasi absorbansi.
Meskipun penggunaannya membutuhkan waktu sentrifugasi (>15 menit), laboratorium referensi tetap mengutamakan serum untuk menjamin kualitas analit dan keselamatan pasien.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia kesehatan dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment