Waspada! Wabah Campak Mengintai Dunia, Akankah 'Pembasmian' Berakhir Sia-sia?
INFOLABMED.COM - Gelombang kebangkitan campak global kini menjadi sorotan tajam.
Berbagai negara di seluruh dunia dilaporkan tengah menghadapi peningkatan signifikan kasus campak.
Sebuah analisis dari Council on Foreign Relations (CFR) memberikan peringatan keras.
Campak, penyakit yang dulunya berhasil dikendalikan, bahkan 'diberantas' di banyak negara berkat kemajuan vaksinasi, kini dilaporkan kembali mengancam.
Fenomena ini menandakan kemunduran dalam upaya pemberantasan penyakit menular yang pernah berhasil.
Data menunjukkan bagaimana campak, yang disebabkan oleh virus campak, adalah penyakit pernapasan menular akut yang sangat infeksius.
Penyebaran utama terjadi melalui droplet pernapasan dan aerosol.
Satu orang yang terinfeksi rata-rata dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 individu yang tidak memiliki kekebalan.
Gejala khas meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, mata berair, dan ruam kulit, yang biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar.
Kasus yang parah dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia, bahkan berujung pada kematian.
Meskipun siapa saja bisa terinfeksi, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan.
Sebelum kampanye vaksinasi massal dimulai pada akhir tahun 1960-an, campak sangat umum terjadi di seluruh dunia, terutama di kalangan anak-anak.
Diperkirakan, lebih dari 2 juta kematian terjadi setiap tahun akibat penyakit ini.
Namun, penemuan vaksin dan upaya global yang gigih dalam mempromosikan vaksinasi membawa kabar baik.
Hingga tahun 2023, sebanyak 82 negara telah berhasil mendeklarasikan 'eliminasi' campak.
Menurut CFR, 'eliminasi' di sini diartikan sebagai kondisi di mana penyakit menular tersebut tidak lagi memiliki kasus penularan lokal setidaknya selama satu tahun penuh di suatu negara.
Sayangnya, lanskap kesehatan global kini menghadapi tantangan baru.
Maraknya misinformasi di era media sosial telah memicu 'keraguan terhadap vaksin' (vaccine hesitancy).
Tren ini semakin menguat, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat.
Penurunan angka vaksinasi anak di negara-negara tersebut tidak hanya mengkhawatirkan, tetapi juga mulai memengaruhi kebijakan kesehatan masyarakat.
Di Bangladesh, misalnya, wabah campak yang terjadi tahun ini telah menimbulkan keprihatinan besar.
Otoritas setempat meluncurkan program vaksinasi darurat yang menargetkan 1,2 juta anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun.
Dalam sebulan terakhir, sekitar 100 anak dilaporkan meninggal akibat dugaan campak, menjadikan wabah ini berpotensi menjadi yang terparah dalam beberapa dekade terakhir di Bangladesh.
UNICEF menyatakan akan memprioritaskan vaksinasi bagi anak-anak balita yang berisiko tinggi dan belum menyelesaikan jadwal vaksinasi rutin mereka.
Secara total, lebih dari 600 orang di Bangladesh dilaporkan terinfeksi campak.
Pemerintah Bangladesh telah mengambil langkah sigap dengan menginstruksikan dua pejabat tinggi untuk melakukan investigasi darurat di seluruh negeri guna menilai situasi dan mengkoordinasikan respons.
Hingga kini, tercatat 674 kasus campak dilaporkan di Bangladesh sepanjang tahun ini.
Vaksinasi rutin terus berjalan, meskipun vaksinasi khusus yang dijadwalkan pada Juni 2024 sempat tertunda.
Sementara itu, Jepang juga menghadapi lonjakan kasus campak yang mengkhawatirkan.
Data terbaru menunjukkan jumlah kasus campak di Jepang tahun ini telah mencapai 3,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan kasus paling banyak terjadi pada kelompok usia remaja.
Total kasus yang dilaporkan tahun ini mencapai 236, jauh melampaui 66 kasus pada tahun sebelumnya.
Proporsi terbesar infeksi tahun ini adalah remaja berusia 10 tahun ke atas (32%), diikuti oleh kelompok usia 20-29 tahun (25%).
Sebelumnya, kasus campak di Jepang cenderung rendah, rata-rata tidak lebih dari 10 kasus per tahun antara 2020-2022.
Angka ini meningkat menjadi 28 pada 2023, 45 pada 2024, dan melonjak drastis menjadi 265 pada 2025.
Badan Riset Manajemen Krisis Kesehatan Nasional Jepang memperingatkan bahwa jumlah infeksi kemungkinan akan terus meningkat di sisa tahun ini, dengan risiko munculnya kasus yang parah.
Masyarakat diimbau untuk aktif melakukan vaksinasi.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia.
Diperkirakan sekitar 95.000 orang meninggal setiap tahun akibat campak global.
Mayoritas korban adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun yang belum divaksinasi atau kurang divaksinasi.
Mengingat belum adanya terapi spesifik untuk campak, WHO dan UNICEF menekankan bahwa vaksinasi adalah cara terbaik untuk melawan virus ini.
Kebangkitan global ini menjadi alarm bagi dunia.
Jennifer Nuzzo, Direktur Pusat Epidemiologi Universitas Brown, menyatakan bahwa perubahan ini mengindikasikan penurunan kemampuan global dalam menghadapi ancaman penyakit besar.
Kita kehilangan kemampuan untuk mencegah, memantau, dan merespons wabah.
Ia menambahkan, jika sinyal peringatan ini tidak diindahkan, situasi yang lebih buruk bisa terjadi.
FAQ: Tanya Jawab Seputar Wabah Campak
1. Apa itu campak dan bagaimana penyebarannya?
Campak adalah penyakit pernapasan menular akut yang disebabkan oleh virus campak.
Penyebarannya sangat cepat melalui droplet pernapasan dan aerosol dari orang yang terinfeksi.
2. Mengapa campak kembali menjadi ancaman global?
Penurunan angka vaksinasi akibat misinformasi dan keraguan terhadap vaksin di beberapa negara menjadi faktor utama.
Selain itu, kelalaian dalam program vaksinasi rutin dan kemudahan penyebaran virus juga berkontribusi.
3. Apakah vaksin campak efektif?
Ya, vaksin campak sangat efektif dalam mencegah penyakit.
Vaksinasi adalah cara terbaik dan paling ampuh untuk melindungi diri dan masyarakat dari campak.
4. Langkah apa yang perlu diambil masyarakat?
Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi.
Segera lengkapi jadwal vaksinasi campak bagi anak-anak Anda dan pertimbangkan vaksinasi jika Anda belum pernah menerimanya atau tidak yakin status kekebalan Anda.
berita ini di sadur dari https://m.thepaper.cn/newsDetail_forward_32917573.
Post a Comment