Waspada! 94% Suplemen Di Tokyo Bermasalah, 6 Produk Ditemukan Mengandung Bahan Obat Keras

Table of Contents


INFOLABMED.COM - Pemerintah Metropolitan Tokyo baru-baru ini merilis hasil mengejutkan dari investigasi terhadap produk kesehatan.

Rilis bertanggal 23 Maret itu mengumumkan temuan "Hasil Investigasi Pembelian Produk Kesehatan Tahun Fiskal Reiwa 7".

Hasilnya menunjukkan bahwa 94% dari produk kesehatan yang dibeli oleh pemerintah kota terindikasi memiliki ketidaksesuaian dalam hal label maupun iklan.

Dari total 125 produk yang diuji, sebanyak 118 produk ditemukan memiliki masalah.

Pihak Tokyo secara tegas mengimbau masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi produk kesehatan.

Mayoritas Produk Kesehatan Terindikasi Bermasalah

Pemerintah Metropolitan Tokyo telah mempublikasikan laporan "Hasil Investigasi Pembelian Produk Kesehatan Tahun Fiskal Reiwa 7" pada 23 Maret lalu.

Tujuan dari investigasi ini adalah untuk mencegah potensi dampak buruk kesehatan akibat konsumsi produk kesehatan yang tidak sesuai.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah membeli berbagai produk kesehatan dari toko fisik maupun penjualan daring yang diduga kuat melanggar peraturan.

Temuan dari investigasi tahun fiskal Reiwa 7 ini sungguh mengkhawatirkan.

Sebanyak 94% dari produk kesehatan yang dibeli, yaitu 118 dari 125 produk, terindikasi memiliki ketidaksesuaian pada label maupun iklannya.

Namun, perlu dicatat bahwa angka ini didasarkan pada produk yang dipilih berdasarkan hasil investigasi sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan pelanggaran tinggi.

Oleh karena itu, hasil ini tidak serta-merta mencerminkan tingkat pelanggaran di seluruh pasar produk kesehatan secara umum.

Jenis Pelanggaran yang Ditemukan

Ketidaksesuaian label dan iklan produk kesehatan yang ditemukan sangat beragam.

Beberapa di antaranya mencakup klaim khasiat yang menyerupai efek obat, seperti "pemulihan kelelahan" atau "peningkatan daya tahan tubuh".

Selain itu, ditemukan pula klaim yang berpotensi menyesatkan konsumen mengenai keunggulan produk.

Contohnya, klaim seperti "menyembuhkan masalah rambut dari akarnya secara tuntas" atau "menyerap dan mengeluarkan zat kimia, polutan, aditif, virus, serta bakteri dari tubuh".

Ditemukan Bahan Obat Keras dalam Enam Produk

Yang paling mengkhawatirkan adalah penemuan bahan obat keras dalam enam produk kesehatan.

Produk-produk ini terdeteksi mengandung bahan yang secara eksklusif dikategorikan sebagai bahan obat.

Bahan-bahan yang berhasil dideteksi meliputi Tadalafil, Sildenafil, Diclofenac, dan Ashwagandha.

Informasi mengenai produk-produk yang mengandung bahan obat keras ini telah dipublikasikan melalui situs web Pusat Penelitian dan Keselamatan Kesehatan Metropolitan Tokyo.

Bagi para pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran dalam hal pelabelan maupun periklanan, pemerintah telah memberikan arahan untuk melakukan perbaikan.

Pesan Penting untuk Konsumen

Pemerintah Metropolitan Tokyo mengimbau seluruh warga untuk selalu berhati-hati.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi produk kesehatan apapun, sangat disarankan untuk memeriksa label dan iklan produk dengan seksama.

Warga juga didorong untuk mencari informasi yang akurat mengenai cara penggunaan produk kesehatan yang benar.

Upaya Edukasi dan Kolaborasi

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Tokyo telah memproduksi video edukasi bertajuk "Apakah Anda Yakin? Cara Berinteraksi dengan Suplemen" sejak musim panas lalu.

Video ini menyampaikan pesan krusial seperti "Sampaikan kepada dokter atau apoteker Anda mengenai penggunaan suplemen!" serta "Jika Anda merasakan perubahan pada kondisi tubuh, segera hentikan penggunaan dan kunjungi fasilitas medis!".

Peristiwa kesehatan yang terjadi terkait produk berbasis *benikoji* (ragi merah) turut menjadi latar belakang penguatan kebijakan produk kesehatan di Tokyo.

Kesadaran masyarakat untuk selalu melaporkan penggunaan produk kesehatan kepada tenaga medis terkadang belum tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah Tokyo berinisiatif untuk mendorong peran aktif apoteker dalam memberikan konseling kepada pasiennya.

Demi mencapai tujuan ini, permohonan untuk menggunakan materi edukasi video juga telah diajukan kepada asosiasi farmasi Tokyo, Asosiasi Toko Obat Rantai Jepang (JACDS), dan Asosiasi Apotek Jepang (NPhA).

FAQ (Tanya Jawab)

1. Berapa persen produk kesehatan di Tokyo yang bermasalah berdasarkan investigasi terakhir?

Berdasarkan investigasi terbaru yang dirilis Pemerintah Metropolitan Tokyo, 94% dari produk kesehatan yang dibeli (118 dari 125 produk) terindikasi memiliki ketidaksesuaian pada label maupun iklannya.

2. Apakah ada produk kesehatan yang mengandung bahan obat keras?

Ya, dari investigasi tersebut, sebanyak enam produk kesehatan ditemukan mengandung bahan yang secara eksklusif dikategorikan sebagai bahan obat keras. Bahan-bahan yang terdeteksi antara lain Tadalafil, Sildenafil, Diclofenac, dan Ashwagandha.

3. Mengapa penting berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen?

Penting untuk berkonsultasi karena suplemen bisa saja mengandung bahan yang tidak terduga, berinteraksi dengan obat yang sedang Anda konsumsi, atau bahkan tidak sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Laporan dari Tokyo menunjukkan adanya penemuan bahan obat keras, yang dapat berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

4. Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo kepada masyarakat terkait konsumsi produk kesehatan?

Pesan utamanya adalah agar masyarakat selalu memeriksa label dan iklan produk kesehatan dengan seksama sebelum mengonsumsi, serta senantiasa melaporkan penggunaan produk kesehatan kepada dokter atau apoteker. Jika merasakan perubahan kondisi tubuh setelah mengonsumsi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke fasilitas medis.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment