Serum vs Plasma — Know the Difference! Perbedaan, Kelebihan, dan Penggunaan dalam Pemeriksaan Laboratorium

Table of Contents

INFOLABMED.COM – Dalam pemeriksaan laboratorium klinik, dua istilah yang sering digunakan namun sering membingungkan adalah serum dan plasma. Keduanya adalah komponen cair dari darah yang diperoleh setelah proses sentrifugasi, tetapi memiliki perbedaan mendasar dalam komposisi, metode pengolahan, dan jenis pemeriksaan yang sesuai.

Memahami serum vs plasma — know the difference! sangat penting bagi tenaga laboratorium, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan. Kesalahan dalam memilih jenis sampel dapat menyebabkan hasil yang bias (tidak akurat) atau bahkan kegagalan pemeriksaan.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif perbedaan serum dan plasma, mulai dari definisi, proses pengolahan, kelebihan dan kekurangan masing-masing, hingga panduan penggunaan berdasarkan jenis pemeriksaan laboratorium.

1. Definisi dan Proses Pembuatan

Apa Itu Serum?

Serum adalah komponen cair darah yang diperoleh setelah darah dibiarkan membeku terlebih dahulu, kemudian disentrifugasi untuk memisahkan gumpalan darah (bekuan) dari cairan supernatant .

Proses pembuatan serum:

  1. Darah diambil dalam tabung tanpa antikoagulan (tabung merah atau tabung dengan clot activator)
  2. Darah dibiarkan pada suhu ruang selama 15-30 menit hingga terbentuk bekuan
  3. Bekuan darah mengerut dan melepaskan cairan (serum)
  4. Sentrifugasi pada kecepatan 1500-2000 rpm selama 10-15 menit
  5. Serum (supernatan) dipisahkan dan siap digunakan

Komposisi serum:

  • Semua protein plasma kecuali faktor pembekuan (karena faktor pembekuan telah habis digunakan dalam proses pembekuan)
  • Elektrolit, hormon, enzim, antigen, antibodi, dan metabolit lainnya
  • Tidak mengandung fibrinogen dan faktor koagulasi lainnya

Apa Itu Plasma?

Plasma adalah komponen cair darah yang diperoleh dengan cara mencegah pembekuan terlebih dahulu menggunakan antikoagulan, kemudian disentrifugasi untuk memisahkan sel-sel darah .

Proses pembuatan plasma:

  1. Darah diambil dalam tabung yang mengandung antikoagulan (misal: EDTA, natrium sitrat, heparin)
  2. Antikoagulan mengikat kalsium atau menghambat faktor koagulasi, sehingga darah tidak membeku
  3. Sentrifugasi pada kecepatan 1500-2000 rpm selama 10-15 menit
  4. Plasma (supernatan) dipisahkan dan siap digunakan

Komposisi plasma:

  • Semua protein plasma termasuk faktor pembekuan (fibrinogen, protrombin, faktor VIII, dll)
  • Elektrolit, hormon, enzim, antigen, antibodi, dan metabolit lainnya
  • Mengandung fibrinogen dan faktor koagulasi lengkap

2. Perbedaan Utama Serum vs Plasma

ParameterSerumPlasma
DefinisiCairan darah setelah pembekuanCairan darah dengan antikoagulan (tanpa pembekuan)
Tabung pengumpulTabung tanpa antikoagulan (tabung merah / clot activator)Tabung dengan antikoagulan: EDTA (ungu), sitrat (biru), heparin (hijau), NaF (abu-abu)
ProsesDarah dibiarkan membeku → sentrifugasiDarah dicampur antikoagulan → sentrifugasi
KomposisiTanpa faktor pembekuan (fibrinogen, protrombin, dll)Mengandung semua faktor pembekuan
Waktu tunggu15-30 menit (waktu pembekuan)Tidak perlu menunggu (langsung sentrifugasi)
Volume yang diperolehLebih sedikit (sekitar 40-50% dari volume darah)Lebih banyak (sekitar 55-60% dari volume darah)
Risiko hemolisisLebih tinggi (karena kontak dengan bekuan dan proses pembekuan)Lebih rendah
Warna supernatanKuning jernih (kecuali hemolisis)Kuning jernih (kecuali hemolisis)

3. Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Kelebihan Serum

KelebihanPenjelasan
Kompatibilitas luasDapat digunakan untuk sebagian besar pemeriksaan kimia klinik, imunologi, serologi, dan hormon
Tidak ada interferensi antikoagulanTidak ada kontaminasi EDTA, sitrat, atau heparin yang dapat mengganggu beberapa pemeriksaan
Stabil untuk penyimpananSerum dapat disimpan beku ( -20°C) hingga berminggu-minggu tanpa degradasi signifikan
Standar internasionalBanyak pemeriksaan memiliki nilai rujukan berdasarkan serum

Kekurangan Serum

KekuranganPenjelasan
Waktu pengerjaan lebih lamaHarus menunggu pembekuan 15-30 menit sebelum sentrifugasi
Risiko hemolisisKontak dengan bekuan dan proses pembekuan dapat menyebabkan hemolisis
Volume lebih sedikitSerum hanya sekitar 40-50% dari volume darah awal
Tidak dapat digunakan untuk koagulasiFaktor pembekuan sudah habis dalam proses pembekuan

Kelebihan Plasma

KelebihanPenjelasan
CepatTidak perlu menunggu pembekuan — dapat langsung disentrifugasi
Volume lebih banyakPlasma sekitar 55-60% dari volume darah awal
Risiko hemolisis lebih rendahTidak terjadi kontak dengan bekuan
Dapat digunakan untuk koagulasiMengandung semua faktor pembekuan (dengan antikoagulan yang tepat)

Kekurangan Plasma

KekuranganPenjelasan
Interferensi antikoagulanEDTA dapat mengganggu pemeriksaan kalsium dan magnesium; heparin dapat mengganggu pemeriksaan enzim (AST, ALT, LDH)
Dilusi sampelAntikoagulan cair (natrium sitrat, heparin) menyebabkan sedikit pengenceran sampel
Tidak stabil untuk beberapa pemeriksaanBeberapa analit (misal: kalium, LDH) dapat meningkat seiring waktu jika tidak segera dipisahkan

4. Pemilihan Jenis Tabung Berdasarkan Pemeriksaan

Pemilihan tabung (serum vs plasma) sangat tergantung pada jenis pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan .

Tabung untuk Serum (Tanpa Antikoagulan)

Warna TabungAditifPemeriksaan yang Sesuai
MerahTidak ada aditifKimia darah, imunologi, hormon, serologi (kecuali koagulasi)
Kuning (SST)Gel separator + clot activatorKimia darah (sistem tertutup, memudahkan pemisahan serum)

Tabung untuk Plasma (Dengan Antikoagulan)

Warna TabungAntikoagulanPemeriksaan yang Sesuai
Ungu / LavenderEDTA (K2 atau K3 EDTA)Hematologi (CBC, Hb, Ht, hitung jenis), HbA1c, BNP (beberapa lab)
Biru (light blue)Natrium sitrat 3,2%Pemeriksaan koagulasi: PT, APTT, fibrinogen, D-dimer, faktor koagulasi
HijauHeparin (lithium atau sodium heparin)Kimia darurat (elektrolit, enzim, glukosa, BUN, kreatinin) — cepat diproses
Abu-abuNatrium fluorida + kalium oksalatGlukosa, laktat (fluorida mencegah glikolisis)

5. Pertimbangan Khusus dalam Pemilihan

Kapan Harus Menggunakan Serum?

  1. Pemeriksaan imunologi dan serologi (HBsAg, anti-HIV, Anti-HCV) — serum adalah standar
  2. Pemeriksaan hormon (TSH, T4, T3, kortisol, estrogen, testosteron)
  3. Pemeriksaan penanda tumor (AFP, CEA, CA 19-9, PSA)
  4. Pemeriksaan protein elektroforesis (SPEP) — untuk deteksi multiple myeloma
  5. Pemeriksaan obat terapeutik (digoxin, litium, fenitoin) — kecuali jika pedoman khusus merekomendasikan plasma

Kapan Harus Menggunakan Plasma?

  1. Pemeriksaan koagulasi (PT, APTT, fibrinogen) — WAJIB plasma sitrat
  2. Pemeriksaan hematologi rutin (CBC, Hb, Ht, hitung jenis) — WAJIB plasma EDTA
  3. Pemeriksaan glukosa dengan delay (menggunakan tabung NaF/abu-abu) untuk mencegah penurunan glukosa akibat glikolisis
  4. Pemeriksaan elektrolit dan enzim dalam keadaan darurat — plasma heparin lebih cepat diproses
  5. Pemeriksaan D-dimer — plasma sitrat

6. Ringkasan Tabel Panduan Pemilihan

Jenis PemeriksaanTabung Warna (Jenis)Alasan
Hematologi rutin (CBC)Ungu (EDTA)Plasma dengan EDTA
Koagulasi (PT, APTT)Biru (Natrium sitrat)Wajib plasma sitrat
Kimia darah rutinMerah (serum) atau hijau (heparin plasma)Serum lebih stabil; heparin lebih cepat
Glukosa (jika tidak segera diperiksa)Abu-abu (NaF + K oxalate)Fluorida mencegah penurunan glukosa
Elektrolit, BUN, kreatinin, enzimHijau (heparin) atau merah (serum)Keduanya dapat digunakan (periksa pedoman lab)
HbA1cUngu (EDTA)EDTA plasma
BNP / NT-proBNPUngu (EDTA) atau hijau (heparin)Tergantung laboratorium
Hormon (TSH, T4, T3, kortisol, dll)Merah (serum)Serum standar
Serologi / Imunologi (HBsAg, anti-HIV)Merah (serum)Serum standar
Elektroforesis protein (SPEP)Merah (serum)Serum (plasma mengandung fibrinogen yang mengganggu)
Pemeriksaan obat terapeutikMerah (serum) atau ungu (EDTA plasma)Tergantung obat dan pedoman laboratorium

7. Mitos dan Fakta Seputar Serum dan Plasma

MitosFakta
"Serum dan plasma sama saja, bisa dipertukarkan"TIDAK. Serum tidak mengandung faktor pembekuan, plasma mengandun gnya. Untuk koagulasi, tidak bisa pakai serum
"EDTA dapat digunakan untuk semua pemeriksaan"TIDAK. EDTA mengikat kalsium, sehingga mengganggu pemeriksaan kalsium, magnesium, dan koagulasi
"Plasma heparin lebih baik dari serum untuk semua kimia darah"TIDAK. Heparin dapat mengganggu pemeriksaan enzim (AST, ALT, LDH) pada beberapa metode
"Sampel plasma harus segera diproses"BENAR. Plasma EDTA dapat menunjukkan peningkatan kalium dan LDH jika tidak segera dipisahkan dari sel darah
"Serum tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan glukosa"TIDAK. Serum dapat digunakan, tetapi kadar glukosa akan turun sekitar 10% per jam karena glikolisis. Gunakan tabung NaF jika tidak segera diperiksa

8. Kesimpulan

Serum vs Plasma — know the difference! Memahami perbedaan antara serum dan plasma adalah fondasi penting dalam praktik laboratorium klinik. Serum diperoleh dari darah yang dibiarkan membeku dan tidak mengandung faktor pembekuan, sementara plasma diperoleh dengan antikoagulan dan mengandung semua faktor pembekuan.

AspekSerumPlasma
PembuatanDarah dibiarkan membekuDitambah antikoagulan
KomposisiTanpa faktor pembekuanLengkap (dengan faktor pembekuan)
Waktu15-30 menit (menunggu beku)Langsung sentrifugasi
Volume40-50% dari darah55-60% dari darah
Pemeriksaan utamaImunologi, hormon, kimia (non-koagulasi)Koagulasi, hematologi, kimia darurat

Pemilihan jenis sampel (serum vs plasma) harus didasarkan pada jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Untuk pemeriksaan koagulasi, WAJIB plasma sitrat. Untuk pemeriksaan hematologi, WAJIB plasma EDTA. Untuk pemeriksaan kimia dan imunologi, serum dan plasma heparin dapat digunakan, tetapi tetap perhatikan potensi interferensi.

Dengan memahami perbedaan ini, tenaga laboratorium dapat memilih tabung yang tepat, memproses sampel dengan benar, dan menghasilkan hasil pemeriksaan yang akurat sesuai dengan yang diharapkan oleh klinisi.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment