Apa Saja Pemeriksaan Diabetes di Laboratorium? Ini Daftar Tes Lengkap dan Fungsinya
INFOLABMED.COM - Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Diagnosis dan pemantauan diabetes tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala klinis, melainkan memerlukan konfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Memahami Diabetes Mellitus Tipe 2: Dari Patofisiologi Hingga Pengelolaan - Siti Retno Yuniatun (3242036) STIKes Nasional Surakarta
Lalu, apa saja pemeriksaan diabetes di laboratorium? Artikel ini akan membahas daftar tes lengkap beserta fungsi masing-masing untuk membantu tenaga kesehatan maupun masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan ini.
1. Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (Random Blood Glucose)
Pemeriksaan ini dilakukan tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.
Fungsi:
- Skrining awal diabetes
- Digunakan pada pasien dengan gejala klasik seperti poliuria, polidipsia, dan penurunan berat badan
Nilai rujukan:
- ≥ 200 mg/dL disertai gejala → mengarah ke diabetes
2. Pemeriksaan Gula Darah Puasa (Fasting Blood Glucose)
Dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8–12 jam.
Fungsi:
- Diagnosis diabetes
- Monitoring kadar glukosa dasar
Nilai rujukan:
- Normal: < 100 mg/dL
- Prediabetes: 100–125 mg/dL
- Diabetes: ≥ 126 mg/dL
3. Tes Toleransi Glukosa Oral (OGTT)
Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan larutan glukosa, kemudian kadar gula darah diukur setelah 2 jam.
Fungsi:
- Diagnosis diabetes
- Skrining diabetes gestasional
Nilai rujukan (2 jam):
- Normal: < 140 mg/dL
- Prediabetes: 140–199 mg/dL
- Diabetes: ≥ 200 mg/dL
4. Pemeriksaan HbA1c (Hemoglobin A1c)
HbA1c menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir.
Fungsi:
- Diagnosis diabetes
- Monitoring jangka panjang
Nilai rujukan:
- Normal: < 5,7%
- Prediabetes: 5,7–6,4%
- Diabetes: ≥ 6,5%
5. Pemeriksaan C-Peptide
C-Peptide adalah produk sampingan dari produksi insulin.
Fungsi:
- Menilai fungsi sel beta pankreas
- Membedakan diabetes tipe 1 dan tipe 2
6. Pemeriksaan Insulin
Digunakan untuk mengukur kadar insulin dalam darah.
Fungsi:
- Menilai resistensi insulin
- Evaluasi sindrom metabolik
7. Pemeriksaan Urin (Glukosa dan Keton)
Pemeriksaan urin juga berperan sebagai penunjang.
Fungsi:
- Deteksi glukosuria
- Deteksi ketoasidosis diabetik
8. Pemeriksaan Profil Lipid
Diabetes sering berkaitan dengan dislipidemia.
Fungsi:
- Menilai risiko penyakit kardiovaskular
- Monitoring komplikasi
9. Tahapan Pemeriksaan Laboratorium Diabetes
a. Pra-Analitik
- Puasa sesuai jenis pemeriksaan
- Edukasi pasien
- Pengambilan sampel yang tepat
b. Analitik
- Penggunaan alat terkalibrasi
- Kontrol kualitas internal dan eksternal
c. Pasca-Analitik
- Pelaporan hasil
- Interpretasi nilai rujukan
- Konsultasi dengan klinisi
10. Peran ATLM dalam Pemeriksaan Diabetes
Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam:
- Menjamin akurasi hasil
- Menghindari kesalahan pra-analitik
- Melakukan pemeriksaan sesuai SOP
- Mendukung diagnosis dan monitoring pasien
Pemeriksaan diabetes di laboratorium terdiri dari berbagai jenis tes, mulai dari gula darah sewaktu, puasa, OGTT, hingga HbA1c.
Baca Juga: Mengapa Pemeriksaan Hba1c Penting: Panduan Lengkap Untuk Kesehatan Optimal
Setiap pemeriksaan memiliki fungsi yang berbeda, baik untuk diagnosis maupun pemantauan penyakit.
Dengan memahami daftar tes lengkap ini, diharapkan tenaga kesehatan dan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan diabetes secara optimal.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Klik di sini, Twitter/X Klik di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik untuk Donasi.

Post a Comment