Passive Air Monitoring (Settle Plate Method): Pengertian, Prosedur, dan Aplikasi di Laboratorium
INFOLABMED.COM – Kualitas udara merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan, terutama di lingkungan seperti rumah sakit, laboratorium, dan ruang produksi bersih (cleanroom). Mikroorganisme yang tersuspensi di udara dapat menjadi sumber infeksi nosokomial atau kontaminasi produk . Lalu, bagaimana cara mengukur cemaran mikroba di udara secara sederhana?
Salah satu metode yang paling mudah, murah, dan telah terstandarisasi adalah Passive Air Monitoring, yang lebih dikenal dengan metode Settle Plate atau cawan petri sedimentasi .
Apa Itu Passive Air Monitoring?
Secara definisi, Passive Air Monitoring adalah metode pemantauan udara yang mengandalkan gaya gravitasi dan sedimentasi untuk menangkap partikel mikroba yang jatuh ke permukaan media kultur .
Dalam praktiknya, metode settle plate dilakukan dengan membuka cawan petri yang berisi media pertumbuhan (seperti Nutrient Agar, Trypticase Soy Agar, atau Sabouraud Dextrose Agar) di lokasi tertentu selama periode waktu yang telah ditentukan . Setelah terpapar udara, cawan ditutup dan diinkubasi. Koloni mikroba (bakteri atau jamur) yang tumbuh kemudian dihitung untuk menentukan tingkat kontaminasi udara.
Prinsip Kerja: Metode ini bersifat pasif. Berbeda dengan active air sampler yang menyedot volume udara tertentu untuk diuji, metode settle plate hanya menangkap mikroorganisme yang cukup berat dan besar untuk jatuh atau terhembus ke permukaan media . Sementara metode aktif menghisap udara dalam jumlah tertentu secara paksa, metode settle plate bergantung pada "sedimentasi" alami **.
Prosedur Standar Passive Air Monitoring (Settle Plate)
Agar data yang dihasilkan valid dan dapat diinterpretasikan, prosedur ini harus dilakukan secara standar.
Persiapan Media: Pilih media yang sesuai. Sebuah studi perbandingan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa Trypticase Soy Agar (TSA) memiliki kemampuan paling tinggi dalam menangkap bakteri di udara dibandingkan Nutrient Agar (NA) atau Plate Count Agar (PCA) .
Penempatan Cawan: Letakkan cawan di titik-titik strategis sesuai standar (misalnya di ruang ICU, ruang operasi, atau area kritis produksi) . Ketinggian penempatan biasanya sekitar 0,8 - 1,5 meter dari lantai.
Waktu Eksposur (Exposure Time): Ini adalah parameter krusial. Cawan dibiarkan terbuka dalam durasi tertentu.
- Rumah Sakit / Lingkungan Umum: Durasi eksposur yang umum adalah 30 menit hingga 1 jam .
- Cleanroom / Farmasi: Di area yang sangat terkontrol (Kelas A/B), waktu eksposur bisa lebih lama, bahkan hingga 4-5 jam, untuk mengakumulasi jumlah mikroba yang cukup untuk dideteksi. Inovasi terbaru bahkan menggunakan cawan 150mm untuk memperpanjang waktu eksposur hingga 8 jam demi mengurangi frekuensi pergantian cawan .
Inkubasi dan Penghitungan: Setelah waktu eksposur selesai, cawan ditutup dan diinkubasi (biasanya 24-48 jam pada suhu 30-35°C untuk bakteri, dan 3-5 hari untuk jamur). Koloni yang tumbuh dihitung menggunakan Colony Counter. Satuan hasil biasanya dinyatakan dalam CFU/plate/waktu (misal CFU/plate/4 jam) atau dikonversi ke CFU/m³ udara menggunakan rumus tertentu (seperti Rumus Koch atau Polish Standard untuk area tertentu) .
Kelebihan dan Kekurangan Metode Settle Plate
Sebelum memutuskan menggunakan metode ini, penting untuk memahami kelebihan dan keterbatasannya.
Kelebihan (Pros):
- Sederhana dan Ekonomis: Tidak memerlukan alat mahal seperti air sampler atau pompa vakum.
- Portabel: Cawan petri mudah didistribusikan ke berbagai titik (termasuk ruang sempit seperti Biological Safety Cabinet).
- Representatif untuk "Kontaminasi Aktual": Metode ini sangat baik untuk menilai risiko kontaminasi pada produk steril yang terpapar udara terbuka, karena prinsipnya mirip (partikel jatuh ke produk) .
Kekurangan (Cons):
- Hasil Kualitatif/Semi-kuantitatif: Metode ini tidak mengukur volume udara secara akurat, sehingga tidak bisa memberikan angka pasti CFU per meter kubik udara seperti metode aktif. Hasilnya sangat bergantung pada turbulensi udara dan ukuran partikel .
- Hanya Menangkap Partikel Besar: Partikel mikroba yang sangat kecil atau ringan cenderung tidak jatuh ke cawan dan tetap tersuspensi di udara .
- Resiko Kekeringan Media: Jika waktu eksposur terlalu lama, media agar dapat mengering, sehingga tidak dapat menumbuhkan mikroba dengan optimal meskipun partikel jatuh di atasnya .
Aplikasi di Dunia Nyata
Di Rumah Sakit: Penelitian di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan metode ini untuk mengukur kualitas udara di Ruang ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cemaran mikroba di ruang tersebut melebihi batas yang ditetapkan oleh Kemenkes (> 200 CFU/m³), yang mengindikasikan perlunya sistem ventilasi dan disinfeksi yang lebih baik .
Di Industri Farmasi: Perusahaan seperti Vetter Pharma menggunakan settle plate untuk pemantauan rutin di Kamar Bersih (Cleanroom) Kelas A. Mereka menggunakan cawan 150 mm dengan waktu pemaparan lebih lama untuk meminimalkan intervensi personil yang bisa mengganggu aliran steril .
Passive Air Monitoring (Settle Plate Method) adalah alat yang sangat berguna untuk "skrining awal" dan pemantauan rutin. Jika Anda membutuhkan data akurat tentang konsentrasi mikroba per volume udara (misalnya untuk memenuhi persyaratan ISO atau investigasi kontaminasi), metode Active Air Sampling (menggunakan impinger) tetap menjadi standar emas . Namun, untuk kontrol kualitas sehari-hari yang sederhana dan hemat biaya, settle plate adalah pilihan yang tepat.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia kesehatan dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment