The Levey–Jennings (LJ) Chart and Westgard Rules: Cara Efektif Memantau Kualitas Lab

Table of Contents

INFOLABMED.COM – The Levey–Jennings (LJ) Chart and Westgard Rules adalah fondasi utama dalam manajemen mutu laboratorium klinis. Duet ini memungkinkan analis untuk mendeteksi kesalahan (error) sekecil apa pun yang terjadi pada alat dan reagen sebelum hasil pasien keluar. Tanpa grafik LJ dan aturan Westgard, laboratorium menjalankan QC secara buta dan tidak berdaya.

Artikel ini akan membantu Anda memahami cara membuat grafik, menginterpretasi pola, serta menerapkan multi-rule untuk meningkatkan akurasi.

APA ITU LEVEY-JENNINGS CHART?

Grafik Levey-Jennings adalah peta kontrol kualitas yang digunakan untuk memplot hasil pengukuran bahan kontrol (QC material) secara berurutan dari waktu ke waktu . Ini memberikan representasi visual apakah proses pengukuran berada dalam kendali (in-control) atau mengalami penyimpangan (out-of-control).

Komponen penting dalam grafik LJ :

  • Garis Tengah (Mean) : Nilai rata-rata target dari kontrol.
  • Batas Peringatan (1SD, 2SD) : Biasanya ±1SD, ±2SD (peringatan).
  • Batas Tindakan (3SD dan seterusnya) : Jika titik di luar ±3SD, laboratorium harus menghentikan pengujian (out-of-control).
  • Sumbu X: Waktu (hari, run).
  • Sumbu Y: Konsentrasi / nilai kontrol (dalam mg/dL atau U/L, atau dalam satuan SD).

CARA MEMBACA POLA LEVEY-JENNINGS

1. Tren (Trend)

Terjadi ketika 4-6 titik berturut-turut naik secara konsisten (tiap hari makin tinggi) atau turun (tiap hari makin rendah).

  • Arti: Biasanya disebabkan oleh degradasi reagen, filter kotor, atau sumber cahaya melemah.
  • Perbaikan: Ganti reagen, bersihkan probe/flow cell.

2. Shift (Pergeseran)

Terjadi ketika 4-6 titik berturut-turut berada di atas atau di bawah mean, tetapi tidak ada arah naik/turun (horizontal loncatan).

  • Arti: Pemipetan yang tidak akurat (pipet error), pergantian lot reagen, kalibrasi yang berubah, atau perubahan suhu inkubator.
  • Perbaikan: Lakukan kalibrasi baru. Sesuaikan pipet.

3. Outlier (Titik Tak Terduga di 3SD)

Terjadi ketika titik tiba-tiba melonjak naik atau turun drastis hanya sekali, lalu kembali normal.

  • Arti: Kesalahan acak (random error): gelembung udara, kotor sesaat, kesalahan memasukkan urutan sampel.
  • Perbaikan: Ulangi QC. Ignore titik outlier jika kejadiannya satu kali.

APA ITU WESTGARD RULES?

Aturan Westgard adalah seperangkat 5 aturan (multi-rule) untuk menentukan apakah suatu run QC lolos atau gagal, yang dirancang khusus untuk mendeteksi adanya random error dan systematic error.

Aturan Westgard ini umumnya diaplikasikan pada grafik LJ yang memuat 2 level kontrol (normal dan abnormal) yang dianalisa bersamaan (n=2).

Daftar Aturan Westgard

AturanKeteranganJenis Error
1₂s (Peringatan, Optional)Satu kontrol melebihi ±2SD. Hanya sebagai peringatan untuk inspeksi lebih lanjut, bukan rejection.(Peringatan)
1₃s (Rejection)Satu kontrol melebihi ±3SD. Harus tolak run.Random Error / Systematic Error Besar
2₂s (Rejection)Dua kontrol berturut-turut (atau dalam satu run) melebihi ±2SD pada sisi yang sama.Systematic Error (Pergeseran)
R₄s (Rejection)Rentang antara dua kontrol dalam satu run melebihi 4SD .Random Error (Presisi Jelek)
4₁s (Rejection)Empat kontrol berturut-turut melebihi ±1SD pada sisi yang sama (bisa terjadi dalam satu run).Systematic Error (Pergeseran halus)
10x (Rejection)Sepuluh kontrol berturut-turut berada pada satu sisi mean (biasanya 10 hari).Systematic Error (Bias)

Penerapan Praktis Westgard di Grafik LJ

Skenario 1 (Boleh Lanjut):

  • Run: Kontrol 1 = +1.2SD, Kontrol 2 = -0.8SD. Tidak melanggar aturan 1₃s atau 2₂s? Hasil pasien boleh dilaporkan.

Skenario 2 (Harus Stop – 1₃s Error):

  • Run: Kontrol 1 = +3.5SD. Maka, Anda harus stop, cek alat (ganti reagen, koreksi probe).

Skenario 3 (Harus Stop – 2₂s Error):

  • Run: Kontrol 1 = +2.1SD, Kontrol 2 = +2.3SD. Terjadi pergeseran. Stop.

Skenario 4 (Harus Stop – R₄s Error):

  • Run: Kontrol 1 = +2.3SD, Kontrol 2 = -2.5SD. Rentang = 4.8SD. Ini menunjukkan random error (presisi buruk).

Memilih Aturan Berdasarkan Sigma Metric

Jangan terapkan aturan yang sama untuk semua parameter. Pakailah Sigma metric:

  • Sigma ≥ 6 (World Class): Gunakan aturan 1₃s sederhana (n=2) untuk menghindari false rejection rate yang tinggi jika memakai 1₂s.
  • Sigma 4-5: Gunakan aturan 1₃s / 2₂s / R₄s (dikenal sebagai Global Westgard Multi-Rule).
  • Sigma < 4: Perbaiki sistem terlebih dahulu (kurangi CV, kurangi bias), baru terapin QC multi-rule, atau pilih metode yang lebih presisi.

Langkah-Langkah Tanggap jika Run Gagal (Out-of-Control)

  1. Stop: Jangan laporkan hasil pasien.
  2. Verifikasi: Apakah ini false alarm? Ulangi QC yang sama.
  3. Buka Grafik: Lihat pola error (trend? shift? outlier?).
  4. Perbaiki (Troubleshooting): Ganti reagen, kalibrasi, bersihkan probe.
  5. Jalankan Ulang QC: Jika masuk (in-control), baru proses sampel pasien kemarin terhambat.
  6. Review Sampel Pasien: Ulang sampel pasien yang diperiksa dari QC terakhir yang baik hingga sekarang, jika error ditemukan signifikan.

The Levey–Jennings (LJ) Chart and Westgard Rules bukanlah sekadar formalitas, tetapi pondasi keselamatan pasien. Dengan menggabungkan visualisasi LJ Chart yang mudah dipahami dan multi-rules Westgard yang sensitif, laboratorium dapat membedakan variasi biasa (common cause variation) dari early warning system error sistematik.

Setiap analis harus mampu membuat grafik LJ di Excel/LIS, menandai peringatan, serta menerapkan aturan 1₃s dan 2₂s secara intuitif tanpa menghafal.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia kesehatan dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment