Kecam Keras Penyerangan Tenaga Kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya: Seruan Keadisan dan Perlindungan untuk Nakes
INFOLABMED.COM - Kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya mengguncang dunia kesehatan nasional. Insiden tragis yang terjadi pada 16 Maret 2026 ini menewaskan dua orang tenaga kesehatan dan meninggalkan trauma mendalam bagi dua nakes lainnya yang selamat.
Seorang tenaga ATLM, Sdr. Arsad Hamja Ollong, menjadi salah satu penyintas yang hingga kini masih dalam masa pemulihan.
Serangan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) ini memantik reaksi keras dari berbagai elemen, termasuk Persatuan Tenaga Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI) yang menuntut keadilan dan jaminan keamanan mutlak bagi para pejuang kesehatan di wilayah rawan konflik.
1. Duka dan Solidaritas: Kunjungan Langsung PATELKI ke Korban Selamat
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PATELKI Papua Barat bersama DPC terkait langsung mengunjungi korban selamat pada 18 Maret 2026.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga upaya nyata untuk memastikan kondisi psikologis para penyintas mendapat perhatian.
Dalam momen tersebut, PATELKI menegaskan bahwa kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya bukan sekadar pernyataan, melainkan panggilan untuk bertindak.
Trauma yang dialami para nakes memerlukan pendekatan khusus, termasuk trauma healing yang berkelanjutan.
2. Lima Tuntutan Tegas PATELKI kepada Pemerintah dan Aparat Hukum
Merespons tragedi berdarah ini, Dewan Pimpinan Pusat PATELKI mengeluarkan Pernyataan Sikap Resmi Nomor: 34/II/DPP.PATELKI/3/2026. Isinya memuat lima tuntutan strategis yang menjadi fondasi gerakan perlindungan tenaga kesehatan di Indonesia.
Pertama, kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya sebagai bentuk kutukan terhadap segala tindakan kekerasan, teror, dan intimidasi.
Kedua, pemerintah pusat dan daerah diminta menjamin keamanan absolut dengan mengerahkan TNI/Polri secara konkret di wilayah rawan konflik.
Ketiga, PATELKI mendesak moratorium penempatan tenaga kesehatan ke zona merah sebelum ada jaminan keamanan tertulis dan mengikat dari negara.
3. Pemenuhan Hak Korban dan Pemulihan Trauma
Tuntutan keempat menyoroti hak-hak korban. PATELKI meminta pemerintah memastikan pemulihan fisik dan psikologis secara tuntas bagi penyintas, termasuk rekan sejawat ATLM yang selamat. Selain itu, santunan dan penghargaan setinggi-tingginya harus diberikan kepada keluarga sejawat yang gugur dalam tugas kemanusiaan.
Kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya juga bermakna bahwa negara hadir tidak hanya dalam proses hukum, tetapi juga dalam pemulihan kemanusiaan. Tanpa rasa aman, pembangunan kesehatan nasional hanya akan menjadi mimpi.
4. Tuntutan Pengusutan Tuntas dan Hukuman Berat bagi Pelaku
Tuntutan kelima menekankan aspek keadilan hukum. PATELKI mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas tragedi ini dan menuntut pelaku dengan hukuman seberat-beratnya.
Kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya harus berujung pada proses hukum yang transparan dan adil.
Para pelaku kekerasan terhadap nakes tidak boleh mendapat ruang impunitas. PATELKI mengajak seluruh elemen bangsa untuk rapatkan barisan, bagikan informasi, dan terus menyuarakan keadilan bagi para pejuang kesehatan di Indonesia.
Tragedi di Tambrauw, Papua Barat Daya, menjadi pengingget pahit bahwa tenaga kesehatan di wilayah terpencil dan rawan konflik hidup dalam ancaman nyata.
Kecam keras penyerangan tenaga kesehatan di Tambrauw, Papua Barat Daya bukan sekadar tagline, melainkan seruan kolektif untuk perubahan sistemik.
Negara harus hadir dengan jaminan keamanan, perlindungan hukum, dan pemulihan trauma. Hanya dengan begitu, para nakes dapat kembali menjalankan tugas mulia mereka tanpa ketakutan. Keadilan untuk nakes adalah keadilan untuk kita semua.
Tagar Pendukung (untuk media sosial):
#PATELKI #ATLM #KeadilanUntukNakes #LindungiNakes #StopKekerasanNakes #TenagaKesehatan #PapuaBaratDaya #Tambrauw #JusticeForNakes

Post a Comment