Kapan Pemeriksaan Bilirubin Tidak Boleh Terkena Cahaya? Ini Penjelasan Pra-Analitik dan Dampaknya pada Hasil
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan bilirubin merupakan salah satu tes penting dalam menilai fungsi hati dan metabolisme hemoglobin.
Namun, ada satu hal krusial yang sering menjadi sumber kesalahan, yaitu paparan cahaya pada sampel bilirubin.
Baca Juga: Metabolism of Bilirubin Explained Step by Step: Dari Produksi hingga Ekskresi
Lalu, kapan pemeriksaan bilirubin tidak boleh terkena cahaya? Jawabannya: hampir di seluruh tahap pra-analitik hingga analitik awal, sampel bilirubin harus dilindungi dari cahaya untuk menjaga keakuratan hasil.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai aspek pra-analitik, waktu kritis perlindungan dari cahaya, serta dampaknya terhadap hasil pemeriksaan.
1. Mengapa Bilirubin Sensitif terhadap Cahaya?
Bilirubin, terutama bilirubin indirek, bersifat fotolabil, yaitu mudah terurai jika terpapar cahaya, terutama cahaya matahari dan lampu fluorescent.
Paparan cahaya dapat menyebabkan:
- Degradasi bilirubin menjadi bentuk lain (fotoisomer)
- Penurunan kadar bilirubin dalam sampel
- Hasil pemeriksaan menjadi false low (palsu rendah)
2. Kapan Sampel Bilirubin Tidak Boleh Terkena Cahaya?
a. Setelah Pengambilan Sampel
Segera setelah darah diambil:
- Sampel harus langsung dilindungi dari cahaya
- Gunakan aluminium foil atau tabung khusus gelap
Ini adalah fase paling kritis karena bilirubin mulai terdegradasi dalam hitungan menit.
b. Selama Transportasi
Saat sampel dikirim ke laboratorium:
- Harus tetap dalam kondisi terlindung
- Hindari paparan sinar matahari langsung
Transportasi yang tidak tepat dapat menyebabkan hasil tidak valid.
c. Saat Penyimpanan
Jika pemeriksaan tidak langsung dilakukan:
- Simpan pada suhu 2–8°C
- Tetap lindungi dari cahaya
Paparan cahaya selama penyimpanan tetap dapat menurunkan kadar bilirubin.
d. Sebelum Analisis
Sebelum sampel dimasukkan ke alat:
- Pastikan masih dalam kondisi terlindung
- Minimalkan waktu paparan
3. Dampak Paparan Cahaya terhadap Hasil
Paparan cahaya dapat menyebabkan:
a. Hasil Palsu Rendah (False Low)
- Kadar bilirubin tampak lebih rendah dari kondisi sebenarnya
- Berisiko menyebabkan underdiagnosis
b. Kesalahan Diagnosis
- Ikterus bisa tidak terdeteksi dengan baik
- Gangguan hati dapat terlewat
c. Kesalahan Klinis pada Neonatus
Pada bayi:
- Risiko tinggi keterlambatan diagnosis hiperbilirubinemia
- Dapat berujung pada komplikasi serius seperti kernikterus
4. Prosedur Pra-Analitik yang Benar
Untuk mencegah kesalahan, berikut langkah yang harus dilakukan:
a. Pengambilan Sampel
- Gunakan tabung serum atau plasma
- Hindari hemolisis
b. Perlindungan Sampel
- Bungkus dengan aluminium foil
- Gunakan tabung amber (gelap) jika tersedia
c. Transportasi
- Gunakan wadah tertutup
- Hindari paparan cahaya langsung
d. Penyimpanan
- Simpan pada suhu sesuai standar
- Tetap dalam kondisi terlindung
5. Peran ATLM dalam Menjaga Kualitas Sampel
Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam:
- Mengedukasi tenaga kesehatan tentang pentingnya perlindungan cahaya
- Menjamin kualitas pra-analitik
- Menolak sampel yang tidak memenuhi syarat
- Memberikan catatan jika terdapat potensi error
6. Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum dalam pemeriksaan bilirubin:
- Sampel dibiarkan terbuka di bawah lampu
- Tidak menggunakan pelindung cahaya
- Transportasi tanpa pengamanan
- Penundaan pemeriksaan tanpa penyimpanan yang tepat
Pemeriksaan bilirubin tidak boleh terkena cahaya sejak tahap awal pengambilan hingga sebelum analisis.
Baca Juga: Tes Bilirubin Indirect: Memahami Hasil dan Interpretasinya di Indonesia
Paparan cahaya dapat menyebabkan degradasi bilirubin yang berujung pada hasil palsu rendah dan kesalahan diagnosis.
Dengan penerapan prosedur pra-analitik yang tepat dan peran aktif ATLM, kualitas hasil pemeriksaan bilirubin dapat terjaga dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi pasien.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Klik di sini, Twitter/X Klik di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik untuk Donasi.

Post a Comment