Bolehkah Mengambil Darah Neonatus dengan Jarum Dipatahkan? Ini Risiko dan Standar Prosedurnya
INFOLABMED.COM - Praktik pengambilan darah pada neonatus membutuhkan ketelitian, keterampilan, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ketat.
Namun, di lapangan masih ditemukan pertanyaan bahkan praktik yang tidak sesuai prosedur, salah satunya adalah penggunaan jarum yang “dipatahkan” untuk mengambil sampel darah bayi.
Baca Juga: TSH Neonatus Itu Apa? Pemahaman Penting tentang Skrining Hipotiroid Bawaan pada Bayi Baru Lahir
Lantas, bolehkah mengambil darah neonatus dengan jarum dipatahkan? Jawabannya tegas: tidak diperbolehkan.
Praktik ini tidak hanya melanggar standar prosedur, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
1. Apa yang Dimaksud dengan Jarum Dipatahkan?
Jarum dipatahkan merujuk pada praktik memodifikasi jarum suntik dengan cara memotong atau merusak bagian tertentu agar dianggap lebih kecil atau “sesuai” untuk neonatus.
Praktik ini biasanya dilakukan dengan alasan:
- Tidak tersedianya alat khusus pediatrik
- Upaya mempermudah pengambilan darah
- Kurangnya pemahaman standar prosedur
Namun, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan secara medis maupun etik.
2. Risiko Penggunaan Jarum Dipatahkan pada Neonatus
Penggunaan jarum yang tidak standar sangat berbahaya, terutama pada neonatus yang memiliki kondisi anatomi yang sangat rentan.
a. Trauma Jaringan
Jarum yang tidak presisi dapat menyebabkan:
- Kerusakan jaringan kulit dan pembuluh darah
- Nyeri berlebih pada bayi
- Risiko nekrosis jaringan
b. Perdarahan dan Hematoma
Jarum yang dimodifikasi tidak memiliki kontrol aliran yang baik sehingga dapat meningkatkan risiko:
- Perdarahan sulit berhenti
- Pembentukan hematoma
c. Risiko Infeksi
Jarum yang dipatahkan:
- Tidak lagi steril secara optimal
- Berpotensi terkontaminasi
Hal ini meningkatkan risiko infeksi lokal hingga sistemik pada neonatus.
d. Hemolisis Sampel
Dari sisi laboratorium:
- Aliran darah yang tidak stabil dapat menyebabkan hemolisis
- Sampel menjadi tidak valid
- Hasil pemeriksaan bias atau tidak dapat digunakan
e. Risiko Cedera pada Tenaga Kesehatan
Jarum yang dimodifikasi dapat:
- Menyebabkan luka tusuk
- Meningkatkan risiko paparan penyakit infeksi
3. Standar Prosedur Pengambilan Darah Neonatus
Pengambilan darah pada neonatus harus mengikuti standar yang telah ditetapkan.
a. Metode yang Direkomendasikan
1. Heel Stick (Tusukan Tumit)
- Metode utama untuk pemeriksaan rutin
- Menggunakan lancet khusus dengan kedalaman terbatas
- Aman jika dilakukan sesuai prosedur
2. Venipuncture
- Digunakan untuk pemeriksaan tertentu dengan volume lebih besar
- Menggunakan jarum ukuran kecil (wing needle/butterfly)
b. Pemilihan Alat
- Gunakan lancet steril sekali pakai
- Gunakan jarum khusus pediatrik (bukan modifikasi)
- Gunakan microtube untuk volume kecil
c. Batas Volume Darah
Pengambilan darah harus mempertimbangkan:
- Berat badan bayi
- Total volume darah
- Risiko anemia iatrogenik
Sebagai panduan umum:
- Maksimal 1–5% dari total volume darah dalam 24 jam
4. Peran ATLM dalam Menjaga Keselamatan Neonatus
Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki tanggung jawab besar dalam:
- Menolak praktik yang tidak sesuai SOP
- Mengedukasi tenaga kesehatan lain
- Menjamin kualitas sampel dan keselamatan pasien
ATLM juga harus memastikan:
- Identifikasi pasien akurat
- Teknik pengambilan sesuai standar
- Sampel diproses dengan benar
5. Kenapa Praktik Ini Masih Terjadi?
Beberapa faktor yang menyebabkan praktik jarum dipatahkan masih ditemukan:
- Keterbatasan alat
- Kurangnya pelatihan
- Kebiasaan lama yang tidak diperbarui
- Minimnya pengawasan
Hal ini menjadi perhatian penting untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Mengambil darah neonatus dengan jarum dipatahkan adalah praktik yang tidak aman dan tidak sesuai standar medis.
Risiko yang ditimbulkan sangat besar, mulai dari cedera jaringan, infeksi, hingga hasil laboratorium yang tidak valid.
Baca Juga: Tumit Bayi: Fungsi, Cara Perawatan, dan Prosedur Tes Skrining yang Perlu Orang Tua Tahu
Pengambilan darah pada neonatus harus dilakukan باستخدام alat khusus dan teknik yang telah distandarisasi seperti heel stick dan venipuncture.
Peran ATLM sangat penting dalam memastikan setiap prosedur berjalan sesuai standar demi keselamatan pasien.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Klik di sini, Twitter/X Klik di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik untuk Donasi.

Post a Comment