Mengungkap Rahasia: Mengapa Jantung Jarang Diserang Kanker? Jantung Berdetak, Kanker Minggat!
INFOLABMED.COM - Kanker, penyakit yang menakutkan, umumnya menyerang berbagai organ tubuh manusia.
Namun, ada satu organ vital yang tergolong sangat jarang terserang kanker, yaitu jantung.
Meskipun jantung terus menerus dialiri darah dan memiliki jaringan pembuluh darah yang sangat padat, kondisi ini justru tampak seperti lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan sel kanker.
Kini, para ilmuwan akhirnya berhasil mengungkap alasan mengapa kanker jarang terjadi di jantung.
Sebuah tim peneliti internasional dari International Centre for Genetic Engineering and Biotechnology (ICGEB) di Italia, yang dipimpin oleh Giulio Ciucci, mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal ilmiah terkemuka, 'Science'.
Mereka menemukan bahwa tekanan yang dihasilkan oleh denyut jantung yang konstan memiliki kemampuan untuk menekan proliferasi atau pertumbuhan sel kanker.
Sejak lahir, sel-sel otot jantung manusia kehilangan kemampuan untuk membelah diri, yang berarti kemampuan regenerasinya sangat terbatas.
Peneliti terinspirasi oleh fakta kurangnya regenerasi sel jantung ini.
Mereka kemudian mengajukan hipotesis bahwa mekanisme yang menghentikan pembelahan sel otot jantung mungkin juga berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.
Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti menggunakan tikus yang telah dimodifikasi secara genetik untuk rentan terhadap kanker.
Mereka menyuntikkan virus sebagai vektor untuk mengirimkan gen penyebab kanker ke dalam sel-sel hati, jantung, dan otot rangka.
Tujuannya adalah agar gen penyebab kanker aktif pada tingkat yang serupa di ketiga jenis jaringan tersebut.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Kanker hanya berkembang di area otot rangka, seperti pada lengan dan leher tikus.
Hal ini diduga karena virus yang digunakan memiliki afinitas yang lebih kuat untuk menempel pada otot rangka.
Meskipun gen penyebab kanker aktif pada tingkat yang sama di jantung seperti pada otot rangka, tidak ada satu pun sel kanker yang tumbuh di jantung.
Untuk memastikan apakah denyut jantung benar-benar menjadi faktor utama penekan pertumbuhan sel kanker, para peneliti melakukan eksperimen lebih lanjut.
Mereka mengeluarkan jantung tikus dan menyambungkannya ke pembuluh darah di leher tikus lain.
Jantung yang terhubung ini terus berdetak, namun darah tidak dialirkan ke seluruh tubuh, sehingga tekanan normal yang terjadi di dalam jantung saat berdetak tidak lagi memberikan beban pada sel-sel jantung.
Selanjutnya, sel kanker paru-paru disuntikkan ke dalam jantung yang tidak mendapatkan tekanan dan jantung yang berdetak normal.
Dua minggu kemudian, pada jantung yang tidak mendapatkan tekanan, sel kanker tumbuh secara eksplosif, menutupi sebagian besar area jantung.
Sebaliknya, pada jantung yang berdetak normal, sel kanker hampir tidak tumbuh.
Gambar mikroskopis menunjukkan sel kanker paru-paru (hijau) tumbuh di dalam jantung.
Sel otot jantung ditampilkan dalam warna merah, dan inti sel dalam warna biru.
Temuan ini kemudian dianalisis lebih dalam.
Perbedaan pertumbuhan sel kanker ini ternyata berasal dari perubahan kondisi DNA di dalam sel kanker.
Sel kanker yang terpapar tekanan denyut jantung menunjukkan DNA yang lebih renggang.
Ini terjadi karena modifikasi kimia pada protein yang membungkus DNA berkurang, membuat struktur DNA yang awalnya padat menjadi lebih longgar.
Bagian DNA yang lebih longgar ini memungkinkan gen-gen penekan kanker untuk bekerja lebih efektif.
Tanpa adanya tekanan, DNA tetap padat, sehingga gen penekan kanker tidak berfungsi optimal, dan sel kanker dapat tumbuh dengan bebas.
Peneliti juga berhasil mengidentifikasi protein kunci yang mendeteksi tekanan denyut jantung dan memicu perubahan pada DNA sel kanker.
Protein ini bernama 'nesprin-2', yang berfungsi mentransfer rangsangan fisik dari luar sel ke inti sel.
Dalam eksperimen, sel kanker yang fungsinya dinonaktifkan, bahkan di dalam jantung yang berdetak normal, tidak terpengaruh oleh tekanan dan tumbuh dengan bebas.
Lebih lanjut, tim peneliti membandingkan jaringan kanker yang telah menyebar ke jantung manusia dengan jaringan kanker dari organ lain.
Mereka mengkonfirmasi bahwa fenomena serupa juga terjadi pada manusia.
Para peneliti menyimpulkan, "Kami telah menemukan bukti bahwa kekuatan denyut jantung melindungi jantung dari kanker.
Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan metode pengobatan kanker baru menggunakan stimulasi fisik."
FAQ (Tanya Jawab)
1. Mengapa kanker jarang menyerang jantung?
Kanker jarang menyerang jantung karena denyut jantung yang konstan menghasilkan tekanan yang menekan pertumbuhan sel kanker.
2. Bagaimana cara denyut jantung menekan sel kanker?
Tekanan denyut jantung menyebabkan DNA dalam sel kanker menjadi lebih renggang, sehingga gen-gen penekan kanker dapat bekerja lebih efektif.
3. Protein apa yang berperan dalam mendeteksi tekanan denyut jantung?
Protein bernama 'nesprin-2' berperan dalam mendeteksi tekanan denyut jantung dan mentransfer informasi tersebut ke inti sel untuk memicu perubahan pada DNA.
4. Apakah temuan ini bisa diterapkan pada pengobatan kanker manusia?
Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan metode pengobatan kanker baru yang memanfaatkan stimulasi fisik, serupa dengan mekanisme perlindungan alami jantung.
Post a Comment