5 Lab Quality Terms Every Lab Professional Should Know: Tingkatkan Mutu Hasil Pemeriksaan!

Table of Contents

5 Lab Quality Terms Every Lab Professional Should Know: Tingkatkan Mutu Hasil Pemeriksaan!

INFOLABMED.COM – Seorang analis laboratorium profesional tidak hanya paham cara mengoperasikan alat, tetapi juga wajib menguasai istilah-istilah mutu laboratorium yang menjadi fondasi penjaminan kualitas. 5 Lab Quality Terms Every Lab Professional Should Know berikut ini adalah terminologi inti yang harus dipahami untuk menghasilkan hasil pemeriksaan yang akurat, tepat waktu, dan dapat diandalkan.

Kelima istilah ini akan menjadi panduan Anda dalam menjalankan praktik laboratorium yang sesuai standar ISO 15189.

1. Quality Control (QC) – Kontrol Kualitas

Quality Control (QC) adalah proses sistematis untuk memantau akurasi dan presisi hasil pemeriksaan laboratorium dengan cara menganalisis bahan kontrol ( control material ) bersama sampel pasien. Tujuan QC adalah mendeteksi kesalahan analitik sesegera mungkin sehingga dapat diperbaiki sebelum hasil pasien dilaporkan.

Terdapat dua jenis QC dalam praktik laboratorium:

  • Internal Quality Control (IQC) : Kontrol rutin harian menggunakan kontrol komersial bernilai rendah, normal, dan tinggi. Hasilnya diplot pada grafik Levey-Jennings untuk memantau stabilitas alat.
  • External Quality Assessment (EQA) : Program pemantapan mutu eksternal di mana laboratorium mengikuti uji silang dengan laboratorium lain untuk membandingkan kinerja analitik.

Jika alat mengalami pergeseran atau tren, QC akan mendeteksinya lebih awal. Prinsipnya, QC adalah sistem alarm yang memberi tahu analis bahwa ada yang salah sebelum sampel pasien diperiksa.

2. Accuracy – Akurasi

Accuracy atau akurasi adalah kedekatan hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya ( true value ). Dengan kata lain, seberapa benar hasil yang Anda peroleh. Akurasi mengukur sejauh mana suatu metode laboratorium mampu menghasilkan nilai yang mendekati nilai sesungguhnya.

Contoh sederhana: Jika nilai glukosa sebenarnya 100 mg/dL dan alat Anda menghasilkan 99,8 mg/dL, maka alat tersebut memiliki akurasi tinggi. Sebaliknya jika hasilnya 103 mg/dL, akurasinya rendah.

Akurasi dipengaruhi oleh kesalahan sistematik (systematic error) seperti kalibrasi yang tidak tepat, reagen yang rusak, atau kurva kalibrasi yang bergeser. Akurasi diukur dengan membandingkan hasil laboratorium dengan nilai target dari bahan kontrol bersertifikat atau program EQA (External Quality Assessment). Akurasi dapat ditingkatkan dengan kalibrasi rutin, pemeliharaan alat, dan partisipasi aktif dalam program EQA.

3. Precision – Presisi

Precision atau presisi adalah kedekatan antar hasil pengukuran berulang dari sampel yang sama. Dengan kata lain, seberapa konsisten hasil yang Anda peroleh.

Jika Anda mengukur kontrol yang sama 5 kali dan menghasilkan nilai 49,5; 49,6; 49,5; 49,8; 49,6 mg/dL berarti alat Anda memiliki presisi tinggi. Sebaliknya jika hasilnya 48; 51; 49; 52; 50 mg/dL maka presisi rendah.

Presisi dipengaruhi oleh kesalahan acak (random error) seperti fluktuasi suhu, getaran alat, atau ketidakstabilan voltase listrik. Indikator presisi adalah koefisien variasi (CV%). Presisi ditingkatkan dengan QC berbasis aturan Westgard, perawatan alat rutin, dan stabilisasi lingkungan laboratorium.

Analis wajib memahami perbedaan akurasi vs presisi yang sering disalahartikan. Alat bisa presisi (hasil konsisten) tetapi tidak akurat (jauh dari nilai benar), dan sebaliknya. Tujuan laboratorium adalah mencapai akurasi dan presisi sekaligus.

4. Turnaround Time (TAT) – Waktu Penyelesaian

Turnaround Time (TAT) adalah total waktu yang dibutuhkan sejak permintaan pemeriksaan diajukan hingga hasil akhir dikeluarkan ke klinisi. TAT adalah cerminan efisiensi layanan laboratorium.

TAT dibagi menjadi tiga fase:

  • Pre-analytical TAT : Waktu dari permintaan hingga sampel diterima laboratorium (persiapan pasien, pengambilan sampel, transportasi).
  • Analytical TAT : Waktu dari sampel diterima hingga hasil keluar dari alat.
  • Post-analytical TAT : Waktu dari hasil keluar hingga dilaporkan ke dokter.

WHO dan ISO 15189 menetapkan bahwa laboratorium harus menetapkan target TAT untuk setiap jenis pemeriksaan (misalnya, gula darah sewaktu target 60 menit sejak penerimaan sampel). Faktor yang mempengaruhi TAT meliputi jumlah staf, otomatisasi, jarak transportasi sampel, dan sistem informasi laboratorium.

5. Sigma Metric

Sigma metric atau sigma value adalah ukuran kinerja proses yang menggabungkan presisi (CV%), akurasi (bias%), dan batas kesalahan yang diizinkan (Total Allowable Error/TEa) ke dalam satu nilai tunggal. Semakin tinggi sigma, semakin baik kinerja metode pemeriksaan.

Sigma metric dihitung dengan rumus: σ = (TEa - Bias%) / CV%.

Nilai sigma ideal minimal 6 (world class), sigma 5-6: baik, sigma 4-5: marginal, sigma 3-4: tidak dapat diterima, sigma <3 butuh perbaikan segera.

Sigma metric digunakan untuk menentukan strategi QC (aturan Westgard), mengevaluasi metode baru, membandingkan alat atau reagen, memenuhi persyaratan ISO 15189 tentang indikator mutu.

Interpretasi sigma dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • σ > 6 (World class), gunakan QC sederhana dengan 2 kontrol pada batas 3s.
  • σ < 4, perlu QC ketat dengan multi-rules atau ganti metode pemeriksaan.

Contoh perhitungan σ: Parameter glukosa dengan TEa 10%, bias 2%, CV 2%. Maka σ = (10 - 2)/2 = 4 sigma (kategori marginal).

Penguasaan terhadap istilah mutu laboratorium bukan sekadar kebutuhan akademis, melainkan kebutuhan praktis untuk bekerja lebih profesional. Dengan memahami QC, Accuracy, Precision, Sigma Metric, dan TAT, analis laboratorium dapat meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan secara signifikan, mencegah kesalahan diagnosis, dan pada akhirnya, melayani pasien dengan lebih baik.

Mulailah terapkan kelima istilah ini dalam rutinitas harian Anda, dan jadilah analis laboratorium yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga unggul dalam mutu. Kalibrasi rutin, QC teratur, pelaporan tepat waktu, dan perbaikan berkelanjutan adalah cerminan profesionalisme sejati.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment