Total Plate Count (TPC): Panduan Lengkap Uji Angka Lempeng Total untuk Keamanan Pangan
INFOLABMED.COM - Dalam pengujian mutu dan keamanan pangan, air, serta produk lainnya, salah satu parameter mikrobiologi yang paling fundamental adalah total plate count (TPC) atau dalam bahasa Indonesia disebut Angka Lempeng Total (ALT) . Metode ini digunakan untuk menghitung jumlah mikroorganisme hidup (viable count) yang terdapat dalam suatu sampel .
Hasil uji TPC menjadi indikator penting untuk menentukan tingkat kebersihan, potensi kerusakan, serta kelayakan suatu produk untuk dikonsumsi . Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang total plate count, mulai dari definisi, prinsip, prosedur, cara perhitungan, hingga interpretasi hasilnya.
Apa Itu Total Plate Count (TPC)?
Total plate count (TPC) atau Angka Lempeng Total (ALT) adalah metode pengujian yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroorganisme aerob mesofilik yang tumbuh dalam suatu sampel . Istilah lainnya yang sering digunakan adalah Total Viable Count (TVC) yang merujuk pada jumlah total bakteri aerob yang hidup dalam sampel .
Hasil uji TPC dinyatakan dalam satuan CFU/mL (untuk sampel cair) atau CFU/g (untuk sampel padat). CFU adalah singkatan dari Colony Forming Unit, yang berarti unit pembentuk koloni. Satu koloni yang tumbuh dianggap berasal dari satu sel mikroorganisme tunggal yang berkembang biak .
Prinsip pengujian TPC adalah menumbuhkan mikroorganisme dalam media agar dengan metode tuang (pour plate) atau sebar (spread plate), lalu diinkubasi pada suhu dan waktu yang sesuai hingga mikroorganisme tumbuh membentuk koloni yang dapat dihitung secara kasat mata .
Tujuan dan Pentingnya Uji TPC
Uji TPC dilakukan untuk berbagai tujuan penting:
| Tujuan | Penjelasan |
|---|---|
| Menentukan Mutu Produk | Menilai tingkat kontaminasi mikroba dalam produk pangan, kosmetik, atau air . |
| Menilai Tingkat Kebersihan | Indikator sanitasi dan higiene selama proses produksi dan penanganan . |
| Mendeteksi Potensi Kerusakan | Semakin tinggi jumlah mikroba, semakin cepat produk mengalami pembusukan . |
| Memenuhi Persyaratan Regulasi | Membandingkan hasil dengan standar SNI atau ISO untuk memastikan produk aman dikonsumsi . |
Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan batas maksimum TPC untuk berbagai produk. Misalnya, untuk ikan asap dengan pengasapan panas, batas maksimal ALT adalah 5,0 × 10⁴ koloni/gram . Sementara untuk daging sapi, batas maksimal TPC adalah 10⁶ CFU/g .
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Peralatan:
- Inkubator (37°C)
- Autoklaf (sterilisasi)
- Colony counter (manual atau digital)
- Pipet ukur steril (1 mL)
- Tabung pengencer (berisi 9 mL larutan pengencer)
- Cawan petri steril
- Pembakar spiritus/Bunsen
- Vortex mixer (opsional)
Media dan Bahan:
- Plate Count Agar (PCA) : Media standar untuk pertumbuhan bakteri aerob mesofilik
- Larutan pengencer steril: Buffered Peptone Water (BPW) atau NaCl fisiologis 0,85%
- Sampel yang akan diuji
- Alkohol 70%
Prosedur Uji Total Plate Count (TPC)
Berikut adalah langkah-langkah standar pengujian TPC berdasarkan prosedur baku:
1. Persiapan Sampel dan Pengenceran Bertingkat
Prinsip pengenceran bertingkat (serial dilution) adalah mengurangi kepadatan mikroba dalam sampel sehingga koloni yang tumbuh tidak terlalu padat dan mudah dihitung .
Langkah-langkah pengenceran :
- Pengenceran 10⁻¹: Ambil 1 mL sampel (atau 1 gram sampel padat yang telah dihomogenkan dalam 9 mL pengencer), masukkan ke tabung berisi 9 mL larutan pengencer steril. Kocok hingga homogen.
- Pengenceran 10⁻²: Ambil 1 mL dari tabung 10⁻¹, pindahkan ke tabung berisi 9 mL pengencer baru. Kocok homogen.
- Pengenceran 10⁻³ dan seterusnya: Ulangi langkah yang sama hingga mencapai tingkat pengenceran yang diinginkan (biasanya 10⁻⁴, 10⁻⁵, 10⁻⁶) tergantung perkiraan jumlah mikroba dalam sampel .
2. Penanaman (Inokulasi)
Ada dua metode penanaman yang umum digunakan :
a. Metode Tuang (Pour Plate)
- Ambil 1 mL sampel dari setiap tingkat pengenceran, masukkan ke dalam cawan petri steril (lakukan duplo untuk setiap pengenceran).
- Tuangkan 15-20 mL media PCA yang telah dicairkan dan didinginkan hingga suhu 40-45°C ke dalam cawan.
- Homogenkan dengan memutar cawan membentuk angka 8 atau memutar searah jarum jam dan berlawanan.
- Biarkan hingga media memadat.
b. Metode Sebar (Spread Plate)
- Tuangkan media PCA ke dalam cawan petri dan biarkan memadat terlebih dahulu.
- Ambil 0,1 mL sampel dari setiap pengenceran, teteskan di permukaan media.
- Ratakan dengan batang penyebar (drgalski) steril hingga kering.
3. Inkubasi
Setelah media memadat (untuk metode tuang), cawan petri diinkubasi dalam posisi terbalik (inverted) agar uap air tidak menetes ke permukaan media . Inkubasi dilakukan pada suhu 35-37°C selama 24-48 jam untuk bakteri aerob mesofilik .
4. Penghitungan Koloni
Setelah inkubasi, lakukan penghitungan koloni yang tumbuh:
Kriteria cawan yang dipilih :
- Pilih cawan dengan jumlah koloni antara 25-250 atau 30-300 koloni (tergantung standar yang digunakan).
- Hindari cawan dengan koloni kurang dari 30 (dilaporkan sebagai "kurang dari 30 x faktor pengenceran") atau lebih dari 300 (terlalu padat/TNTC = Too Numerous To Count).
- Lebih disukai cawan dengan koloni antara 30-300 karena rentang ini dianggap paling representatif dan mudah dihitung .
Cara menghitung :
- Gunakan colony counter untuk memudahkan penghitungan.
- Hitung semua koloni yang tumbuh, termasuk koloni kecil.
- Untuk koloni yang menyebar (spreader) yang menutupi lebih dari setengah area cawan, sebaiknya tidak dihitung.
Rumus Perhitungan TPC (CFU/mL atau CFU/g)
Hasil penghitungan koloni dimasukkan ke dalam rumus berikut :
$$\text{CFU/mL atau CFU/g} = \frac{\text{Jumlah Koloni (CFU)}}{\text{Volume Inokulum (mL)} \times \text{Faktor Pengenceran}}$$
Atau rumus praktisnya:
$$\text{CFU} = \text{Jumlah Koloni} \times \frac{1}{\text{Faktor Pengenceran}}$$
Catatan: Faktor pengenceran adalah kebalikan dari tingkat pengenceran. Misalnya pengenceran 10⁻³, maka faktor pengencerannya = 1000 .
Contoh Perhitungan TPC
Contoh 1: Metode Tuang (Inokulum 1 mL)
- Hasil: 120 koloni pada pengenceran 10⁻³
- Volume inokulum = 1 mL
- Faktor pengenceran = 1000
- Perhitungan: 120 × 1000 = 120.000 CFU/mL atau 1,2 × 10⁵ CFU/mL
Contoh 2: Metode Sebar (Inokulum 0,1 mL)
- Hasil: 85 koloni pada pengenceran 10⁻⁴
- Volume inokulum = 0,1 mL
- Faktor pengenceran = 10⁴ = 10.000
- Volume yang mewakili sampel asli = 0,1 × 10⁻⁴ = 10⁻⁵ mL
- Perhitungan: 85 ÷ 10⁻⁵ = 85 × 10⁵ = 8.500.000 CFU/mL atau 8,5 × 10⁶ CFU/mL
Contoh 3: Rata-rata Dua Cawan (Pengenceran Sama)
- Dua cawan pada pengenceran 10⁻³: 120 dan 135 koloni
- Rata-rata = (120 + 135)/2 = 127,5 koloni
- Hasil: 127,5 × 1000 = 127.500 CFU/mL atau 1,28 × 10⁵ CFU/mL (3 angka signifikan)
Interpretasi Hasil TPC
Membandingkan dengan Standar
Hasil uji TPC dibandingkan dengan batas maksimum yang ditetapkan dalam standar:
- Jika ≤ batas standar: Produk memenuhi persyaratan mutu dan aman .
- Jika > batas standar: Produk tidak memenuhi persyaratan, berisiko tinggi menyebabkan kerusakan atau masalah kesehatan .
Contoh standar TPC untuk beberapa produk:
- Ikan asap: Maksimal 5,0 × 10⁴ CFU/g
- Daging sapi: Maksimal 10⁶ CFU/g
- Terasi: Lima dari enam sampel dalam suatu penelitian memenuhi standar dengan nilai berkisar 2,5 × 10⁴ hingga 3,9 × 10⁵ CFU/g
Istilah dalam Pelaporan
- TNTC (Too Numerous To Count) : Koloni terlalu banyak (>300) dan tidak dapat dihitung. Perlu pengenceran lebih tinggi .
- TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung) : Istilah Indonesia untuk TNTC.
- < 30 x fd : Jika koloni kurang dari 30, dilaporkan sebagai "kurang dari 30 dikalikan faktor pengenceran terendah" .
Metode Alternatif: Petrifilm
Selain metode konvensional dengan PCA, terdapat metode alternatif yang lebih cepat dan praktis yaitu Petrifilm Aerobic Count Plate (PACP) . Penelitian menunjukkan bahwa metode PACP sesuai dengan metode standar SNI dan ISO 4833, serta memiliki kesesuaian yang baik untuk pengujian TPC pada produk perikanan .
Faktor yang Mempengaruhi Hasil TPC
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi akurasi hasil TPC:
- Teknik pengenceran: Kesalahan dalam pengenceran bertingkat dapat menghasilkan hitungan yang tidak akurat.
- Suhu inkubasi: Suhu yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan mikroba.
- Kualitas media: Media yang kadaluarsa atau terkontaminasi mempengaruhi pertumbuhan koloni.
- Kebersihan alat: Alat yang tidak steril menyebabkan kontaminasi silang.
- Kesalahan penghitungan: Koloni yang berdekatan atau menyebar dapat menyebabkan kesalahan.
Kesimpulan
Total plate count (TPC) atau Angka Lempeng Total (ALT) adalah metode fundamental dalam pengujian mikrobiologi untuk menghitung jumlah mikroorganisme hidup dalam sampel. Metode ini penting untuk menilai mutu, keamanan, dan kelayakan produk pangan, air, dan berbagai produk lainnya.
Prosedur TPC meliputi pengenceran bertingkat, penanaman dengan metode tuang atau sebar, inkubasi, penghitungan koloni pada rentang 30-300, serta perhitungan dengan rumus CFU/mL atau CFU/g. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan standar SNI atau ISO yang berlaku untuk menentukan apakah suatu produk memenuhi persyaratan mutu dan aman dikonsumsi.
Dengan memahami dan menerapkan metode TPC secara benar, laboratorium dapat berperan penting dalam menjamin keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar mikrobiologi dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment