Sampel EDTA Lipemik Apakah Harus Curiga dengan Hasil HB? Ini Penjelasannya!
INFOLABMED.COM - Dalam rutinitas laboratorium klinik, kita sering menemui sampel dengan plasma yang tampak keruh atau seperti susu. Kondisi ini disebut lipemik, yang menandakan tingginya kadar lemak (trigliserida) dalam darah. Pertanyaan yang sering muncul di benak analis adalah: Sampel EDTA lipemik apakah harus curiga dengan hasil HB?
Jawaban singkatnya: YA, Anda harus curiga! Sampel lipemik dapat mengganggu pengukuran hemoglobin secara signifikan dan menyebabkan hasil yang tidak akurat. Mari kita bahas secara mendalam mengapa hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Apa Itu Sampel Lipemik?
Sampel lipemik adalah sampel darah yang mengandung kadar lipid (lemak) sangat tinggi, sehingga plasma atau serumnya tampak keruh, seperti susu atau kopi susu . Kondisi ini bisa disebabkan oleh:
- Pasien tidak berpuasa sebelum pengambilan darah
- Gangguan metabolisme lemak (hipertrigliseridemia)
- Pemberian nutrisi parenteral (infus lemak)
- Penyakit tertentu seperti diabetes tidak terkontrol atau pankreatitis
Mengapa Lipemia Mengganggu Pengukuran Hemoglobin?
Untuk menjawab pertanyaan sampel EDTA lipemik apakah harus curiga dengan hasil HB, kita perlu memahami prinsip pengukuran hemoglobin di hematology analyzer.
Mayoritas hematology analyzer modern menggunakan metode spektrofotometri untuk mengukur hemoglobin. Prinsipnya adalah mengukur absorbansi cahaya pada panjang gelombang tertentu setelah sel darah merah dilisiskan .
Masalahnya: Partikel lipid (kilomikron dan VLDL) dalam sampel lipemik menyebabkan kekeruhan yang meningkatkan hamburan cahaya (turbiditas). Akibatnya, alat membaca absorbansi yang lebih tinggi dari sebenarnya, sehingga hasil hemoglobin (Hb) menjadi palsu tinggi .
Dampak pada Parameter Lain
Ketika Hb palsu tinggi, parameter turunan yang menggunakan Hb dalam perhitungannya juga ikut terpengaruh:
- MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Ikut meningkat palsu karena dihitung dari Hb/RBC
- MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration): Meningkat palsu karena dihitung dari Hb/Hct
Menariknya, hitungan sel darah merah (RBC), leukosit (WBC), dan trombosit (PLT) umumnya tidak terganggu oleh lipemia, terutama jika alat menggunakan metode impedansi . Namun, beberapa alat yang menggunakan metode optik mungkin juga terganggu.
Indikator Kecurigaan: Kapan Harus Curiga?
Lalu, bagaimana kita tahu bahwa sampel EDTA lipemik apakah harus curiga dengan hasil HB telah terbukti? Ada beberapa indikator yang bisa digunakan:
1. Inspeksi Visual
Ini adalah langkah pertama dan paling sederhana. Setelah sampel disentrifugasi atau didiamkan, amati plasma:
- Normal: Jernih kekuningan
- Lipemik: Keruh, seperti susu, putih susu
2. Perhatikan Indeks MCHC
MCHC adalah "polisi" internal yang sangat sensitif terhadap gangguan. Rentang normal MCHC umumnya 32-36 g/dL.
- Jika MCHC > 36 g/dL tanpa penyebab lain (misalnya sferositosis), curigai adanya lipemia .
- Peningkatan MCHC yang tidak proporsional dengan morfologi sel darah merah adalah bendera merah utama.
3. Grafik atau Flagging Alat
Banyak hematology analyzer modern akan menampilkan grafik abnormal atau mengeluarkan flag (peringatan) ketika mendeteksi gangguan lipemia . Jangan abaikan peringatan ini!
Penanganan: Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda curiga sampel lipemik mengganggu hasil Hb, jangan langsung melaporkan hasil tersebut. Lakukan langkah penanganan berikut:
Metode Saline Replacement (Penggantian Plasma)
Ini adalah metode yang direkomendasikan untuk mengoreksi gangguan lipemia pada sampel EDTA .
Langkah-langkahnya:
- Centrifuge sampel EDTA dengan kecepatan tinggi (misalnya 10.000-15.000 rpm selama 5-10 menit) untuk memisahkan sel dan plasma.
- Dengan hati-hati, pipet dan buang plasma yang keruh (lapisan atas).
- Ganti volume plasma yang dibuang dengan larutan saline (NaCl 0,9%) dalam jumlah yang sama persis.
- Homogenkan sampel dengan baik (bolak-balik lembut).
- Running ulang sampel pada hematology analyzer .
Catatan Penting:
- Metode ini hanya mengoreksi hasil Hb dan turunannya.
- Hasil RBC, WBC, dan PLT dari running awal (sebelum koreksi) sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi untuk konsistensi, banyak laboratorium menggunakan hasil dari sampel yang sudah dikoreksi untuk semua parameter.
- Setelah mendapatkan hasil, hitung ulang MCH dan MCHC secara manual berdasarkan Hb baru dan RBC/Hct yang sesuai .
- Tambahkan komentar pada laporan hasil, misalnya: "Sampel lipemik, hasil Hb dan indeks eritrosit telah dikoreksi dengan metode saline replacement" .
Metode Lain
Beberapa laboratorium mungkin memiliki opsi lain:
- Ultracentrifugation: Memisahkan lipid lebih efektif jika tersedia .
- Penggunaan formula koreksi: Beberapa alat memiliki software yang mencoba mengoreksi, tetapi metode saline replacement tetap dianggap lebih akurat.
Pencegahan Lebih Baik daripada Koreksi
Tentu, mencegah sampel lipemik adalah langkah terbaik. Beberapa upaya pencegahan:
- Edukasi Pasien: Pastikan pasien berpuasa 10-12 jam sebelum pengambilan darah untuk pemeriksaan rutin .
- Catatan Klinis: Tanyakan riwayat konsumsi makanan berlemak atau obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme lemak.
- Komunikasi dengan Klinisi: Jika pasien adalah pasien rawat inap yang mendapat nutrisi parenteral, koordinasikan waktu pengambilan sampel.
Studi Kasus Sederhana
Seorang pasien datang dengan hasil Hb 16,5 g/dL (normal 13-17) dan MCHC 38 g/dL (↑). Analis curiga karena plasma tampak keruh. Setelah dilakukan saline replacement, didapatkan Hb koreksi 12,8 g/dL dan MCHC 33 g/dL.
Jika tanpa koreksi, pasien ini bisa dianggap normal atau bahkan polisitemia, padahal sebenarnya ia anemia ringan. Ini membuktikan bahwa sampel EDTA lipemik apakah harus curiga dengan hasil HB adalah pertanyaan yang sangat relevan.
Kesimpulan
Sampel EDTA lipemik apakah harus curiga dengan hasil HB? Jawabannya: Sangat perlu curiga! Lipemia menyebabkan kekeruhan yang mengganggu pengukuran spektrofotometri hemoglobin, menghasilkan Hb palsu tinggi dan meningkatkan MCHC secara artifisial .
Sebagai analis yang baik, lakukan:
- Inspeksi visual setiap sampel.
- Perhatikan nilai MCHC sebagai indikator awal.
- Lakukan koreksi dengan metode saline replacement jika diperlukan.
- Laporkan hasil dengan komentar yang jelas.
Dengan kewaspadaan dan penanganan yang tepat, kita dapat memastikan hasil laboratorium yang akurat dan mendukung diagnosis pasien dengan benar. Ingat, keandalan hasil laboratorium dimulai dari ketelitian kita dalam mengelola setiap sampel, termasuk yang lipemik.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia hematologi dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment