Pertumbuhan Salmonella pada Media Agar: Morfologi Koloni di XLD, HE, SSA, dan Cara Identifikasinya

Table of Contents

 

Pertumbuhan Salmonella pada Media Agar: Morfologi Koloni di XLD, HE, SSA, dan Cara Identifikasinya

INFOLABMED.COM - Salmonella adalah salah satu bakteri patogen enterik yang paling sering diisolasi di laboratorium mikrobiologi, baik dari sampel klinis (feses, darah) maupun sampel makanan dan lingkungan. Keberhasilan isolasi sangat bergantung pada pemahaman tentang pertumbuhan salmonella pada media agar yang tepat .

Salmonella termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae, bersifat Gram negatif, berbentuk batang, motil, dan fakultatif anaerob . Bakteri ini tidak memfermentasi laktosa, namun sebagian besar menghasilkan hidrogen sulfida (H2S) yang menjadi ciri khas pada media tertentu . Artikel ini akan membahas karakteristik pertumbuhan Salmonella pada berbagai media selektif-diferensial yang umum digunakan di laboratorium.

Karakteristik Umum Salmonella

Sebelum membahas media, penting untuk memahami sifat-sifat Salmonella yang menjadi dasar identifikasi :

KarakteristikHasil
Pewarnaan GramNegatif, batang
MotilitasPositif (sebagian besar)
LaktosaNegatif (tidak difermentasi)
GlukosaPositif (menghasilkan asam dan gas)
H2SPositif (sebagian besar serotipe)
UreaseNegatif
IndolNegatif
SitratPositif (pada Simmons citrate)
Lisin dekarboksilasePositif

Karena Salmonella tidak memfermentasi laktosa, koloninya akan tampak berbeda dengan E. coli dan coliform lain yang memfermentasi laktosa pada media diferensial .

Media Agar untuk Isolasi Salmonella

1. Xylose Lysine Deoxycholate (XLD) Agar

XLD adalah media selektif-diferensial yang direkomendasikan oleh FDA BAM, ISO 6579, dan AOAC untuk isolasi Salmonella .

  • Prinsip Media :

    • Deoxycholate: Menghambat bakteri Gram positif
    • Xylosa, laktosa, sukrosa, dan lisin: Untuk diferensiasi
    • Ferric ammonium citrate: Untuk deteksi H2S
    • Phenol red: Indikator pH (media dasar berwarna merah)
  • Pertumbuhan Salmonella pada XLD :

    • Koloni berwarna merah muda hingga merah dengan pusat hitam (black centers)
    • Warna merah berasal dari fermentasi xylosa yang dilanjutkan dekarboksilasi lisin, menyebabkan pH kembali alkali
    • Pusat hitam berasal dari produksi H2S yang bereaksi dengan ferric ammonium citrate
    • Ukuran koloni tipikal 2-3 mm
    • H2S negatif Salmonella (jarang) akan membentuk koloni merah tanpa pusat hitam
  • Bakteri Lain di XLD :

    • Shigella: Koloni merah/pink, tanpa pusat hitam
    • E. coli dan coliform: Koloni kuning (fermentasi xylosa)
    • Proteus: Koloni hitam dengan halo kuning

Catatan: Jangan menginkubasi >48 jam karena non-Salmonella dapat mengembangkan tampilan yang mirip .

2. Hektoen Enteric (HE) Agar

HE agar adalah media selektif-diferensial untuk isolasi Salmonella dan Shigella dari spesimen feses .

  • Prinsip Media :

    • Bile salts: Menghambat bakteri Gram positif dan beberapa Gram negatif
    • Laktosa, sukrosa, dan salisin: Tiga jenis karbohidrat dengan laktosa konsentrasi tertinggi
    • Ferric ammonium citrate dan sodium thiosulfate: Deteksi H2S
    • Fuksin asam dan bromtimol blue: Indikator pH
  • Pertumbuhan Salmonella pada HE Agar :

    • Koloni berwarna hijau-kebiruan (blue-green) dengan atau tanpa pusat hitam
    • Warna hijau-biru terjadi karena Salmonella tidak memfermentasi laktosa (hanya fermentasi glukosa sedikit), sehingga asam yang dihasilkan sedikit dan bereaksi dengan indikator
    • Pusat hitam menunjukkan produksi H2S
    • Lebih selektif daripada SSA, dengan inhibisi coliform lebih baik
  • Bakteri Lain di HE Agar :

    • Shigella: Koloni hijau-biru tanpa pusat hitam
    • Coliform (E. coli, Klebsiella): Koloni salmon/oranye (fermentasi laktosa/sukrosa)

3. Salmonella Shigella Agar (SSA)

SSA adalah media selektif untuk isolasi Salmonella dan Shigella, terutama dari sampel feses.

  • Prinsip Media:

    • Bile salts dan brilliant green: Menghambat bakteri Gram positif dan sebagian coliform
    • Laktosa: Untuk diferensiasi
    • Natrium tiosulfat dan ferric citrate: Deteksi H2S
    • Neutral red: Indikator pH
  • Pertumbuhan Salmonella pada SSA:

    • Koloni tidak berwarna atau transparan (laktosa negatif) dengan pusat hitam (jika H2S positif)
    • Beberapa sumber menyebut koloni halus, kecil-kecil, keping, dan bulat
    • Salmonella Typhi dan Paratyphi mungkin tumbuh lebih lambat
  • Bakteri Lain di SSA:

    • Shigella: Koloni tidak berwarna/transparan, tanpa pusat hitam
    • E. coli: Koloni merah muda/merah (fermentasi laktosa)
    • Coliform lain: Koloni merah

4. Media Lain untuk Salmonella

MediaPenampakan Koloni SalmonellaKeterangan
MacConkey AgarTidak berwarna/transparan (laktosa negatif)Non-selektif, hanya diferensial
Brilliant Green AgarKoloni merah muda/putih dikelilingi zona merahSangat selektif, untuk sampel makanan
Bismuth Sulfite AgarKoloni hitam dengan "rabbit eye" (kilap logam) di sekitarnyaKhusus untuk S. Typhi
Chromogenic AgarKoloni ungu/magenta (spesifik)Deteksi berdasarkan enzim spesifik

Strategi Isolasi Optimal untuk Salmonella

Karena tidak ada media tunggal yang dapat mendeteksi semua serotipe Salmonella, laboratorium direkomendasikan menggunakan kombinasi media untuk hasil maksimal .

Alur Isolasi Standar (FDA BAM/ISO) :

  1. Pre-enrichment (Non-selektif): 25 g sampel dalam 225 mL Buffered Peptone Water (BPW), inkubasi 18-24 jam, 35°C.
  2. Selective enrichment:
    • 0,1 mL dari BPW ke 10 mL Rappaport Vassiliadis (RV) Broth (pengenceran 1:100 sangat penting)
    • Inkubasi RV pada 42°C selama 18-24 jam (suhu tinggi ini menghambat kompetitor)
  3. Penanaman pada media selektif: Streak dari RV broth yang keruh ke kombinasi media:
    • XLD Agar + HE Agar + (opsional) Chromogenic Salmonella Agar
  4. Inkubasi 18-24 jam, 35-37°C.
  5. Amati koloni khas:
    • XLD: Merah dengan pusat hitam
    • HE: Hijau-biru dengan pusat hitam

Rekomendasi: Banyak laboratorium melakukan plating paralel pada XLD dan HE karena kedua media saling melengkapi kekuatan dan kelemahan masing-masing .

Karakteristik H2S pada Salmonella

Kemampuan menghasilkan H2S adalah ciri khas sebagian besar Salmonella (kecuali beberapa serotipe seperti S. Typhi, S. Paratyphi A yang H2S negatif atau lemah). Deteksi H2S pada media agar terjadi karena :

  • Media mengandung sodium thiosulfate sebagai substrat
  • Bakteri mereduksi tiosulfat menjadi H2S
  • H2S bereaksi dengan garam besi (ferric ammonium citrate) membentuk besi sulfida (FeS) berwarna hitam
  • Endapan hitam ini terlihat di pusat koloni (black centers)

Pada media XLD dan HE, koloni Salmonella yang khas adalah koloni dengan pusat hitam. Namun perlu diingat bahwa H2S negatif Salmonella (jarang) akan terlewatkan jika hanya mengandalkan pusat hitam .

Konfirmasi Biokimia

Koloni yang mencurigakan pada media agar harus dikonfirmasi dengan serangkaian uji biokimia. Media yang sering digunakan :

  • Triple Sugar Iron Agar (TSIA) : Salmonella menghasilkan lereng merah (alkali/laktosa negatif), dasar kuning (asam/glukosa positif), gas, dan H2S hitam di sepanjang stab line
  • SIM (Sulfide Indol Motility) : Salmonella motil, H2S positif, indol negatif
  • Simmons Citrate Agar: Salmonella tumbuh (warna biru) - positif
  • Urea Agar: Salmonella negatif (tidak berubah merah muda)
  • Media Gula-gula: Glukosa (+), laktosa (-), sukrosa (-), manitol (+)

Kesimpulan

Pemahaman tentang pertumbuhan salmonella pada media agar sangat penting untuk isolasi dan identifikasi yang akurat di laboratorium mikrobiologi. Poin-poin kunci:

  1. Salmonella tidak memfermentasi laktosa, sehingga koloni tidak berwarna/transparan pada media seperti MacConkey, atau berwarna khas (merah di XLD, hijau di HE) pada media selektif-diferensial.

  2. Produksi H2S adalah ciri penting: koloni Salmonella khas memiliki pusat hitam di XLD dan HE agar .

  3. Tidak ada media tunggal yang sempurna. Kombinasi XLD dan HE direkomendasikan untuk deteksi maksimal karena keduanya saling melengkapi .

  4. XLD: Lebih baik untuk recovery Salmonella, koloni merah dengan pusat hitam, tapi mungkin lebih banyak false positive .

  5. HE: Lebih selektif, inhibisi coliform lebih baik, koloni hijau-biru dengan pusat hitam, tapi mungkin melewatkan beberapa Salmonella .

  6. SSA: Koloni tidak berwarna dengan pusat hitam, baik untuk sampel feses.

  7. Selalu lakukan konfirmasi biokimia (TSIA, SIM, sitrat, urea) pada koloni yang mencurigakan.

  8. Gunakan suhu inkubasi 42°C pada RV broth untuk meningkatkan selektivitas terhadap Salmonella .

Dengan memahami morfologi koloni Salmonella pada berbagai media agar dan mengikuti alur isolasi yang tepat, laboratorium dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan mendukung penanganan pasien serta pengendalian wabah secara efektif.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar mikrobiologi dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment