Pertumbuhan E. coli dan Coliform pada Media Agar: Morfologi Koloni Khas dan Cara Identifikasinya
INFOLABMED.COM - Dalam laboratorium mikrobiologi, identifikasi bakteri Escherichia coli dan kelompok coliform merupakan pemeriksaan rutin yang sangat penting, terutama untuk pengujian kualitas air, makanan, dan diagnosis infeksi saluran cerna. Keberhasilan isolasi dan identifikasi sangat bergantung pada pemahaman tentang pertumbuhan e coli coliform pada media agar.
Setiap media dirancang dengan komposisi dan prinsip selektif-diferensial yang berbeda, sehingga menghasilkan morfologi koloni yang khas. Dengan mengenali ciri-ciri ini, analis laboratorium dapat dengan cepat membedakan E. coli dari coliform lain maupun bakteri kontaminan. Artikel ini akan membahas karakteristik pertumbuhan E. coli dan coliform pada berbagai media agar yang umum digunakan.
Karakteristik Umum E. coli dan Coliform
Sebelum membahas media, penting untuk memahami karakteristik dasar bakteri ini:
- Escherichia coli: Bakteri Gram negatif, berbentuk batang, termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae . E. coli bersifat anaerob fakultatif, memfermentasi laktosa dengan produksi gas, dan memiliki enzim khas β-glukuronidase yang menjadi dasar deteksi pada media kromogenik .
- Kelompok Coliform: Bakteri Gram negatif, berbentuk batang, mampu memfermentasi laktosa menjadi asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35-37°C. Kelompok ini mencakup genera seperti Escherichia, Klebsiella, Enterobacter, dan Citrobacter .
Media Agar untuk Pertumbuhan E. coli dan Coliform
1. Media MacConkey Agar (MCA)
Media ini adalah media selektif-diferensial yang paling umum digunakan untuk isolasi Enterobacteriaceae.
- Prinsip: Mengandung garam empedu dan kristal violet yang menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. Laktosa sebagai sumber karbohidrat dan indikator pH merah netral .
- Pertumbuhan E. coli: Koloni berwarna merah muda atau merah dengan zona keruh di sekitarnya (halo) akibat fermentasi laktosa yang menghasilkan asam, sehingga menurunkan pH dan mengubah warna indikator menjadi merah .
- Coliform lain: Klebsiella dan Enterobacter juga membentuk koloni merah muda, biasanya lebih mukoid dan besar.
- Bakteri non-laktosa fermenter: Seperti Salmonella dan Shigella, membentuk koloni tidak berwarna atau transparan.
2. Media Eosin Methylene Blue (EMB) Agar
Media EMB sangat selektif dan diferensial untuk coliform, terutama E. coli.
- Prinsip: Mengandung eosin dan metilen biru yang menghambat bakteri Gram positif. Kombinasi kedua zat warna ini juga bereaksi dengan produk fermentasi laktosa .
- Pertumbuhan E. coli: Koloni berukuran 2-4 mm, memiliki pusat gelap hingga hitam, dan menghasilkan kilap logam hijau metalik yang khas ketika diamati dengan cahaya yang dipantulkan (reflected light) . Kilap ini disebabkan oleh uptake pewarna metilen biru oleh koloni.
- Coliform lain: Enterobacter dan Klebsiella biasanya membentuk koloni besar, mukoid, berwarna merah muda keunguan atau coklat tanpa kilap logam yang nyata.
- Non-fermenter laktosa: Koloni tidak berwarna atau transparan.
3. Media ENDO Agar
Media ini sering digunakan untuk analisis air dengan metode membran filter.
- Prinsip: Mengandung laktosa dan fuchsin sulfit (zat warna) yang bereaksi dengan asetaldehida hasil fermentasi laktosa .
- Pertumbuhan E. coli dan coliform: Koloni berwarna merah dengan kilap logam hijau metalik (mirip EMB) . Media ENDO selektif untuk coliform karena adanya sodium sulfit yang menghambat bakteri Gram positif.
- Penggunaan umum: Untuk pengujian total coliform dan E. coli pada sampel air minum .
4. Media Kromogenik (Seperti Chromocult Coliform Agar)
Media kromogenik modern memungkinkan deteksi simultan E. coli dan coliform dalam satu cawan berdasarkan aktivitas enzimatik .
- Prinsip: Mengandung substrat kromogenik untuk enzim spesifik:
- β-galaktosidase: Enzim yang dimiliki semua coliform .
- β-glukuronidase: Enzim yang dimiliki sebagai besar E. coli .
- Pertumbuhan koloni :
- E. coli: Menghasilkan koloni berwarna biru, ungu, atau hijau (karena memiliki kedua enzim).
- Coliform lain (misal Klebsiella, Enterobacter): Menghasilkan koloni berwarna merah muda atau merah (hanya memiliki β-galaktosidase).
- Bakteri lain (jika tidak terhambat): Koloni tidak berwarna.
- Keunggulan: Hasil mudah diinterpretasi, cepat (18-24 jam), dan mengurangi kebutuhan uji konfirmasi . Media ini juga dapat diinkubasi pada 44°C untuk seleksi coliform fekal . Penelitian menunjukkan media kromogenik efektif untuk deteksi E. coli pada air baku .
5. Media Hektoen Enteric (HE) Agar
Media ini selektif untuk isolasi Enterobacteriaceae dari sampel klinis.
- Pertumbuhan E. coli: Koloni berwarna kuning hingga oranye-kuning, dengan morfologi cembung (raised) .
- Coliform lain: Klebsiella dan Enterobacter juga kuning-oranye.
- Patogen enterik: Salmonella dan Shigella biasanya koloni biru-hijau (tidak memfermentasi laktosa).
6. Media Lain
- Nutrient Agar: Media non-selektif. E. coli tumbuh sebagai koloni bulat, halus, dan tidak berwarna .
- Blood Agar: Media diperkaya. E. coli dapat menunjukkan hemolisis (pada beberapa strain patogen) .
- M-FC Agar: Media khusus untuk coliform fekal (termasuk E. coli) dengan inkubasi pada suhu 44,5°C .
Peran Suhu Inkubasi
Suhu inkubasi mempengaruhi selektivitas pertumbuhan:
- 35-37°C: Suhu umum untuk total coliform .
- 44-44,5°C: Suhu selektif untuk coliform fekal (termasuk E. coli), karena bakteri coliform non-fekal umumnya tidak tumbuh pada suhu ini .
Kesimpulan
Pemahaman tentang pertumbuhan e coli coliform pada media agar sangat penting untuk identifikasi yang akurat di laboratorium mikrobiologi. Setiap media memberikan informasi berbeda:
- EMB Agar: E. coli koloni hijau metalik khas.
- MacConkey Agar: E. coli koloni merah muda dengan halo keruh.
- Media Kromogenik: E. coli biru/ungu, coliform lain merah/mauve.
- ENDO Agar: E. coli merah dengan kilap hijau.
- HE Agar: E. coli kuning-oranye.
Dengan mengenali morfologi koloni pada berbagai media, analis dapat dengan cepat membedakan E. coli dari coliform lain maupun kontaminan. Untuk konfirmasi definitif, tetap diperlukan uji biokimia lanjutan seperti IMViC (Indole, Methyl Red, Voges-Proskauer, Citrate) atau metode modern seperti MALDI-TOF MS.
Ketepatan identifikasi sangat penting, terutama untuk memastikan keamanan air dan makanan serta mendiagnosis infeksi dengan benar.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar mikrobiologi dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment