Panduan Lengkap: Memahami Kamar Hitung Eritrosit Dan Fungsinya
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan hematologi merupakan bagian fundamental dalam diagnosis medis.
Salah satu pemeriksaan dasar yang penting adalah penghitungan jumlah eritrosit atau sel darah merah.
Meskipun teknologi modern menyediakan alat otomatis, metode manual menggunakan kamar hitung eritrosit masih relevan dan penting untuk dipahami.
Kamar hitung eritrosit adalah instrumen presisi yang digunakan untuk menghitung sel darah dalam volume cairan yang diketahui.
Apa Itu Kamar Hitung Eritrosit?
Kamar hitung eritrosit, sering disebut juga hemocytometer, adalah sebuah slide kaca tebal khusus.
Alat ini dirancang dengan area terukir yang sangat presisi.
Area terukir ini berfungsi sebagai platform untuk memuat sampel cairan darah yang sudah diencerkan.
Bagian tengah kamar hitung memiliki dua area berlekuk yang dipisahkan oleh alur.
Setiap area berlekuk memiliki jaringan kotak-kotak mikroskopis yang telah diukur dengan sangat akurat.
Paling umum digunakan adalah kamar hitung Improved Neubauer.
Prinsip Kerja Kamar Hitung Eritrosit
Prinsip dasar penghitungan sel darah merah secara manual melibatkan pengenceran sampel darah.
Darah diencerkan dengan larutan isotonik yang tidak melisiskan eritrosit.
Larutan pengencer yang umum digunakan adalah larutan Hayem, larutan Gower, atau larutan Dacie.
Tujuan pengenceran adalah untuk mengurangi konsentrasi sel agar mudah dihitung.
Setelah diencerkan, sejumlah kecil campuran darah dan larutan dimasukkan ke dalam kamar hitung.
Cairan akan meresap secara kapilaritas ke bawah coverslip yang menutupi area hitung.
Kemudian, sel-sel dihitung di bawah mikroskop pada area kotak-kotak tertentu.
Jumlah sel yang dihitung kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran dan faktor volume untuk mendapatkan konsentrasi sel per mikroliter darah.
Prosedur Penghitungan Eritrosit Menggunakan Kamar Hitung
1. Persiapan Sampel dan Reagen
Siapkan sampel darah EDTA atau darah kapiler.
Pastikan reagen pengencer seperti larutan Hayem tersedia dan tidak terkontaminasi.
Gunakan pipet Thoma eritrosit atau pipet mikro otomatis untuk mengukur volume yang tepat.
2. Pengenceran Sampel Darah
Ambil darah hingga tanda 0,5 pada pipet Thoma eritrosit.
Bersihkan bagian luar pipet untuk menghindari kelebihan darah.
Isi pipet dengan larutan pengencer hingga tanda 101.
Ini menghasilkan pengenceran 1:200.
Kocok pipet secara merata selama beberapa menit agar darah dan larutan tercampur sempurna.
3. Pengisian Kamar Hitung
Buang beberapa tetes pertama campuran dari pipet.
Tetesan pertama mungkin mengandung larutan pengencer murni.
Sentuhkan ujung pipet pada tepi antara kamar hitung dan coverslip.
Biarkan cairan meresap secara kapilaritas hingga mengisi penuh area hitung.
Pastikan tidak ada gelembung udara dan cairan tidak meluber.
4. Sedimentasi dan Penghitungan
Diamkan kamar hitung selama 2-3 menit agar sel mengendap.
Letakkan kamar hitung di bawah mikroskop.
Fokuskan pada perbesaran objektif 10x untuk menemukan area hitung.
Pindahkan ke perbesaran objektif 40x untuk penghitungan.
Pada kamar hitung Improved Neubauer, hitung eritrosit pada 5 kotak sedang di sudut dan satu kotak di tengah area eritrosit.
Area eritrosit adalah kotak besar di tengah yang dibagi menjadi 25 kotak sedang, dan setiap kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil.
Ikuti aturan hitung: sel yang menyentuh garis atas dan kiri dihitung, sedangkan sel yang menyentuh garis bawah dan kanan tidak dihitung.
5. Perhitungan Hasil
Jumlah total eritrosit yang dihitung dari 5 kotak sedang adalah 'N'.
Faktor pengenceran (FK) adalah 200 (jika menggunakan pengenceran 1:200).
Luas area yang dihitung (L) adalah 5 x 1/25 mm² = 1/5 mm².
Tinggi kamar hitung (T) adalah 0,1 mm.
Volume total yang dihitung (V) adalah L x T = (1/5) x 0,1 = 0,02 mm³.
Rumus perhitungan: Jumlah Eritrosit = (N / V) x FK = (N / 0,02) x 200.
Jadi, Jumlah Eritrosit = N x 10.000 (sel/mm³ atau sel/µL).
Pentingnya Kamar Hitung Eritrosit dalam Diagnosis
Penghitungan eritrosit manual sangat penting dalam berbagai kondisi.
Ini membantu dalam diagnosis anemia, di mana jumlah eritrosit rendah.
Kondisi polisitemia, di mana jumlah eritrosit tinggi, juga dapat dideteksi.
Metode ini juga digunakan untuk validasi hasil alat otomatis yang meragukan.
Selain itu, kamar hitung digunakan untuk menghitung sel-sel lain seperti leukosit dan trombosit dengan penyesuaian prosedur.
Tanya Jawab (FAQ)
Apa perbedaan kamar hitung eritrosit dan leukosit?
Kamar hitung itu sendiri umumnya sama (misalnya Improved Neubauer).
Perbedaannya terletak pada area penghitungan dan faktor pengenceran yang digunakan.
Eritrosit dihitung pada kotak-kotak kecil di tengah, sedangkan leukosit dihitung pada empat kotak besar di sudut.
Mengapa pengenceran sangat penting dalam penghitungan eritrosit?
Darah memiliki konsentrasi sel yang sangat tinggi sehingga tidak mungkin dihitung secara langsung.
Pengenceran mengurangi jumlah sel per unit volume.
Ini memastikan sel-sel dapat dihitung secara individual dan akurat di bawah mikroskop.
Apa saja faktor yang dapat menyebabkan kesalahan dalam penghitungan eritrosit manual?
Faktor-faktor kesalahan meliputi pengenceran yang tidak akurat, pencampuran sampel yang kurang homogen, pengisian kamar hitung yang tidak tepat (ada gelembung atau meluber), kesalahan dalam mengidentifikasi area hitung, serta kesalahan dalam menerapkan aturan penghitungan (misalnya, sel yang menempel pada garis).
Memahami dan menguasai penggunaan kamar hitung eritrosit adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap analis laboratorium.
Meskipun alat otomatis semakin canggih, kemampuan untuk melakukan penghitungan manual dengan akurat tetap menjadi standar emas dalam banyak situasi.
Dengan mengikuti prosedur yang benar dan memahami prinsip dasarnya, kita dapat memastikan hasil pemeriksaan hematologi yang presisi dan reliabel.
Post a Comment