Panduan Lengkap Classification of Streptococci (Streptococcus): Dari Pola Hemolisis hingga Serologi Lancefield

Table of Contents

Panduan Lengkap Classification of Streptococci (Streptococcus): Dari Pola Hemolisis hingga Serologi Lancefield


INFOLABMED.COM - Genus Streptococcus merupakan salah satu kelompok bakteri yang paling sering ditemui dalam praktik klinis sehari-hari. Dari radang tenggorokan ringan hingga pneumonia dan sepsis yang mengancam jiwa, streptokokus memiliki spektrum patogenisitas yang sangat luas.

Memahami Classification of Streptococci (Streptococcus) bukan hanya sekadar latihan akademis, melainkan fondasi utama dalam diagnosis dan penatalaksanaan infeksi. Klasifikasi yang tepat membantu dokter memilih antibiotik yang sesuai dan membantu analis laboratorium mengidentifikasi agen penyebab dengan cepat.

Secara historis dan praktis, streptokokus diklasifikasikan melalui dua pendekatan utama: berdasarkan pola hemolisis pada media darah dan berdasarkan antigen karbohidrat dinding sel (klasifikasi Lancefield).

1. Klasifikasi Berdasarkan Pola Hemolisis

Ketika ditumbuhkan pada media agar darah (blood agar), streptokokus akan berinteraksi dengan sel darah merah dalam media. Interaksi ini menghasilkan tiga pola hemolisis yang berbeda:

a. Hemolisis Alfa (α-hemolysis)

Hemolisis alfa ditandai dengan perubahan warna di sekitar koloni menjadi kehijauan (hijau zaitun). Ini terjadi karena reduksi hemoglobin menjadi methemoglobin. Hemolisis ini bersifat parsial atau tidak sempurna.

  • Karakteristik: Koloni dikelilingi oleh zona hijau, biasanya tidak ada zona bening.
  • Spesies Penting:
    • *Streptococcus pneumoniae: * Diplokokus, penyebab utama pneumonia dan meningitis.
    • *Streptococcus viridans group (misal: S. mitis, S. sanguinis): Komensal rongga mulut, tetapi dapat menyebabkan endokarditis jika masuk ke aliran darah.

b. Hemolisis Beta (β-hemolysis)

Hemolisis beta adalah hemolisis sempurna. Di sekitar koloni akan terlihat zona bening (jernih) yang jelas, di mana semua sel darah merah telah lisis sepenuhnya.

  • Karakteristik: Zona bening di sekitar koloni.
  • Spesies Penting:
    • *Streptococcus pyogenes (Group A): Penyebab faringitis, demam skarlatina, impetigo, dan komplikasi pasca-streptokokus seperti demam rematik.
    • *Streptococcus agalactiae (Group B): Penyebab utama sepsis dan meningitis pada neonatus.
    • Streptokokus beta-hemolitikus Group C, G, dan lainnya.

c. Hemolisis Gamma (γ-hemolysis)

Hemolisis gamma sebenarnya berarti tidak ada hemolisis. Koloni tumbuh tanpa mengubah media darah di sekitarnya. Bakteri ini sering disebut sebagai streptokokus non-hemolitikus.

  • Karakteristik: Tidak ada perubahan pada media di sekitar koloni.
  • Spesies Penting:
    • *Enterococcus faecalis (dahulu Streptococcus Group D): Meskipun sekarang diklasifikasikan dalam genus terpisah, mereka sering masih dibahas bersama streptokokus. Dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan endokarditis.

2. Klasifikasi Berdasarkan Serologi (Lancefield Grouping)

Pada tahun 1933, Rebecca Lancefield mengembangkan sistem klasifikasi berdasarkan antigen karbohidrat spesifik yang terdapat di dinding sel bakteri (antigen C). Klasifikasi ini sangat penting terutama untuk streptokokus beta-hemolitikus. Pengelompokan ini menggunakan huruf kapital (A hingga V).

Berikut adalah beberapa grup Lancefield yang paling relevan secara klinis:

Grup LancefieldSpesies RepresentatifPola HemolisisPenyakit Utama
Grup AStreptococcus pyogenesBetaFaringitis, demam rematik, infeksi kulit, sindrom syok toksik
Grup BStreptococcus agalactiaeBetaSepsis & meningitis neonatus, infeksi pada ibu hamil
Grup CS. dysgalactiaeBetaInfeksi saluran napas, bakteremia (jarang)
Grup DEnterococcus spp. , S. bovisAlfa/GammaInfeksi saluran kemih, endokarditis, infeksi intra-abdominal
Grup F*S. anginosus group*Beta (sering)Abses otak, abses hati, infeksi gigi
Grup GS. canisBetaInfeksi kulit dan jaringan lunak, bakteremia

Catatan: Streptokokus grup D tidak semuanya beta-hemolitik. Enterococcus umumnya non-hemolitik (gamma), sementara S. bovis bisa alfa-hemolitik.

3. Klasifikasi Berdasarkan Sifat Biokimia dan Ekologi

Selain dua cara di atas, streptokokus juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan nutrisi dan habitatnya:

  • Pyogenic Group: Streptokokus yang umumnya patogen dan sering menyebabkan pembentukan nanah. Contoh: Grup A, B, C, G.
  • Oral Group (Viridans): Streptokokus yang hidup di rongga mulut dan saluran napas atas. Mereka adalah penyebab utama karies gigi (S. mutans) dan endokarditis bakterialis subakut.
  • Enterococcus Group: Mampu hidup di lingkungan ekstrem (kadar garam tinggi, empedu). Sekarang dipisahkan menjadi genus Enterococcus.

Streptokokus Penting yang Perlu Diketahui

Streptococcus pyogenes (Grup A)

Bakteri ini memiliki berbagai faktor virulensi, termasuk protein M (anti-fagositik) dan toksin eritrogenik. Diagnosis cepat dapat dilakukan dengan uji deteksi antigen langsung dari usapan tenggorokan.

Streptococcus agalactiae (Grup B)

Skrining pada ibu hamil (usia kehamilan 35-37 minggu) sangat penting untuk mencegah penularan ke bayi saat persalinan. Kultur pada media selektif atau uji CAMP (peningkatan hemolisis oleh protein CAMP) adalah tes identifikasi kunci.

Streptococcus pneumoniae

Berbeda dengan yang lain, S. pneumoniae adalah diplokokus katalase-negatif, tetapi ia juga alfa-hemolitik dan sangat sensitif terhadap optoquin. Uji kelarutan dalam empedu (bile solubility) juga positif untuk spesies ini.

Pendekatan Diagnostik di Laboratorium

Ketika menemukan kokus Gram positif, katalase-negatif, di laboratorium, langkah klasifikasi yang dilakukan adalah:

  1. Lihat pola hemolisis pada agar darah.
  2. Jika beta-hemolitik, lakukan pengelompokan dengan lateks aglutinasi untuk menentukan grup Lancefield (A, B, C, D, F, G).
  3. Jika alfa-hemolitik, lakukan uji sensitivitas optoquin dan uji kelarutan empedu untuk membedakan S. pneumoniae dari Viridans streptococci lainnya.
  4. Uji CAMP untuk konfirmasi Grup B.
  5. Uji toleransi empedu dan pertumbuhan di garam 6.5% NaCl untuk membedakan Enterococcus.

Memahami Classification of Streptococci (Streptococcus) memungkinkan tenaga laboratorium dan klinisi untuk berkomunikasi secara efektif. Menyebut "Streptococcus beta-hemolitikus Grup A" langsung memberikan gambaran jelas tentang organisme dan potensi penyakit yang ditimbulkannya, dibandingkan hanya menyebut "Streptococcus".

Dengan pendekatan klasifikasi yang sistematis ini, diharapkan diagnosis infeksi streptokokus dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Dapatkan update terbaru seputar dunia mikrobiologi dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment