Neisseria Gonorrhoeae di Agar Coklat: Morfologi, Karakteristik, dan Cara Identifikasinya

Table of Contents
Neisseria Gonorrhoeae di Agar Coklat: Morfologi, Karakteristik, dan Cara Identifikasinya


INFOLABMED.COM - Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri penyebab gonore, salah satu infeksi menular seksual paling umum di dunia. Bakteri ini terkenal sebagai organisme yang sangat "rewel" (fastidious) dalam hal kebutuhan nutrisi dan kondisi pertumbuhannya . Oleh karena itu, keberhasilan isolasi N. gonorrhoeae di laboratorium sangat bergantung pada penggunaan media yang tepat, dan agar coklat (chocolate agar) adalah media yang paling fundamental untuk tujuan ini .

Mengapa harus agar coklat? Bagaimana ciri-ciri koloni Neisseria gonorrhoeae di agar coklat? Dan apa saja langkah selanjutnya untuk memastikan identifikasi? Artikel ini akan membahas tuntas panduan praktis untuk analis laboratorium.

Apa Itu Agar Coklat dan Mengapa Dipilih?

Agar coklat bukanlah agar yang dicampur coklat seperti yang mungkin dibayangkan. Nama "coklat" berasal dari warnanya yang cokelat kemerahan akibat proses pembuatannya. Media ini adalah varian dari agar darah di mana sel darah merah mengalami lisis (pecah) karena pemanasan .

Proses pemanasan (biasanya hingga suhu 80°C) melepaskan faktor pertumbuhan penting seperti NAD (V factor) dan Hemin (X factor) dari dalam sel darah merah, yang sangat dibutuhkan oleh bakteri fastidious seperti N. gonorrhoeae untuk dapat tumbuh . Inilah alasan utama mengapa agar coklat menjadi media pilihan utama untuk isolasi awal gonokokus .

Karakteristik Pertumbuhan N. gonorrhoeae di Agar Coklat

Setelah diinokulasi dan diinkubasi dalam kondisi yang tepat, N. gonorrhoeae akan menunjukkan ciri khas pertumbuhan tertentu.

Kondisi Inkubasi yang Tepat

  • Suhu: 35-37°C .
  • Atmosfer: Membutuhkan CO₂ 5-10% . Inkubasi dalam suasana mikroaerofil atau dengan lilin (candle jar) sangat penting untuk merangsang pertumbuhan awal .
  • pH: Sekitar 7.0 .
  • Waktu: Koloni biasanya mulai terlihat setelah inkubasi 24-48 jam .

Morfologi Koloni

Setelah 24-48 jam inkubasi, koloni Neisseria gonorrhoeae di agar coklat memiliki ciri-ciri berikut :

  • Bentuk: Bulat, cembung, dan memiliki tepi yang rata.
  • Ukuran: Kecil hingga sedang.
  • Warna: Koloni berwarna abu-abu keputihan hingga keabu-abuan, tampak opak (tidak tembus cahaya) .
  • Tekstur: Halus, lembab, dan mengkilap .
  • Konsistensi: Koloni bersifat lentur (viscous) dan mudah teremulsi. Salah satu ciri khasnya adalah koloni dapat dengan mudah digeser di permukaan agar tanpa terpecah. Setelah lebih dari 48 jam, koloni dapat mengalami autolisis (mencair sendiri) .

Penting! Agar coklat yang tidak selektif (tanpa antibiotik) memungkinkan tumbuhnya flora normal lain dari sampel pasien. Jika Anda menggunakan agar coklat biasa, koloni khas N. gonorrhoeae mungkin tersembunyi di antara koloni lain . Untuk sampel dari area yang tidak steril (seperti serviks atau uretra), sebaiknya gunakan media selektif seperti Thayer-Martin (agar coklat dengan antibiotik) yang menghambat pertumbuhan flora lain .

Identifikasi dan Konfirmasi

Melihat koloni yang mencurigakan saja tidak cukup. N. gonorrhoeae harus dibedakan dari Neisseria non-patogen lain yang juga bisa tumbuh di agar coklat (misalnya N. meningitidis atau N. lactamica). Oleh karena itu, diperlukan konfirmasi lebih lanjut.

1. Pewarnaan Gram

  • Hasil: Diplokokus Gram-negatif, berbentuk seperti ginjal atau biji kopi, tersusun berpasangan dengan sisi yang cekung saling berhadapan .

2. Uji Oksidase dan Katalase

  • Oksidase: N. gonorrhoeae memberikan hasil positif (koloni berubah menjadi ungu/hitam dalam beberapa detik saat ditetesi reagen oksidase) .
  • Katalase: Positif (membentuk gelembung gas saat ditetesi H₂O₂ 3%) .

3. Uji Biokimia (Fermentasi Karbohidrat)

Ini adalah kunci untuk membedakan gonokokus dari Neisseria lain. N. gonorrhoeae hanya dapat memfermentasi glukosa menjadi asam, tetapi tidak memfermentasi maltosa, laktosa, atau sukrosa .

Spesies NeisseriaGlukosaMaltosaLaktosaSukrosa
N. gonorrhoeae+---
N. meningitidis++--
N. lactamica+++-

4. Metode Modern (MALDI-TOF MS dan NAAT)

Saat ini, banyak laboratorium referensi menggunakan MALDI-TOF MS untuk konfirmasi cepat dan akurat berdasarkan spektrum protein bakteri . Metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) juga sangat sensitif dan spesifik, bahkan dapat digunakan langsung dari spesimen tanpa perlu kultur, terutama untuk konfirmasi .

Alur Praktis untuk Analis Laboratorium

Jika Anda mencurigai adanya N. gonorrhoeae dari sampel klinis, berikut alur singkatnya:

  1. Inokulasi: Goreskan spesimen (usapan uretra, serviks, rektum, atau faring) ke media agar coklat (atau media selektif Thayer-Martin untuk sampel tidak steril) .
  2. Inkubasi: Inkubasi pada suhu 35-37°C dalam suasana CO₂ 5-10% (candle jar atau inkubator CO₂) selama 24-48 jam .
  3. Pengamatan: Amati koloni yang tumbuh. Cari koloni bulat, cembung, abu-abu keputihan, halus, dan lembab .
  4. Skrining Awal: Lakukan pewarnaan Gram (diplokokus Gram-negatif) dan uji oksidase (positif) .
  5. Konfirmasi: Jika tersedia, lakukan uji fermentasi karbohidrat atau kirimkan subkultur ke laboratorium rujukan untuk konfirmasi dengan MALDI-TOF MS atau NAAT .
  6. Uji Sensitivitas Antibiotik: Karena meningkatnya resistensi, uji sensitivitas sangat penting dilakukan pada isolat yang terkonfirmasi .

Kesimpulan

Neisseria gonorrhoeae di agar coklat akan menampilkan koloni yang khas: bulat, cembung, abu-abu keputihan, halus, dan lentur. Agar coklat menyediakan faktor pertumbuhan esensial (NAD dan Hemin) yang sangat dibutuhkan bakteri ini . Namun, identifikasi tidak berhenti di morfologi koloni. Uji lanjutan seperti pewarnaan Gram, uji oksidase, dan terutama uji fermentasi karbohidrat atau metode molekuler mutlak diperlukan untuk konfirmasi definitif dan membedakannya dari spesies Neisseria lain .

Dengan mengikuti prosedur yang tepat, laboratorium Anda dapat berperan vital dalam diagnosis akurat gonore dan mendukung upaya pengendalian infeksi menular seksual.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar mikrobiologi dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment