Musim Alergi Makin Parah? Ini Trik Ampuh Lindungi Diri Dari Serangan Polin!

Table of Contents
Musim Alergi Makin Parah? Ini Trik Ampuh Lindungi Diri Dari Serangan Polin!

INFOLABMED.COM - Selamat datang di musim alergi yang kian menantang.

Perubahan iklim telah memicu musim alergi yang lebih panjang dan intens.

Para ahli sangat menganjurkan untuk sebisa mungkin menghindari paparan serbuk sari.

Musim alergi bisa menjadi periode yang menyiksa bagi jutaan orang saat pohon, rumput, dan serbuk sari lainnya menyebabkan hidung meler, mata gatal, batuk, dan bersin.

Tingkat keparahan alergi Anda sangat dipengaruhi oleh tempat tinggal, jenis alergi, dan gaya hidup.

Meskipun perubahan iklim memperburuk kondisi, ada kabar baik bahwa penanganan alergi musiman telah menjadi lebih efektif dalam satu dekade terakhir.

Berikut adalah beberapa saran dari para ahli untuk meredakan gejala alergi Anda.

Bahkan, tips ini mungkin cukup untuk memungkinkan Anda menikmati aktivitas di luar ruangan.

Kota-kota Baru Mendominasi Daftar 'Ibu Kota Alergi'

Yayasan Asma dan Alergi Amerika (Asthma and Allergy Foundation of America) setiap tahun merilis peringkat kota yang paling menantang bagi penderita alergi.

Penilaian ini didasarkan pada penggunaan obat bebas, jumlah serbuk sari, dan ketersediaan ahli alergi.

Tahun ini, lima kota teratas adalah Boise (Idaho), San Diego, Tulsa (Oklahoma), Provo (Utah), dan Rochester (New York).

Polin: Penyebab Kehidupan Tumbuhan dan Penderitaan Manusia

Serbuk sari, atau polin, adalah substansi seperti bubuk yang diproduksi oleh tumbuhan dan pohon penghasil biji sebagai bagian dari proses reproduksi mereka.

Pada awal musim semi, serbuk sari pohon menjadi pemicu utama alergi.

Setelah itu, rumput mulai menyebarkan serbuk sarinya, diikuti oleh gulma di akhir musim panas dan awal musim gugur.

Beberapa serbuk sari pohon paling umum yang memicu alergi meliputi birch, cedar, cottonwood, maple, elm, oak, dan walnut, menurut Asthma and Allergy Foundation of America.

Sementara itu, rumput yang menyebabkan gejala termasuk Bermuda, Johnson, rye, dan Kentucky bluegrass.

Cara Memantau Tingkat Serbuk Sari

Pelacak serbuk sari dapat membantu Anda memutuskan kapan waktu terbaik untuk beraktivitas di luar.

American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI) memantau tingkat serbuk sari melalui jaringan stasiun penghitung di seluruh AS.

Informasi hitungan tersedia di situs web mereka dan melalui email.

Langkah Awal: Hindari Polin Sepenuhnya

Langkah terbaik dan pertama dalam mengendalikan alergi adalah menghindari paparan.

Pastikan jendela mobil dan rumah Anda tertutup rapat, bahkan saat cuaca di luar terasa menyenangkan.

Jika Anda keluar rumah, mengenakan pakaian lengan panjang dapat mencegah serbuk sari menempel di kulit Anda, membantu menangkal reaksi alergi, kata Dr. James Baker, seorang ahli alergi dari University of Michigan.

Ini juga memberikan perlindungan dari sinar matahari, tambahnya.

Sesampainya di rumah, segera ganti pakaian dan mandi setiap hari untuk memastikan semua serbuk sari hilang dari tubuh Anda, termasuk rambut.

Jika Anda tidak bisa keramas setiap hari, cobalah menutupi rambut Anda saat keluar rumah dengan topi atau syal.

Hindari masuk ke tempat tidur dengan pakaian yang Anda pakai di luar, karena serbuk sari akan ikut terbawa.

Membilas mata dan hidung dengan larutan salin juga sangat berguna untuk membersihkan serbuk sari, kata para ahli.

Masker yang kita gunakan selama pandemi juga dapat melindungi Anda dari alergi, meskipun tidak akan membantu dengan gejala mata.

Meredakan Gejala Alergi: Apa yang Efektif?

Semprotan hidung yang dijual bebas adalah salah satu perawatan paling efektif untuk alergi musiman, menurut para ahli.

Namun, pasien sering menggunakannya secara tidak benar, yang dapat mengiritasi bagian hidung, kata Dr. Kathleen May, seorang ahli alergi dari Augusta University di Georgia.

Dia menyarankan untuk mengarahkan ujung semprotan ke arah telinga Anda, bukan lurus ke atas hidung.

Pil alergi bebas seperti Claritin, Allegra, dan Zyrtec juga bermanfaat, tetapi mungkin tidak secepat efektif karena dikonsumsi secara oral, kata para ahli.

Jika gejala alergi Anda memengaruhi kualitas hidup Anda, seperti menyebabkan Anda kurang tidur atau kehilangan fokus di tempat kerja atau sekolah, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk membuat janji dengan ahli alergi.

Ada obat-obatan yang dapat melatih sistem kekebalan tubuh Anda agar tidak bereaksi berlebihan terhadap alergen.

Mitos yang Terbantah: Madu Lokal Bukan Solusi Alergi

Beberapa pengobatan alergi yang beredar di media sosial atau disarankan oleh selebriti, seperti mengonsumsi madu lokal untuk mengekspos diri pada serbuk sari, telah dibantah kebenarannya.

Dr. Shyam Joshi, seorang ahli alergi di Oregon Health and Science University, menjelaskan bahwa hal itu karena bunga yang diserbuki oleh lebah biasanya tidak mengandung serbuk sari di udara yang menyebabkan gejala alergi.

Apakah Musim Alergi Benar-benar Berubah?

Musim dingin yang lebih ringan dan musim tanam yang lebih panjang sebagai akibat dari perubahan iklim berarti ada lebih banyak peluang bagi serbuk sari untuk tetap berada di udara.

Hal ini mengakibatkan musim alergi yang lebih panjang dan lebih parah.

Tahun lalu merupakan salah satu musim alergi paling intens yang tercatat, terutama di wilayah tenggara AS.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment