Waspada Mpox Varian Baru! Ini Pemeriksaan Laboratorium yang Direkomendasikan WHO untuk Diagnosis Akurat
INFOLABMED.COM - Munculnya Mpox varian baru kembali meningkatkan kewaspadaan global terhadap penyakit zoonosis ini.
Dengan potensi penularan yang cepat dan gejala yang bisa menyerupai penyakit lain, diagnosis yang akurat menjadi sangat penting.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Tuberkulosis? Penyakit Menular yang Masih Jadi Ancaman Global
Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) menjadi acuan utama dalam mendeteksi kasus Mpox secara tepat.
Lalu, apa saja metode pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan WHO untuk Mpox varian baru? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Mpox Varian Baru: Apa yang Perlu Diwaspadai?
Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Orthopoxvirus. Varian baru yang muncul dapat memiliki:
- Perubahan pola penularan
- Gejala yang lebih ringan atau justru lebih berat
- Manifestasi klinis yang tidak selalu khas
Hal ini membuat diagnosis berbasis klinis saja menjadi kurang cukup, sehingga membutuhkan konfirmasi laboratorium.
Pemeriksaan Laboratorium yang Direkomendasikan WHO
1. PCR (Polymerase Chain Reaction) – Standar Emas
WHO merekomendasikan PCR sebagai metode utama dalam diagnosis Mpox.
Keunggulan:
- Sensitivitas dan spesifisitas sangat tinggi
- Mendeteksi DNA virus secara langsung
- Dapat digunakan untuk identifikasi varian
Jenis Sampel:
- Swab lesi kulit
- Cairan vesikel/pustula
- Kerak (crust) dari lesi
PCR menjadi pilihan utama terutama pada kasus suspek dan konfirmasi.
2. Sequencing Genom (Jika Tersedia)
Untuk mendeteksi varian baru, WHO juga menyarankan:
- Whole genome sequencing
- Analisis mutasi virus
Manfaat:
- Mengidentifikasi strain baru
- Mendukung surveilans global
- Mengetahui pola penyebaran virus
3. Serologi (Tidak Direkomendasikan sebagai Utama)
Pemeriksaan antibodi seperti IgM/IgG:
- Tidak direkomendasikan sebagai diagnosis utama
- Berisiko reaksi silang dengan virus Orthopox lain
Digunakan hanya untuk penelitian atau studi epidemiologi.
Kenapa Harus Mengikuti Rekomendasi WHO?
Mengacu pada pedoman World Health Organization memberikan beberapa keuntungan:
- Diagnosis lebih akurat dan terstandarisasi
- Memudahkan pelaporan kasus secara global
- Mendukung pengendalian wabah lintas negara
- Menghindari kesalahan diagnosis akibat metode yang tidak tepat
Tantangan dalam Pemeriksaan Mpox Varian Baru
Beberapa kendala yang sering dihadapi:
- Keterbatasan fasilitas PCR di daerah tertentu
- Kualitas sampel yang memengaruhi hasil
- Kebutuhan tenaga terlatih dalam teknik molekuler
Peran ATLM dalam Deteksi Mpox
Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam:
- Pengambilan sampel lesi secara benar
- Menjalankan prosedur PCR sesuai standar WHO
- Menjaga kualitas hasil pemeriksaan
- Mendukung surveilans dan pelaporan kasus
Mpox varian baru menuntut kewaspadaan tinggi dalam proses diagnosis.
Pemeriksaan PCR menjadi metode utama yang direkomendasikan WHO karena akurasinya yang tinggi dalam mendeteksi virus secara langsung.
Baca Juga: Penularan HIV: Mitos vs Fakta yang Wajib Anda Ketahui
Sementara itu, teknik sequencing berperan penting dalam mengidentifikasi varian baru.
Dengan mengikuti pedoman WHO, diagnosis Mpox dapat dilakukan secara lebih tepat, cepat, dan efektif dalam upaya mengendalikan penyebaran penyakit.
📢 Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment