Microscopic View of Enterobius vermicularis: Ciri Khas Telur dan Cacing Kremi

Table of Contents

Microscopic View of Enterobius vermicularis: Ciri Khas Telur dan Cacing Kremi


INFOLABMED.COM - Enterobius vermicularis, yang lebih dikenal sebagai cacing kremi, adalah parasit usus yang paling umum menginfeksi manusia di seluruh dunia. Infeksi yang disebabkan oleh cacing ini disebut enterobiasis atau oksiuriasis, dan paling sering menyerang anak-anak usia sekolah . Meskipun infeksinya umumnya ringan, rasa gatal yang ditimbulkan di sekitar anus dapat sangat mengganggu, terutama pada malam hari .

Diagnosis pasti enterobiasis sangat bergantung pada kemampuan tenaga laboratorium untuk mengidentifikasi parasit ini, baik dalam bentuk telur maupun cacing dewasa. Memahami microscopic view of Enterobius vermicularis adalah kunci untuk diagnosis yang akurat. Artikel ini akan membahas secara detail ciri morfologi telur dan cacing kremi di bawah mikroskop, serta metode pengambilan sampel yang tepat.

Morfologi Telur Enterobius vermicularis

Telur cacing kremi memiliki ciri khas yang sangat berbeda dari telur cacing lainnya. Inilah yang biasanya menjadi target utama dalam diagnosis laboratorium.

Gambaran Umum Telur

  • Bentuk: Telur E. vermicularis berbentuk asimetris atau lonjong, dengan satu sisi yang lebih datar dan sisi lainnya lebih cembung. Bentuk ini sering disamakan dengan "D" atau seperti biji alpukat .
  • Ukuran: Relatif kecil, berkisar antara 50-60 µm panjang dan 20-30 µm lebar .
  • Warna: Tidak berwarna (hialin) atau transparan.
  • Dinding Telur: Dindingnya tipis, halus, dan transparan (hyaline). Terdiri dari lapisan luar yang seperti albumin dan lapisan dalam yang seperti kitin .
  • Isi Telur: Saat dikeluarkan oleh cacing betina, telur biasanya sudah berisi larva yang terbentuk sempurna (berbentuk seperti cacing kecil melingkar) . Larva inilah yang menyebabkan infeksi jika tertelan.

Gambaran Khas di Bawah Mikroskop

Saat diamati dengan perbesaran rendah (100x) hingga menengah (400x), telur E. vermicularis akan tampak sebagai struktur lonjong dengan dinding yang sangat jernih. Ciri paling khasnya adalah bentuknya yang tidak simetris. Larva di dalamnya terkadang dapat terlihat samar sebagai massa granular atau struktur seperti tali yang melingkar. Keberadaan larva ini yang membedakannya dari partikel atau butiran lain yang mungkin terlihat dalam sampel .

Morfologi Cacing Dewasa Enterobius vermicularis

Cacing dewasa kadang-kadang dapat ditemukan, terutama cacing betina yang mungkin terlihat di sekitar anus atau dalam feses setelah pengobatan.

Cacing Betina

  • Ukuran: Lebih besar, panjang sekitar 8-13 mm .
  • Bentuk: Memiliki ekor yang panjang dan runcing (seperti jarum), yang merupakan asal nama "vermicularis" (berarti seperti cacing kecil) . Tubuhnya berwarna putih seperti benang.
  • Bagian yang menonjol: Cacing betina memiliki bulbar esophagus yang khas di bagian anterior (kepala), yaitu bagian kerongkongan yang menggelembung seperti bola .

Cacing Jantan

  • Ukuran: Jauh lebih kecil, panjang sekitar 2-5 mm .
  • Bentuk: Memiliki ekor yang melengkung atau menggulung .
  • Peran: Cacing jantan lebih jarang ditemukan dalam sampel rutin.

Gambaran di Bawah Mikroskop

Cacing dewasa dapat diamati dengan perbesaran rendah (40x-100x) untuk melihat bentuk keseluruhan. Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah:

  • Tubuh yang transparan dengan kutikula yang bergaris melintang halus.
  • Adanya bulbar esophagus yang khas pada bagian anterior.
  • Ekor yang panjang dan runcing (pada betina) atau melengkung (pada jantan).
  • Sistem reproduksi yang terkadang terlihat berisi telur-telur pada cacing betina.

Metode Diagnosis Laboratorium yang Tepat

Diagnosis enterobiasis tidak dapat diandalkan melalui pemeriksaan feses biasa karena telur cacing kremi jarang ditemukan dalam tinja. Telur diletakkan oleh cacing betina di lipatan kulit sekitar anus (perineum), bukan di dalam usus . Oleh karena itu, metode diagnosis yang tepat adalah dengan anal swab atau sticky tape test.

1. Metode Sticky Tape (Scott Tape Test)

Ini adalah metode standar dan paling direkomendasikan. Caranya adalah:

  • Gunakan selotip bening yang transparan.
  • Tekan sisi lengket selotip ke lipatan kulit di sekitar anus pasien, sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pasien buang air besar atau mandi.
  • Tempelkan selotip yang sudah digunakan ke atas gelas objek (kaca preparat).
  • Periksa di bawah mikroskop dengan perbesaran 100x untuk mencari telur yang khas.

2. Metode Swab Anal

Menggunakan lidi berkapas yang dibasahi, diusapkan ke area perianal, kemudian dioleskan ke gelas objek untuk diperiksa. Metode ini sedikit kurang sensitif dibanding sticky tape.

3. Pemeriksaan Feses Rutin

Meskipun kurang efektif, kadang telur atau cacing dewasa dapat ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan feses rutin, terutama jika infeksinya sangat berat atau setelah pengobatan.

4. Inspeksi Visual

Pada anak-anak yang terinfeksi, terutama saat malam hari, cacing betina dewasa berwarna putih seukuran 1 cm kadang dapat terlihat bergerak di sekitar anus atau pada permukaan feses .

Diagnosis Banding

Sangat penting untuk membedakan telur E. vermicularis dari struktur lain yang mungkin terlihat dalam sediaan apus. Bentuknya yang asimetris dan dindingnya yang transparan adalah kunci. Kadang-kadang, dapat tertukar dengan:

  • Butir serbuk sari: Biasanya memiliki dinding yang lebih tebal dan ornamen yang berbeda.
  • Gelembung udara: Memiliki dinding yang lebih refraktil dan tidak berisi larva.
  • Telur cacing tambang: Berbentuk oval dengan dinding tipis, tetapi simetris dan tidak berisi larva saat dikeluarkan.

Kesimpulan

Memahami microscopic view of Enterobius vermicularis adalah fondasi diagnosis enterobiasis yang akurat. Ciri-ciri utamanya adalah:

  • Telur: Berbentuk asimetris ("D-shaped"), dinding tipis transparan, ukuran 50-60 x 20-30 µm, dan umumnya berisi larva.
  • Cacing betina: Berukuran 8-13 mm, ekor runcing, memiliki bulbar esophagus.
  • Cacing jantan: Berukuran 2-5 mm, ekor melengkung.

Karena telur tidak ditemukan dalam feses, diagnosis yang tepat harus menggunakan metode sticky tape test pada pagi hari. Dengan mengenali ciri khas morfologi ini, tenaga laboratorium dapat memberikan diagnosis yang cepat dan akurat, sehingga pasien dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat untuk meringankan gejala dan mencegah penularan lebih lanjut.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia parasitologi dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment