Microbiology Spotlight: The Urease Test - Prinsip, Prosedur, dan Interpretasi Hasil
INFOLABMED.COM - Dalam dunia mikrobiologi diagnostik, identifikasi bakteri tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat bentuk dan warna koloni. Diperlukan serangkaian uji biokimia untuk membedakan spesies satu dengan lainnya. Salah satu uji yang paling fundamental dan sering digunakan adalah Urease Test.
Dalam edisi Microbiology Spotlight: The Urease Test kali ini, kita akan membahas secara mendalam tentang prinsip di balik uji ini, prosedur laboratorium yang benar, cara membaca hasil, serta bakteri apa saja yang memberikan hasil positif.
Apa Itu Urease Test?
Urease test adalah uji biokimia yang digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan suatu mikroorganisme dalam menghasilkan enzim urease. Enzim ini berfungsi menghidrolisis urea menjadi amonia dan karbondioksida.
Reaksi hidrolisis urea dapat dituliskan sebagai berikut:
(NH₂)₂CO + 2H₂O --(urease)--> 2NH₃ + CO₂ + H₂O --> 2NH₄⁺ + HCO₃⁻ + OH⁻
Urea + Air ---------------> Amonia + Karbondioksida
Produk akhir dari reaksi ini adalah amonia (NH₃), yang bersifat basa. Peningkatan pH inilah yang menjadi dasar deteksi dalam uji urease.
Prinsip Dasar Urease Test
Media yang digunakan dalam uji urease mengandung urea sebagai substrat dan indikator pH (biasanya fenol merah).
- Pada pH netral (sekitar 6,8), media berwarna kuning atau oranye.
- Ketika bakteri menghasilkan urease, urea dihidrolisis menjadi amonia.
- Amonia meningkatkan pH media menjadi basa (alkali).
- Pada pH basa (di atas 8,1), indikator fenol merah berubah warna menjadi merah muda hingga merah ungu (fuchsia) .
Dengan demikian, perubahan warna dari kuning/oranye menjadi merah muda menandakan hasil positif.
Jenis-Jenis Media Urease
Ada dua bentuk media yang umum digunakan untuk uji urease:
1. Christensen's Urea Agar
Ini adalah media yang paling umum digunakan. Media ini berbentuk agar miring (slant) yang mengandung:
- Urea (konsentrasi 2%)
- Fenol merah (indikator pH)
- Nutrient broth (sebagai sumber nutrisi)
- Buffer fosfat (untuk mencegah perubahan pH palsu akibat metabolisme lain)
Media ini diinokulasi dengan bakteri uji dan diinkubasi pada suhu 35-37°C. Pengamatan dilakukan setelah 6 jam, 24 jam, hingga 6 hari.
2. Rapid Urea Broth (Stuart's)
Media cair ini mengandung urea konsentrasi tinggi (sekitar 10%) dengan buffer minimal. Media ini dirancang untuk deteksi cepat, terutama untuk spesies yang menghasilkan urease dalam jumlah besar seperti Proteus spp. Hasil positif bisa terlihat dalam 2-4 jam.
Prosedur Urease Test
Berikut adalah langkah-langkah standar untuk melakukan uji urease dengan media Christensen's Urea Agar:
- Persiapan Media: Siapkan tabung reaksi berisi agar miring Christensen's Urea Agar. Pastikan media belum kadaluarsa dan tidak terkontaminasi.
- Inokulasi: Ambil koloni bakteri murni (dari kultur 18-24 jam) menggunakan ose steril. Goreskan pada permukaan agar miring. Jangan menusuk media karena perubahan warna akibat metabolisme anaerob dapat menyebabkan hasil positif palsu.
- Inkubasi: Inkubasi tabung pada suhu 35-37°C selama 24 jam. Jika setelah 24 jam hasil negatif, inkubasi dapat dilanjutkan hingga 6 hari untuk mendeteksi urease yang bekerja lambat.
- Pengamatan: Amati perubahan warna secara berkala.
Interpretasi Hasil
| Hasil | Deskripsi | Interpretasi |
|---|---|---|
| Positif | Media berubah warna menjadi merah muda/merah ungu, biasanya dimulai dari permukaan agar. | Bakteri menghasilkan enzim urease. |
| Negatif | Media tetap berwarna kuning/oranye atau tidak ada perubahan warna. | Bakteri tidak menghasilkan enzim urease. |
Contoh Bakteri dengan Hasil Urease Positif
- Proteus mirabilis dan Proteus vulgaris: Sangat kuat positif, perubahan warna terjadi dalam 2-4 jam.
- Klebsiella pneumoniae: Positif (biasanya dalam 24 jam).
- Helicobacter pylori: Urease kuat (dasar dari Rapid Urease Test untuk diagnosis H. pylori pada biopsi lambung).
- Yersinia enterocolitica: Positif pada suhu 25°C.
- Cryptococcus neoformans: Jamar ini juga menghasilkan urease.
- Staphylococcus saprophyticus: Positif lemah.
- Brucella spp.: Positif (perlu inkubasi lebih lama).
Contoh Bakteri dengan Hasil Urease Negatif
- Escherichia coli
- Salmonella spp.
- Shigella spp.
- Pseudomonas aeruginosa (beberapa strain dapat positif, tetapi umumnya negatif)
- Staphylococcus aureus (umumnya negatif, berbeda dengan S. saprophyticus)
Aplikasi Klinis Urease Test
Urease test memiliki beberapa aplikasi penting dalam diagnostik klinis:
1. Identifikasi Bakteri Enterik
Uji ini sangat berguna untuk membedakan Proteus spp. (urease positif kuat) dari Salmonella dan Shigella (urease negatif) dalam sampel tinja.
2. Diagnosis Infeksi Helicobacter pylori
H. pylori adalah bakteri penyebab gastritis dan tukak lambung. Bakteri ini menghasilkan urease dalam jumlah besar. Pada prosedur endoskopi, sampel biopsi lambung dimasukkan ke dalam media urea cepat. Jika dalam waktu beberapa menit hingga jam media berubah merah muda, itu menandakan adanya H. pylori (ini dikenal sebagai Rapid Urease Test atau CLO test).
3. Uji Napas Urea (Urea Breath Test)
Ini adalah pengembangan lebih lanjut dari prinsip urease. Pasien menelan urea yang dilabeli dengan karbon isotop (13C atau 14C). Jika H. pylori ada di lambung, ia akan memecah urea, dan karbon isotop akan diserap dan akhirnya dihembuskan sebagai CO2 dalam napas. Deteksi isotop dalam napas menandakan infeksi aktif.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Beberapa faktor dapat mempengaruhi akurasi uji urease:
- Kontaminasi Urea: Urea dapat terurai secara spontan jika media tidak disimpan dengan benar (terlalu panas atau lembab). Selalu simpan media di lemari es dan gunakan sebelum kedaluwarsa.
- Inokulum Terlalu Tebal: Bisa menyebabkan perubahan warna palsu karena metabolisme sel yang berlebihan.
- Media Terlalu Tua: Buffer dalam media dapat rusak, menyebabkan hasil positif palsu.
- Kontaminasi Silang: Pastikan menggunakan kultur murni.
Kesimpulan
Microbiology Spotlight: The Urease Test menunjukkan bahwa ubi yang sederhana ini memiliki peran yang sangat penting dalam identifikasi bakteri. Dari membedakan Proteus dengan Salmonella, hingga mendeteksi H. pylori penyebab kanker lambung, urease test adalah alat yang tak tergantikan di laboratorium mikrobiologi.
Memahami prinsip dan prosedur yang benar akan memastikan hasil yang akurat, yang pada gilirannya mendukung diagnosis dan terapi pasien yang tepat. Jadi, lain kali Anda melihat media urea berubah merah muda, Anda tahu persis apa yang terjadi: urease sedang bekerja!
Tetap ikuti perkembangan terbaru dunia mikrobiologi dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.
Post a Comment