Menguak Rahasia Imun: 5 Makanan Ampuh Pereda Alergi Serbuk Sari Ala Dokter Ahli, Tanpa Masker!

Table of Contents
Menguak Rahasia Imun: 5 Makanan Ampuh Pereda Alergi Serbuk Sari Ala Dokter Ahli, Tanpa Masker!

INFOLABMED.COM - Alergi serbuk sari seringkali terasa seperti siksaan tanpa akhir, bukan?

Banyak orang mungkin berpikir masker atau pembersih udara adalah satu-satunya solusi.

Namun, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Takafumi Kudo, yang juga pengawas buku “Kebiasaan Orang dengan Kekuatan Imun yang Kuat” (terbitan Seishun Publishing), mengungkapkan rahasia yang lebih dalam.

Kuncinya terletak pada kebiasaan makan yang mampu menenangkan “pemberontakan imun” yang memicu bersin dan hidung tersumbat.

Mengapa Ada Orang yang Jarang Sakit?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada individu yang nyaris tidak pernah terserang infeksi?

Atau bahkan jika sakit, mereka pulih dengan cepat?

Mereka juga jarang terganggu oleh alergi seperti alergi serbuk sari.

Bahkan sel kanker pun, jika muncul, akan dihancurkan sejak dini oleh tubuh mereka.

Di sisi lain, ada orang yang mudah sekali sakit flu berkali-kali dalam setahun.

Perbedaan fundamental antara kedua jenis individu ini adalah kekuatan sistem kekebalan tubuh mereka.

Sistem imun yang kuat memastikan bahwa sel-sel imun siap menghadapi dan memproses bakteri berbahaya, virus, atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Untuk itu, buku ini mengupas tuntas gaya hidup orang-orang dengan kekebalan tubuh yang prima.

Pembahasan meliputi berbagai aspek seperti cara menstimulasi sel imun secara langsung, meningkatkan suhu tubuh untuk memperkuat fungsi imun, menjaga kesehatan usus, mengatur sistem saraf otonom, pola makan dan olahraga, tips mengelola stres, serta poin-poin penting dalam merawat tubuh.

Dengan menerapkan 132 kebiasaan yang tercatat dalam buku ini, peningkatan kekebalan tubuh adalah hal yang pasti.

Kesehatan adalah fondasi utama dari sistem kekebalan yang kuat.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Secara khusus, dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan lima kebiasaan makan untuk mengatasi alergi serbuk sari.

5 Makanan Ampuh Pereda 'Pemberontakan Imun' untuk Atasi Alergi Serbuk Sari

1. Merebus Kulit Bawang Bombay dalam Sup

Kulit sayuran seringkali menyimpan nutrisi yang mengejutkan.

Orang yang menyadari hal ini cenderung tidak membuang kulit wortel, labu, atau daun luar kubis.

Lalu, bagaimana dengan kulit bawang bombay yang tipis dan berwarna cokelat?

Sebagian besar orang mungkin membuangnya ke tempat sampah tanpa berpikir, karena tidak terbayang ada nutrisi di dalamnya.

Padahal, kulit bawang bombay mengandung Quercetin, senyawa antioksidan kuat, yang jumlahnya sekitar 30 kali lebih banyak dibandingkan isinya.

Quercetin sangat dibutuhkan oleh penderita alergi serbuk sari atau rinitis.

Senyawa ini bekerja menekan “pemberontakan” eosinofil, sejenis sel darah putih yang jika berlebihan dapat menyebabkan alergi.

Kulit bawang tidak bisa dimakan langsung, namun sangat disayangkan jika dibuang begitu saja.

Anda bisa mengolahnya dengan cara kreatif.

Metode termudah adalah menambahkannya ke sup favorit Anda dan merebusnya.

Setelah saripatinya keluar, buang kulitnya dan nikmati hanya supnya.

2. Konsumsi Jamur Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Usus

Jamur dikenal sebagai makanan sehat rendah kalori.

Kandungan seratnya yang melimpah juga menjadikannya favorit bagi mereka yang sedang diet.

Namun, apakah Anda berpikir bahwa jamur tidak terlalu memiliki keunggulan nutrisi lainnya?

Tentu saja tidak, jamur justru sangat cocok untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Orang yang jarang sakit flu sepertinya mengonsumsi jamur hampir setiap hari.

Salah satu komponen aktif jamur yang patut diperhatikan adalah “Beta-glukan,” sejenis serat makanan larut air.

Serat larut air berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus, sehingga sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan usus.

Usus, tempat berkumpulnya sebagian besar sel imun, merupakan organ imun terbesar dalam tubuh manusia.

Lingkungan usus yang sehat memungkinkan sel-sel imun bekerja secara optimal, memperkuat kemampuan tubuh untuk menangkis serangan asing.

Meningkatkan Jumlah Sel NK untuk Tetap Bugar

Beta-glukan juga memiliki peran penting dalam mengaktifkan “sel NK (Natural Killer)”.

Sel NK adalah jenis limfosit yang merupakan sel imun yang sangat kuat.

Tugasnya adalah berpatroli ke seluruh tubuh, mendeteksi dan melawan bakteri atau virus berbahaya, serta memusnahkannya.

Sel NK tidak hanya menyerang musuh yang masuk dari luar tubuh, tetapi juga menghancurkan sel kanker yang baru terbentuk saat ukurannya masih kecil.

Untuk mencegah perkembangan kanker yang mengancam jiwa, penting sekali untuk meningkatkan jumlah sel NK dan menjaga vitalitasnya.

Sel-sel ini merupakan komponen imun yang sangat krusial.

Di antara jenis jamur, D-fraksi, yang melimpah pada jamur Maitake, juga esensial untuk meningkatkan kekebalan.

D-fraksi adalah sejenis glikoprotein, kombinasi gula dan protein, yang memiliki fungsi penting dalam membunuh sel kanker saat masih kecil dan mencegah proliferasinya.

Jamur Hiratake, yang menyerupai shimeji besar, juga sebaiknya menjadi menu reguler di meja makan Anda.

Jamur ini kaya akan LPS yang mengaktifkan makrofag, memberikan efek positif dalam pencegahan infeksi, penekanan alergi serbuk sari, dan pencegahan kanker.

Kekuatan jamur dalam meningkatkan kekebalan telah diteliti selama bertahun-tahun, bahkan komponen aktifnya digunakan dalam obat-obatan kanker.

Cobalah untuk mengonsumsi berbagai jenis jamur setiap hari, baik sebagai bahan sup miso, tumisan, atau dipanggang dengan aluminium foil.

3. Mengaktifkan Sistem Imun dengan Tinta Cumi-cumi

Ketika membersihkan cumi-cumi, kebanyakan orang berhati-hati untuk membuang kantung tintanya.

Namun, mulai sekarang, Anda mungkin ingin meniru orang-orang yang gemar menikmati pasta tinta cumi-cumi.

Mengonsumsi hidangan tinta cumi-cumi secara teratur berpotensi meringankan gejala infeksi dan alergi serbuk sari.

Komponen yang dipercaya mampu memperkuat kekebalan adalah “Mukopolisakarida.”

Dalam sebuah eksperimen oleh Universitas Hirosaki menggunakan tikus yang ditransplantasi sel kanker, tikus yang tidak diberi perlakuan semuanya mati dalam beberapa minggu.

Sebaliknya, pada tikus yang disuntik dengan mukopolisakarida dari tinta cumi-cumi, dalam beberapa percobaan, 3 hingga 4 dari 5 tikus selalu bertahan hidup dan tidak mengalami kekambuhan.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah mukopolisakarida disuntikkan ke tikus, kemampuan makrofag untuk memakan patogen dan zat asing meningkat hingga delapan kali lipat.

Jelas sekali bahwa tinta cumi-cumi memiliki efek memperkuat kekebalan.

Sangat disayangkan jika membuang kantung tinta saat membersihkan cumi-cumi.

4. Smoothie Jeruk Utuh dengan Kulitnya untuk Kekebalan Kuat

Mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar dapat mencegah flu.

Ini adalah klaim dari Dr. Linus Pauling dari Amerika Serikat, penerima Hadiah Nobel, yang diajukan setengah abad yang lalu.

Meskipun saat ini ada pandangan yang menganggap klaim tersebut sedikit berlebihan, vitamin C memang memiliki daya antioksidan tinggi dan terbukti memperkuat kekebalan.

Ketika berbicara tentang makanan kaya vitamin C, jeruk adalah buah yang langsung terlintas di pikiran.

Cukup dengan mengonsumsi 2-3 buah jeruk, asupan vitamin C harian yang direkomendasikan sudah terpenuhi.

Selama musim flu, sangat disarankan untuk mengonsumsi jeruk setiap hari untuk memperkuat sistem imun.

Ketika memasuki awal musim semi, cobalah membuat smoothie dengan jeruk yang sudah dicuci bersih beserta kulitnya, dicampur dengan yogurt.

Ini adalah saran dari Universitas Ehime, yang melakukan penelitian di daerah penghasil jeruk utama, Prefektur Ehime.

Kulit jeruk diketahui mengandung komponen aktif yang dapat mencegah alergi serbuk sari.

Yogurt juga memiliki efek serupa, dan kombinasi jeruk dengan kulitnya serta yogurt dapat meningkatkan kekebalan secara signifikan.

5. Rebung: Menekan 'Pemberontakan Imun'

Jika dikatakan secara singkat, rebung adalah sayuran akar dengan serat tinggi.

Apakah Anda berpikir demikian?

Memang benar, rebung kaya akan serat tidak larut.

Oleh karena itu, orang yang sering mengonsumsi rebung cenderung memiliki pencernaan yang lancar, lingkungan usus yang sehat, dan kekebalan yang kuat.

Namun, fungsi rebung tidak berhenti sampai di situ.

Jika Anda ingin memperkuat kekebalan, rebung adalah bahan makanan dengan level yang sangat tinggi.

Belakangan ini, perhatian tertuju pada efektivitas rebung terhadap alergi.

Ketika kotoran tungau, bangkai tungau, serbuk sari, atau debu masuk ke dalam tubuh, tubuh menganggapnya sebagai benda asing dan memproduksi protein yang disebut “antibodi IgE” untuk mengeluarkannya.

Antibodi IgE inilah yang menjadi masalah.

Jika diproduksi secara berlebihan, gejala alergi seperti bersin dan hidung tersumbat akan muncul.

Inilah yang disebut “pemberontakan imun.”

Polifenol seperti tanin dan asam klorogenat yang terkandung dalam rebung bekerja untuk menekan produksi antibodi IgE ini.

Efek Luar Biasa untuk Alergi Serbuk Sari, Atopi, dan Asma

Efektivitasnya sangat kuat bagi penderita alergi serbuk sari.

Mengonsumsi rebung sebanyak 30-40g setiap hari selama 10 hingga 2 minggu dilaporkan dapat meredakan gejala.

Pasti banyak yang ingin mencoba, terutama mereka yang menderita setiap musim semi.

Kerja polifenol ini tidak hanya efektif untuk alergi serbuk sari, tetapi juga untuk penderita atopi dan asma.

Efek lektin, sejenis protein yang terkandung dalam rebung, juga tidak boleh diabaikan.

Lektin memiliki teknik tingkat tinggi dalam membantu makrofag lebih mudah mendeteksi zat asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan kekebalan.

Selain itu, lektin juga memiliki kemampuan untuk bekerja pada sel kanker dan menekan proliferasinya.

Karena merupakan sayuran akar yang tumbuh panjang di dalam tanah, rebung juga kaya akan LPS yang berasal dari bakteri tanah.

LPS ini akan mengaktifkan makrofag, lebih jauh lagi meningkatkan kekebalan tubuh.

Polifenol dan LPS banyak terdapat di dekat kulit.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi rebung bersama kulitnya atau mengupasnya setipis mungkin.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment