Lipemic Plasma (CBC): Dampak pada Hasil Darah dan Cara Mengoreksinya

Table of Contents
Lipemic Plasma (CBC): Dampak pada Hasil Darah dan Cara Mengoreksinya


INFOLABMED.COM - Dalam praktik laboratorium sehari-hari, Anda mungkin pernah menemukan sampel darah dengan plasma yang tampak keruh seperti susu. Kondisi ini disebut lipemic plasma (CBC) , yaitu plasma yang mengandung kadar lipid (terutama trigliserida) sangat tinggi sehingga menyebabkan kekeruhan . Lipemia merupakan masalah pra-analitik signifikan yang dapat mengganggu akurasi hasil pemeriksaan darah lengkap .

Jika tidak dikenali dan ditangani dengan benar, lipemic plasma (CBC) dapat menyebabkan hasil yang menyesatkan dan berpotensi membahayakan pasien. Artikel ini akan membahas dampak lipemia pada parameter CBC, cara mendeteksinya, serta metode koreksi yang direkomendasikan.

Apa Itu Lipemic Plasma?

Lipemia adalah kekeruhan sampel akibat akumulasi partikel lipoprotein, terutama kilomikron dan very low-density lipoprotein (VLDL) . Ketika trigliserida melebihi 300 mg/dL, terjadi turbiditas yang secara langsung mempengaruhi akurasi parameter CBC tertentu .

Penyebab lipemia dapat berupa:

  • Faktor fisiologis: Sampel diambil segera setelah pasien mengonsumsi makanan berlemak
  • Kondisi klinis: Diabetes melitus, pankreatitis akut, gagal ginjal, hipotiroidisme
  • Pengobatan: Pemberian nutrisi parenteral (infus lemak)

Parameter CBC yang Terganggu oleh Lipemia

1. Hemoglobin (Hb) dan Indeks Eritrosit

Lipemic plasma (CBC) paling signifikan mengganggu pengukuran hemoglobin. Kebanyakan hematology analyzer mengukur hemoglobin secara spektrofotometri pada panjang gelombang sekitar 530 nm . Partikel lipid menyebabkan hamburan cahaya (turbiditas), sehingga meningkatkan absorbansi dan menyebabkan hemoglobin palsu tinggi .

Akibatnya, parameter turunan yang menggunakan Hb dalam perhitungan juga ikut terpengaruh:

  • MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Meningkat palsu
  • MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration): Meningkat palsu

Penelitian menunjukkan bahwa ketika trigliserida > 4,0 mmol/L, terjadi peningkatan palsu pada Hb, MCH, dan MCHC yang signifikan secara statistik . Semakin tinggi kadar trigliserida, semakin besar gangguannya, dan semakin rendah Hb awal, semakin besar persentase kesalahannya .

2. Leukosit (WBC) dan Trombosit (PLT)

Pada tingkat lipemia yang sangat tinggi, sel darah putih juga dapat terpengaruh. Studi menunjukkan bahwa ketika trigliserida > 14,45 mmol/L, WBC perlu dikoreksi karena terjadi peningkatan palsu . Lipemia juga dilaporkan dapat mengganggu hitung trombosit dan bahkan limfosit pada beberapa analyzer optik .

Cara Mendeteksi Lipemia

1. Inspeksi Visual

Setelah sampel disentrifugasi atau didiamkan, amati plasma. Plasma normal berwarna jernih kekuningan, sedangkan plasma lipemik tampak keruh seperti susu .

2. Perhatikan Indeks MCHC

MCHC adalah "polisi internal" yang sangat sensitif terhadap gangguan. Jika MCHC > 36 g/dL (360 g/L) tanpa penyebab lain (misalnya sferositosis), curigai adanya lipemia . Ini adalah indikator paling umum yang menunjukkan kemungkinan gangguan lipemia .

3. Grafik atau Flagging Alat

Banyak hematology analyzer modern akan menampilkan grafik abnormal atau mengeluarkan flag (peringatan) ketika mendeteksi kemungkinan gangguan .

Metode Koreksi Lipemic Plasma (CBC)

Jika ditemukan lipemic plasma (CBC) , jangan langsung melaporkan hasil. Lakukan langkah koreksi berikut:

1. Metode Penggantian Plasma (Saline Replacement)

Ini adalah metode yang paling umum digunakan . Prosedurnya:

  1. Centrifuge sampel EDTA dengan kecepatan 400 g selama 10 menit
  2. Dengan hati-hati, pipet dan buang plasma yang keruh tanpa mengganggu buffy coat
  3. Ganti volume plasma yang dibuang dengan larutan saline (NaCl 0,9%) atau pengencer analyzer dalam jumlah yang sama
  4. Homogenkan sampel dengan baik
  5. Running ulang sampel pada hematology analyzer

Penelitian menunjukkan metode ini memberikan hasil yang dapat diterima, meskipun terdapat bias statistik minimal yang berkorelasi negatif dengan derajat lipemia .

2. Metode Koreksi dengan Rumus (Zeng et al.)

Jika metode penggantian plasma tidak memungkinkan, rumus koreksi dapat digunakan :

  • Hgb(Koreksi) = HgbLB – (HgbLP – HgbLP X HctLB)

Kemudian hitung ulang indeks eritrosit:

  • MCH(Koreksi) = Hgb(Koreksi) / RBC(LB)
  • MCHC(Koreksi) = Hgb(Koreksi) / Hct(LB)

3. Pengukuran Hemoglobin Optik (Hb-O) pada Analyzer Modern

Studi terbaru pada Sysmex XN-1000 menunjukkan bahwa pengukuran hemoglobin optik (Hb-O) dalam mode reticulocyte memberikan hasil paling andal untuk sampel lipemik . Hb-O menunjukkan bias yang tidak signifikan secara statistik (-0,4%) dan tidak berkorelasi dengan derajat lipemia .

4. Pemanfaatan Cellular Hemoglobin (Advantage Analyzer Tertentu)

Pada analyzer Siemens ADVIA 2120i, tersedia parameter cellular hemoglobin yang diukur dengan flow cytometry, sehingga tidak terpengaruh lipemia . Penelitian menunjukkan bahwa jika selisih Hb biasa dengan cellular hemoglobin ≥ 0,35 g/dL, cellular hemoglobin dapat langsung dilaporkan tanpa perlu saline replacement (sensitivitas 90,9%, spesifisitas 97,5%) .

5. Point-of-Care Testing (POCT)

Jika hasil sangat dibutuhkan, penggunaan whole blood analyzer di titik perawatan (POCT) yang menggunakan metode berbeda mungkin sesuai .

Pelaporan Hasil

Setelah melakukan koreksi, berikan komentar pada laporan hasil, misalnya: "Sampel lipemik, hasil Hb dan indeks eritrosit telah dikoreksi dengan metode saline replacement" .

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengoreksi:

  1. Edukasi pasien: Pastikan pasien berpuasa 8-12 jam sebelum pengambilan darah
  2. Komunikasi dengan klinisi: Jika pasien mendapat nutrisi parenteral, koordinasikan waktu pengambilan sampel
  3. Pengambilan ulang: Jika memungkinkan, informasikan ke dokter untuk pengambilan ulang setelah pasien menjalani diet bebas lemak beberapa jam kemudian

Kesimpulan

Lipemic plasma (CBC) adalah tantangan nyata di laboratorium hematologi yang dapat menyebabkan hasil hemoglobin dan indeks eritrosit palsu tinggi. Deteksi dini dapat dilakukan dengan inspeksi visual dan kewaspadaan terhadap MCHC > 36 g/dL.

Metode koreksi seperti saline replacement, penggunaan rumus koreksi, atau pemanfaatan teknologi optical hemoglobin pada analyzer modern dapat mengatasi gangguan ini. Setiap laboratorium harus memiliki protokol baku untuk penanganan sampel lipemik sesuai dengan peralatan dan kemampuan teknis yang tersedia .

Dengan penanganan yang tepat, hasil CBC dari sampel lipemik tetap dapat dilaporkan secara akurat dan mendukung diagnosis pasien dengan benar.

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar hematologi dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment