Laboratory Identification of Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus: Panduan Praktis Morfologi dan Diagnosis

Table of Contents

 

Laboratory Identification of Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus: Panduan Praktis Morfologi dan Diagnosis

INFOLABMED.COM - Spesies jamur dari genus Aspergillus merupakan kapang oportunistik yang paling sering diisolasi di laboratorium mikrobiologi klinis. Di antara sekian banyak spesies, Aspergillus fumigatus dan Aspergillus niger adalah dua spesies yang paling patogen dan sering ditemui pada spesimen klinis . A. fumigatus adalah penyebab utama aspergilosis invasif pada pasien immunocompromised, sementara A. niger sering dikaitkan dengan infeksi superfisial seperti otomikosis dan sinusitis, serta dapat menjadi kontaminan yang umum .

Oleh karena itu, kemampuan untuk melakukan laboratory identification of Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus secara akurat adalah keterampilan esensial bagi setiap mikrobiolog. Identifikasi yang tepat tidak hanya penting untuk diagnosis, tetapi juga untuk menentukan terapi antijamur yang sesuai, mengingat adanya perbedaan pola resistensi antar spesies . Artikel ini akan membahas secara komprehensif pendekatan identifikasi kedua kapang ini, mulai dari karakteristik makroskopis, mikroskopis, hingga metode konfirmasi modern.

Pendekatan Bertahap Identifikasi Aspergillus

Identifikasi Aspergillus di laboratorium umumnya dilakukan melalui pendekatan klasik yang menggabungkan pengamatan makroskopis dan mikroskopis, yang dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan metode molekuler jika diperlukan.

1. Isolasi dan Kultur

Kedua spesies Aspergillus ini mudah ditumbuhkan pada media standar mikologi.

  • Media: Media yang paling umum digunakan adalah Sabouraud Dextrose Agar (SDA) , dengan atau tanpa penambahan kloramfenikol untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Media lain seperti Czapek Dox Agar (CZA) atau Potato Dextrose Agar (PDA) juga dapat digunakan untuk mengamati morfologi koloni yang lebih khas . Penting untuk diperhatikan bahwa media tidak boleh mengandung sikloheksimid, karena dapat menghambat pertumbuhan Aspergillus .
  • Inkubasi: Inkubasi dilakukan pada suhu 25°C dan 37°C selama 3 hingga 7 hari. A. fumigatus bersifat termotoleran dan tumbuh sangat baik pada suhu 37°C, yang merupakan salah satu faktor virulensinya .

2. Identifikasi Makroskopis (Koloni)

Pengamatan koloni dengan mata telanjang memberikan petunjuk awal yang sangat penting. Kedua spesies ini memiliki morfologi koloni yang sangat berbeda .

Karakteristik MakroskopisAspergillus fumigatus*Aspergillus niger *
TeksturBeludru (velvety) hingga seperti tepung (powdery)Seperti kapas (cottony) hingga granular
Warna Koloni (atas/obverse)Awalnya putih, kemudian berubah menjadi hijau kebiruan (blue-green) hingga hijau gelap keabuan seiring bertambahnya usia .Awalnya putih dengan bercak hitam dan kuning, kemudian berubah menjadi hitam pekat saat dewasa .
Warna Koloni (bawah/reverse)Tidak berwarna (incolor) hingga putih atau cokelat pucat .Tidak berwarna, krem, atau putih hingga kuning .
PenyebaranKoloni menyebar (spreading) .Koloni menyebar (spreading) .

Perbedaan warna koloni adalah kunci utama. Jika Anda melihat koloni berwarna hijau kebiruan, curigalah ke arah A. fumigatus. Jika koloni berwarna hitam pekat, curigalah ke arah A. niger.

3. Identifikasi Mikroskopis

Ini adalah langkah penentu dalam laboratory identification of Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus. Pengamatan dilakukan dengan mengambil isolat menggunakan selotape (sticky tape) atau dengan membuat preparat dari biakan, lalu diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x. Struktur yang menjadi fokus adalah konidiofor (tangkai konidia) , vesikel (ujung konidiofor yang menggembung) , fiálid (sel pembentuk spora) , dan konidia (spora) itu sendiri .

Karakteristik MikroskopisAspergillus fumigatus*Aspergillus niger *
KonidioforDinding halus (smooth-walled), pendek (hingga 300 µm), berwarna hialin .Dinding halus (smooth-walled), besar dan panjang (1,5-3 mm), hialin atau sedikit berpigmen .
VesikelBerbentuk seperti tongkat atau klub (subglobosa), diameter 20-30 µm .Berbentuk bulat (globosa), sangat besar (diameter 50-100 µm) .
FiálidUniseriate (fiálid langsung menempel pada vesikel). Fiálid hanya menutupi 2/3 bagian atas vesikel, tersusun rapat sejajar sumbu konidiofor .Biseriate (terdapat sel pendukung yang disebut metula di bawah fiálid). Fiálid dan metula menutupi seluruh permukaan vesikel, membentuk susunan seperti bola lampu yang memancar (radial) .
Konidia (Spora)Berbentuk bulat (subglobosa), dinding halus hingga sedikit kasar (verukosa/e kinulata), berwarna hijau dalam massa, diameter 2-3 µm .Berbentuk bulat, dinding kasar, berwarna coklat hingga hitam dalam massa, diameter 4-5 µm .
Kepala KonidiaBerbentuk kolumnar (padat, seperti kolom) .Berbentuk radial (memancar) .

Perbedaan paling signifikan secara mikroskopis adalah susunan fiálid (uniseriate vs biseriate) dan bentuk kepala konidia (kolumnar vs radial) .

4. Identifikasi Molekuler dan Metode Lain

Jika identifikasi morfologis meragukan, atau untuk keperluan epidemiologi dan konfirmasi spesies yang lebih jarang, metode molekuler dapat digunakan.

  • PCR (Polymerase Chain Reaction): Beberapa sistem PCR telah dikembangkan untuk mengidentifikasi spesies Aspergillus patogen utama. PCR dapat menargetkan daerah Internal Transcribed Spacer (ITS) dari DNA ribosom atau gen spesifik seperti beta-tubulin . Metode ini sangat sensitif dan spesifik, bahkan dapat mendeteksi DNA jamur langsung dari spesimen klinis .
  • PCR-Enzyme Immunoassay (PCR-EIA): Sebuah metode yang menggabungkan amplifikasi PCR dengan deteksi probe spesifik dalam format EIA, memungkinkan identifikasi spesies Aspergillus dalam satu hari kerja dengan sensitivitas tinggi .
  • Deteksi Antigen: Pemeriksaan galaktomanan dalam serum atau cairan BAL (Bronchoalveolar Lavage) adalah alat diagnostik yang sangat berguna untuk aspergilosis invasif, terutama yang disebabkan oleh A. fumigatus . Meskipun tidak mengidentifikasi hingga tingkat spesies, test ini menegaskan diagnosis infeksi Aspergillus.

Diagnosis Banding dan Pertimbangan Khusus

  • Membedakan dengan Spesies Lain: A. niger perlu dibedakan dari Aspergillus tubingensis yang secara morfologis sangat mirip. Keduanya termasuk dalam Aspergillus seksi Nigri (black Aspergillus) dan memerlukan identifikasi molekuler untuk pemisahan yang akurat . A. fumigatus perlu dibedakan dari spesies seksi Fumigati lainnya.
  • Implikasi Klinis dan Terapi: Identifikasi spesies penting karena berkaitan dengan pilihan terapi. A. fumigatus umumnya sensitif terhadap triazol (seperti vorikonazol). Namun, pada A. niger, sering dilaporkan peningkatan MIC (Kadar Hambat Minimum) terhadap beberapa triazol, sehingga monoterapi azol mungkin perlu dihindari atau dikombinasikan dengan amfoterisin B . Resistensi azol pada A. fumigatus juga menjadi masalah yang meningkat secara global .

Kesimpulan

Laboratory identification of Aspergillus niger and Aspergillus fumigatus adalah proses yang sistematis dan relatif sederhana jika dilakukan dengan cermat. Perbedaan utama terletak pada:

  • Makroskopis: A. fumigatus berwarna hijau kebiruan dengan tekstur seperti beludru, sedangkan A. niger berwarna hitam dengan tekstur granular .
  • Mikroskopis: A. fumigatus memiliki vesikel uniseriate dengan kepala konidia kolumnar, sementara A. niger memiliki vesikel biseriate besar dengan kepala konidia radial .

Dengan mengamati kedua karakteristik ini, seorang analis laboratorium dapat dengan yakin membedakan kedua spesies kapang penting ini. Untuk konfirmasi lebih lanjut, terutama dalam konteks penelitian atau kasus yang meragukan, metode molekuler seperti PCR dan sekuensing gen beta-tubulin adalah alat yang sangat berharga . Identifikasi yang akurat tidak hanya penting untuk diagnosis, tetapi juga untuk memandu terapi antijamur yang tepat dan efektif .

Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar dunia mikologi dan laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment