Kenali Lesi Mpox: Apa Saja yang Bisa Dideteksi di Laboratorium Medis?
INFOLABMED.COM - Mpox merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan ظهور lesi kulit khas yang berkembang secara bertahap.
Lesi ini tidak hanya penting dalam diagnosis klinis, tetapi juga menjadi kunci utama dalam pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Tuberkulosis? Ini Penjelasan Lengkap Gejala hingga Pencegahannya!
Memahami karakteristik lesi Mpox dan apa saja yang dapat dideteksi di laboratorium akan membantu tenaga kesehatan, khususnya Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), dalam menegakkan diagnosis secara akurat.
Mengenal Lesi Mpox
Lesi Mpox memiliki perkembangan yang khas dan berurutan, yaitu:
- Makula (bercak datar)
- Papula (benjolan kecil)
- Vesikel (berisi cairan jernih)
- Pustula (berisi nanah)
- Krusta (kerak/luka mengering)
Perkembangan lesi ini biasanya berlangsung serempak pada satu area tubuh, berbeda dengan penyakit lain seperti varicella.
Apa yang Bisa Dideteksi di Laboratorium?
Lesi Mpox menjadi sumber utama untuk berbagai jenis pemeriksaan laboratorium.
1. DNA Virus Mpox (PCR)
Pemeriksaan PCR adalah metode utama untuk mendeteksi infeksi Mpox.
Yang dideteksi:
- Materi genetik (DNA) virus Mpox
Sampel terbaik:
- Cairan vesikel/pustula
- Swab lesi
- Kerak (crust)
Lesi aktif seperti vesikel dan pustula memiliki viral load tinggi, sehingga ideal untuk pemeriksaan PCR.
2. Partikel Virus (Elektron Mikroskopi – Terbatas)
Dalam kondisi tertentu, laboratorium rujukan dapat menggunakan:
- Mikroskop elektron untuk melihat bentuk virus
Keterbatasan:
- Tidak spesifik hanya untuk Mpox
- Jarang digunakan dalam praktik rutin
3. Antibodi (Serologi)
Pemeriksaan serologi dapat mendeteksi:
- Antibodi terhadap virus Mpox
Namun:
- Tidak direkomendasikan sebagai diagnosis utama
- Berisiko reaksi silang dengan virus lain dalam kelompok Orthopox
Kapan Lesi Paling Optimal untuk Diperiksa?
Waktu pengambilan sampel sangat menentukan hasil pemeriksaan:
| Tahap Lesi | Kelayakan untuk PCR |
|---|---|
| Makula | Rendah |
| Papula | Sedang |
| Vesikel | Tinggi |
| Pustula | Sangat tinggi |
| Krusta | Tinggi |
Lesi pada fase vesikel hingga krusta adalah waktu terbaik untuk pemeriksaan laboratorium.
Tantangan dalam Pemeriksaan Lesi Mpox
Beberapa kendala yang sering terjadi:
- Pengambilan sampel yang tidak tepat
- Lesi sudah kering atau sembuh
- Kontaminasi sampel
- Keterbatasan fasilitas PCR
Peran ATLM dalam Pemeriksaan Lesi Mpox
ATLM memiliki peran krusial dalam:
- Mengidentifikasi jenis lesi yang tepat untuk sampling
- Melakukan teknik swab yang benar
- Menjaga kualitas spesimen
- Memastikan hasil pemeriksaan akurat
Lesi Mpox bukan hanya tanda klinis, tetapi juga sumber utama diagnosis laboratorium.
Baca Juga: HIV Tidak Menular Melalui Sentuhan! Inilah Fakta yang Harus Anda Ketahui
Pemeriksaan PCR dari lesi aktif seperti vesikel dan pustula menjadi metode paling akurat untuk mendeteksi virus Mpox.
Pemahaman tentang jenis lesi dan waktu pengambilan sampel sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan diagnosis dan mendukung pengendalian penyakit.
📢 Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment