Influenza atau COVID-19? Ini Cara Membedakannya Lewat Pemeriksaan Lab Secara Akurat
INFOLABMED.COM - Gejala influenza dan COVID-19 sering kali terlihat mirip, mulai dari demam, batuk, hingga kelelahan.
Hal ini membuat banyak orang kesulitan membedakan keduanya hanya dari gejala klinis.
Baca Juga: Tes PCR Influenza A/B di Indonesia: Prosedur, Interpretasi, dan Implikasi
Lalu, bagaimana cara memastikan diagnosis yang tepat?
Jawabannya ada pada pemeriksaan laboratorium. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana tenaga laboratorium medik membedakan influenza dan COVID-19 secara ilmiah dan akurat.
Kenapa Influenza dan COVID-19 Sulit Dibedakan?
Secara klinis, kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir serupa, seperti:
- Demam
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Kelelahan
Namun, penyebabnya berbeda:
- Influenza disebabkan oleh virus Influenza A/B
- COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2
Karena kemiripan ini, diagnosis berbasis gejala saja tidak cukup akurat.
1. Pemeriksaan RT-PCR: Gold Standard Diagnosis
Metode paling akurat untuk membedakan influenza dan COVID-19 adalah RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction).
Cara Kerja:
- Mendeteksi materi genetik virus (RNA)
- Menggunakan primer spesifik untuk masing-masing virus
Perbedaan Hasil:
- COVID-19 → target gen seperti N, E, RdRp
- Influenza → target gen HA dan NA
Kelebihan:
- Sensitivitas dan spesifisitas tinggi
- Bisa mendeteksi infeksi sejak dini
2. Rapid Antigen Test: Cepat Tapi Terbatas
Rapid test antigen sering digunakan sebagai skrining awal.
Perbedaan:
- Antigen COVID-19 → mendeteksi protein virus SARS-CoV-2
- Antigen Influenza → mendeteksi protein virus influenza
Kekurangan:
- Sensitivitas lebih rendah dibanding RT-PCR
- Risiko hasil negatif palsu
Biasanya digunakan saat:
- Skrining massal
- Kondisi darurat
- Fasilitas terbatas
3. Pemeriksaan Hematologi dan Biomarker
Selain deteksi virus langsung, laboratorium juga melihat respon tubuh terhadap infeksi.
COVID-19:
- Limfosit ↓ (limfopenia)
- CRP ↑
- D-dimer ↑ (pada kasus berat)
Influenza:
- Leukosit bisa normal atau sedikit meningkat
- CRP meningkat, tapi biasanya tidak setinggi COVID-19 berat
Pemeriksaan ini membantu menilai tingkat keparahan penyakit.
4. Panel Respiratory Multiplex PCR
Teknologi terbaru memungkinkan deteksi beberapa virus sekaligus dalam satu pemeriksaan.
Keunggulan:
- Bisa membedakan influenza, COVID-19, RSV, dan virus lainnya
- Lebih efisien dan cepat dalam diagnosis
Metode ini sangat berguna saat terjadi lonjakan kasus penyakit pernapasan.
5. Perbedaan Waktu Inkubasi dan Viral Shedding
Dari sisi laboratorium epidemiologi:
- COVID-19 memiliki masa inkubasi lebih panjang (2–14 hari)
- Influenza lebih cepat (1–4 hari)
Durasi viral shedding COVID-19 juga cenderung lebih lama, sehingga pasien bisa menularkan lebih lama dibanding influenza.
Membedakan influenza dan COVID-19 tidak bisa hanya mengandalkan gejala. Pemeriksaan laboratorium menjadi kunci utama untuk diagnosis yang akurat.
Metode seperti RT-PCR, rapid antigen, hingga multiplex PCR memberikan gambaran jelas mengenai jenis virus yang menginfeksi pasien.
Peran tenaga laboratorium medik sangat penting dalam:
Baca Juga: Influenza A/B Test: Panduan Lengkap Interpretasi Hasil di Indonesia
- Menentukan diagnosis pasti
- Membantu klinisi dalam terapi
- Mengendalikan penyebaran penyakit
Dengan diagnosis yang tepat, penanganan pasien bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment