Infeksi Ascariasis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Cacing Gelang
INFOLABMED.COM - Infeksi ascariasis adalah salah satu jenis infeksi cacing yang paling umum di dunia, disebabkan oleh cacing gelang bernama Ascaris lumbricoides . Diperkirakan sekitar 819 juta orang di seluruh dunia terinfeksi cacing ini, dengan sebagian besar kasus terjadi di daerah tropis dan subtropis yang memiliki sanitasi kurang memadai .
Di Indonesia, ascariasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Penelitian di beberapa daerah menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, seperti di Sumba Barat yang mencapai 27,8% pada anak di bawah 7 tahun . Bahkan studi di Pematangsiantar menemukan 49,23% sampel feses positif mengandung telur cacing Ascaris .
Apa Itu Infeksi Ascariasis?
Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides, nematoda (cacing gilig) terbesar yang hidup di usus manusia . Cacing betina dewasa dapat mencapai panjang 20-35 cm, sementara cacing jantan berukuran 15-30 cm . Mereka dapat hidup di dalam usus halus selama 1-2 tahun .
Infeksi ini termasuk dalam kelompok soil-transmitted helminths (STH) atau cacing yang ditularkan melalui tanah, bersama dengan cacing tambang dan cacing cambuk (Trichuris trichiura) .
Penyebab dan Cara Penularan
Infeksi ascariasis terjadi ketika seseorang menelan telur cacing yang telah dibuahi dan mengandung larva infektif . Telur ini masuk ke dalam tubuh melalui:
- Makanan yang terkontaminasi tanah mengandung feses manusia
- Sayuran atau buah mentah yang tidak dicuci bersih
- Tangan yang kotor setelah menyentuh tanah terkontaminasi
- Air minum yang tercemar
Telur Ascaris sangat kuat dan dapat bertahan di tanah hingga 6 tahun, bahkan tahan terhadap pembekuan . Di daerah dengan sanitasi buruk, feses manusia sering digunakan sebagai pupuk atau mencemari lingkungan, sehingga telur cacing mudah menyebar .
Faktor risiko utama ascariasis meliputi :
- Usia anak-anak (terutama usia sekolah) karena sering bermain tanah
- Sanitasi buruk dan tidak memiliki jamban sehat
- Kebiasaan tidak cuci tangan sebelum makan
- Tinggal di daerah tropis dengan kelembaban tinggi
- Tingkat pendidikan orang tua rendah dan pendapatan keluarga rendah
Siklus Hidup Cacing Ascaris
Memahami siklus hidup cacing penting untuk mengerti bagaimana infeksi ascariasis menimbulkan gejala. Prosesnya sebagai berikut :
- Tertelannya telur infektif – Telur masuk ke mulut, lalu ke usus halus
- Penetasan dan migrasi – Larva menetas, menembus dinding usus, masuk ke pembuluh darah menuju hati dan paru-paru (sekitar 4 hari)
- Fase paru – Larva menembus alveoli, naik ke saluran napas hingga tenggorokan (10-14 hari)
- Tertelan kembali – Larva dibatukkan lalu ditelan, kembali ke usus halus
- Dewasa dan bertelur – Cacing dewasa tinggal di usus, cacing betina menghasilkan hingga 200.000 telur per hari
Seluruh siklus memakan waktu 2-3 bulan dari telur tertelan hingga cacing dewasa bertelur .
Gejala Infeksi Ascariasis
Gejala infeksi ascariasis tergantung pada jumlah cacing dalam tubuh (beban cacing) dan fase perjalanan penyakit .
Fase Migrasi Larva (Fase Paru)
Saat larva bermigrasi melalui paru-paru, dapat timbul gejala :
- Batuk kering atau batuk berdahak
- Mengi (napas berbunyi)
- Sesak napas
- Demam
- Kadang disertai darah dalam dahak
Pada fase ini, pemeriksaan rontgen dada dapat menunjukkan infiltrat yang disertai eosinofilia tinggi, suatu kondisi yang disebut sindrom Löffler .
Fase Cacing Dewasa di Usus
Cacing dalam jumlah sedikit biasanya tidak menimbulkan gejala . Namun jika jumlahnya banyak, dapat muncul :
- Kram atau nyeri perut
- Mual dan muntah
- Diare atau darah dalam feses
- Penurunan nafsu makan
- Berat badan turun
Gejala pada Infeksi Berat
Bila beban cacing sangat tinggi, dapat terjadi komplikasi serius :
- Obstruksi usus (penyumbatan) – menyebabkan nyeri perut hebat, muntah, perut kembung
- Migrasi ke saluran empedu – menyumbat saluran empedu, menyebabkan nyeri perut kanan atas, kolangitis, pankreatitis
- Migrasi ke mulut atau hidung – cacing keluar melalui muntah atau terbatukkan
- Gangguan pertumbuhan pada anak – menyebabkan stunting (tubuh pendek) dan malnutrisi
Penelitian di Sumba Barat membuktikan bahwa infeksi ascariasis secara signifikan terkait dengan kejadian stunting pada anak di bawah 7 tahun (OR: 3,45) .
Diagnosis Ascariasis
Diagnosis infeksi ascariasis ditegakkan melalui beberapa cara :
1. Pemeriksaan Mikroskopis Feses
Ini adalah metode paling umum dan utama. Telur cacing Ascaris dapat diidentifikasi di bawah mikroskop dari sampel feses . Metode yang direkomendasikan :
- Metode Kato-Katz – untuk pemeriksaan kuantitatif (menghitung jumlah telur per gram feses)
- Metode sedimentasi formalin-eter – untuk konsentrasi telur
- Pemeriksaan langsung dengan larutan lugol atau eosin
Telur Ascaris yang telah dibuahi berbentuk bulat atau oval, berdinding tebal dengan lapisan luar yang bergelombang (mammilated), berwarna coklat karena empedu, dan berukuran 45-75 µm .
2. Identifikasi Cacing Dewasa
Kadang-kadang cacing dewasa keluar bersama feses, atau dimuntahkan, bahkan keluar dari hidung atau mulut . Cacing ini mudah dikenali karena ukurannya yang besar.
3. Pemeriksaan Darah
Dapat ditemukan peningkatan eosinofil (eosinofilia), terutama pada fase migrasi larva .
4. Pencitraan
Pada kasus tertentu, USG atau CT scan dapat melihat cacing dewasa di saluran empedu atau usus .
Pengobatan Infeksi Ascariasis
Semua infeksi Ascaris yang terdiagnosis sebaiknya diobati . Pengobatan utama adalah obat anticacing (antelmintik) :
Obat Lini Pertama
- Albendazol 400 mg dosis tunggal
- Mebendazol 100 mg dua kali sehari selama 3 hari, atau 500 mg dosis tunggal
- Ivermectin 150-200 mcg/kg dosis tunggal
Ketiga obat ini sangat efektif membunuh cacing dewasa di usus .
Untuk Ibu Hamil
Obat benzimidazol (albendazol, mebendazol) bersifat potensial teratogenik, sehingga untuk ibu hamil digunakan pirantel pamoat yang lebih aman .
Perhatian Khusus
Sebelum memberi ivermectin, pasien dari Afrika Tengah perlu diskrining untuk infeksi Loa loa karena ivermectin dapat menyebabkan ensefalitis berat pada loiasis dengan mikrofilaria tinggi .
Penanganan Komplikasi
Jika terjadi penyumbatan usus atau saluran empedu, mungkin diperlukan :
- Endoskopi untuk mengeluarkan cacing dari saluran empedu (ERCP)
- Tindakan bedah untuk obstruksi usus atau perforasi
Untuk fase paru dengan gejala berat, pengobatan bersifat simtomatik (bronkodilator, kortikosteroid), dan antelmintik biasanya tidak diberikan pada fase ini .
Pencegahan Infeksi Ascariasis
Pencegahan infeksi ascariasis berfokus pada peningkatan sanitasi dan perubahan perilaku :
1. Sanitasi Lingkungan
- Buang air besar di jamban sehat, bukan di tanah terbuka
- Pastikan septic tank berfungsi baik
- Hindari penggunaan feses segar sebagai pupuk
2. Higiene Perorangan
- Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah BAB, setelah bermain tanah
- Ajari anak tidak memasukkan tangan kotor ke mulut
- Potong kuku dan jaga kebersihan kuku
3. Keamanan Pangan
- Cuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi, terutama yang dimakan mentah
- Kupas buah jika memungkinkan
- Masak makanan hingga matang
4. Program Kesehatan Masyarakat
Di daerah endemis, program pemberian obat cacing massal (dewoming) secara berkala pada anak sekolah terbukti efektif menurunkan prevalensi ascariasis .
Kesimpulan
Infeksi ascariasis adalah penyakit cacingan paling umum di dunia yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Penularan terjadi melalui tanah terkontaminasi telur cacing, terutama di daerah dengan sanitasi buruk.
Gejala bervariasi dari tanpa keluhan hingga komplikasi serius seperti penyumbatan usus dan gangguan pertumbuhan anak. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur cacing dalam feses, dan pengobatan menggunakan obat anticacing seperti albendazol sangat efektif.
Pencegahan terbaik adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban, serta mengonsumsi makanan yang bersih dan matang. Mari jaga kebersihan lingkungan demi generasi yang sehat dan bebas cacingan.
Tetap ikuti perkembangan terbaru seputar kesehatan dan dunia laboratorium medis hanya di Infolabmed. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592.

Post a Comment