Detik-detik Mencekam: Ayah Ini Terpaksa Melahirkan Bayinya Sendiri Di Rs Setelah Bidan Panik Dan Pergi!
INFOLABMED.COM - Sebuah insiden mengejutkan telah mengguncang John Radcliffe Hospital, ketika seorang ayah terpaksa mengambil peran bidan untuk melahirkan putrinya sendiri.
Momen menegangkan ini terjadi setelah bidan yang bertugas diduga panik dan meninggalkan ruang persalinan dalam kondisi kritis.
Bayi perempuan bernama Cleo Gray lahir hanya dalam hitungan menit, dengan tali pusar melilit lehernya.
Beruntung, Matt, sang ayah yang merupakan mantan teknisi ambulans, bertindak sigap.
Ia mengenakan sepasang sarung tangan saat menyadari bahwa ia dan istrinya, Jo, harus berjuang sendiri.
Keberuntungan berpihak kepada mereka, Matt berhasil melepaskan lilitan tali pusar dari leher bayi Cleo.
Ketika staf rumah sakit kembali ke ruangan, mereka menemukan Jo sudah mendekap bayinya, dalam keadaan lega namun sangat marah.
Jo mengungkapkan kepada Banbury Guardian bahwa pengalaman tersebut sangat "mengerikan" dan "bisa saja berakhir tragis."
Cleo adalah anak keempat bagi Jo dan Matt, lahir pada tanggal 21 Februari di John Radcliffe Hospital Women’s Centre.
Oxford University Hospitals Trust (OUH), pihak yang mengelola rumah sakit, telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga tersebut atas insiden yang terjadi.
Kronologi Persalinan Darurat
Jo tiba di John Radcliffe Hospital Women’s Centre setelah merasakan kontraksi dua minggu lebih awal dari perkiraan.
Persalinan ini telah dikategorikan sebagai berisiko tinggi karena Jo memiliki beberapa kondisi medis tertentu.
Selain itu, sebagai kehamilan keempatnya, persalinan diperkirakan akan berlangsung sangat cepat.
Saat pertama kali dirawat, Jo sudah mengalami pembukaan lima sentimeter dan harus menunggu untuk mendapatkan kamar bersalin.
“Awalnya, saya ditemani oleh seorang bidan yang sangat baik. Ia bahkan menari untuk membuat saya tertawa, semuanya terasa menyenangkan,” kenang Jo kepada media.
Namun, bidan tersebut kemudian dibutuhkan di tempat lain, dan seorang bidan pengganti datang untuk melanjutkan proses persalinan Jo.
“Sejak saat itu, semuanya memburuk; situasinya menjadi sangat tidak nyaman,” kata Jo.
Ia mengklaim bahwa bidan baru tersebut tampak kurang berpengalaman, tidak komunikatif, dan gagal memberikan rasa tenang.
“Dalam beberapa menit, saya sudah berada dalam tahap persalinan penuh,” lanjut Jo.
“Bidan itu terus-menerus meminta saya bergerak.
Rupanya detak jantung bayi terus berubah, tetapi itu terjadi setelah setiap kontraksi, yang sebenarnya normal.
Namun, ia mulai panik, yang pada gilirannya, membuat saya ikut panik.
Wajahnya terus menunjukkan kekhawatiran dan ia terus meminta saya untuk bergerak, mengatakan bahwa detak jantung bayi menurun dan situasinya menjadi berbahaya.
Saya pun mulai mengalami serangan panik karena saya pernah memiliki pengalaman persalinan traumatis sebelumnya dan hampir kehilangan putra saya.
Detak jantungnya turun dari 140 menjadi 110. Ini memang pada batas bawah normal, tetapi sebenarnya bukan alasan untuk panik [rentang normal adalah antara 110 hingga 160 denyut per menit, menurut NHS].
Tetapi sebelum kami menyadarinya, ia sudah meninggalkan ruangan. Kami ditinggalkan sendirian.
Saya langsung tahu bahwa kepala bayi akan keluar dan tidak ada bidan di ruangan, ia sudah pergi.”
Aksi Heroik Sang Ayah
Matt segera berlari keluar untuk memanggil bidan, yang kemudian kembali, namun hanya 30 detik kemudian ia pergi lagi.
Pasangan itu mengklaim bidan tersebut menghilang selama 10 hingga 15 menit.
Matt menceritakan, “Setelah ia berlari keluar untuk kedua kalinya, saya menyadari kami harus melahirkan bayi ini sendiri.
Saya memakai sarung tangan, dan beberapa menit kemudian, bayi itu lahir.
Begitu ia keluar, saya melihat tali pusar melilit lehernya.
Saya berhasil melepaskannya tetapi tidak bisa membersihkan lendir.
Saya membersihkan dan mengeringkannya, lalu memberikannya kepada Jo.
Mereka (staf rumah sakit) datang sekitar dua menit setelah itu dan mengatakan bahwa tindakan saya memakai sarung tangan adalah hal yang baik!”
Pasangan tersebut juga menyatakan bahwa mereka tidak dapat mencapai tombol panggilan darurat yang berada di belakang tempat tidur Jo untuk meminta bantuan.
Tanggapan dan Investigasi Lanjutan
Jo mengklaim bahwa staf — termasuk seorang dokter dan bidan senior — tidak meminta maaf pada saat itu.
Mereka hanya mengatakan kepada pasangan tersebut bahwa insiden itu "sangat disayangkan tetapi semuanya baik-baik saja."
Sejak saat itu, pasangan ini telah mengajukan keluhan resmi kepada OUH dan Care Quality Commission.
Mrs. Gray menambahkan, “Ini menakutkan. Itu bisa saja berakhir sangat buruk.
Kami tidak bisa meraih tombol panggilan yang ada di belakang tempat tidur.
Mereka tidak bisa memberi tahu kami berapa berat bayi saat lahir atau jam berapa, tidak ada jam di ruangan itu.”
Seorang juru bicara OUH mengatakan, “Kami telah menerima keluhan dari Jordan dan Matthew Gray dan sangat menyesal atas pengalaman persalinan sulit yang mereka alami, yang tampaknya tidak memenuhi standar tinggi yang kami tetapkan untuk diri kami sendiri.
Kami menanggapi masalah yang mereka angkat dengan sangat serius dan akan melakukan investigasi penuh terhadap apa yang terjadi.
Kami tidak dapat memberikan detail lebih lanjut selagi investigasi berlangsung, tetapi kami berkomitmen untuk keterbukaan dan transparansi dalam berbagi temuan lengkap kami dengan Jordan dan Matthew setelah proses selesai.”
Unit maternitas OUH adalah salah satu dari 12 unit yang sedang diselidiki dalam National Maternity and Neonatal Investigation, yang dipimpin oleh Baroness Valerie Amos.
Sebuah laporan sementara menemukan masalah yang berakar dalam dalam perawatan maternitas NHS, dan mengindikasikan bahwa sistem tersebut "tidak berfungsi dengan baik bagi wanita, bayi dan keluarga, atau bagi staf."
FAQ: Tanya Jawab Seputar Insiden Persalinan Darurat
Apa yang terjadi pada keluarga Gray di John Radcliffe Hospital?
Keluarga Gray mengalami insiden persalinan darurat di mana ayah, Matt, terpaksa melahirkan putrinya sendiri, Cleo, setelah bidan yang bertugas panik dan meninggalkan ruangan persalinan.
Mengapa persalinan Jo Gray dianggap berisiko tinggi?
Persalinan Jo Gray dinilai berisiko tinggi karena ia memiliki beberapa kondisi medis tertentu dan sebagai kehamilan keempat, persalinannya diperkirakan akan berlangsung dengan sangat cepat.
Bagaimana kondisi bayi Cleo Gray setelah dilahirkan oleh ayahnya?
Bayi Cleo Gray lahir dengan tali pusar melilit lehernya, namun ayahnya, Matt, berhasil melepaskan lilitan tersebut, dan bayi dinyatakan selamat.
Apa tindakan yang diambil oleh keluarga Gray setelah insiden ini?
Keluarga Gray telah mengajukan keluhan resmi kepada Oxford University Hospitals Trust (OUH) dan Care Quality Commission sebagai respons terhadap kelalaian yang mereka alami.
Apa tanggapan dari Oxford University Hospitals Trust (OUH) terkait insiden ini?
OUH telah meminta maaf kepada keluarga Gray dan berjanji akan melakukan investigasi penuh terhadap insiden tersebut, serta berkomitmen untuk bersikap transparan dalam menyampaikan hasilnya.
Post a Comment