Terobosan Besar! Vaksin Hpv Kini Menyasar Anak Laki-laki, Wujud Nyata Pencegahan Kanker Serviks Di Indonesia
INFOLABMED.COM - Pemerintah Indonesia tengah menggalakkan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) secara masif.
Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk menekan angka kanker serviks di tanah air.
Vaksinasi ini dirancang khusus untuk menangkal infeksi virus HPV, patogen utama yang bertanggung jawab atas kanker leher rahim.
Kanker serviks sendiri masih menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Terobosan signifikan datang dengan kebijakan terbaru yang akan memperluas cakupan vaksinasi ini.
Mulai tahun 2027, program vaksin HPV akan turut menyasar anak laki-laki.
Ekspansi ini bertujuan untuk menciptakan perlindungan yang lebih luas dan komprehensif terhadap penularan virus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, seperti dilansir dari Antara pada Rabu (4/2/2026), mengumumkan rencana tersebut.
Beliau menyampaikan bahwa anak laki-laki berusia 11 tahun akan mulai menerima vaksin HPV pada tahun 2027.
Pernyataan penting ini disampaikan dalam momen peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta.
Meskipun anak laki-laki tidak dapat mengidap kanker serviks secara langsung, mereka berperan penting sebagai pembawa virus.
Oleh karena itu, vaksinasi ini akan mencegah mereka menularkan virus kepada pasangan di kemudian hari.
Peran Kunci Vaksin HPV dalam Pencegahan
Vaksin HPV merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan infeksi virus yang mematikan ini.
Mengutip laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan pada Kamis (2/5/2024), vaksin ini berfungsi melindungi tubuh dari virus penyebab kanker serviks.
Virus HPV utamanya ditularkan melalui kontak seksual.
Dalam jangka panjang, infeksi virus ini dapat memicu perubahan sel abnormal yang pada akhirnya berkembang menjadi kanker.
Pemberian vaksin idealnya dilakukan sebelum seseorang terpapar virus.
Tindakan ini memastikan perlindungan yang jauh lebih optimal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat merekomendasikan vaksin HPV untuk diintegrasikan ke dalam program imunisasi nasional.
Target ambisius WHO adalah mencapai cakupan 90 persen untuk anak perempuan berusia 15 tahun pada tahun 2030.
Siapa yang Harus Mendapatkan Vaksin HPV?
Sasaran utama vaksinasi HPV adalah anak perempuan dalam rentang usia 9 hingga 14 tahun.
Namun, WHO juga telah mengeluarkan rekomendasi dosis yang disesuaikan untuk berbagai kelompok usia lain.
Rekomendasi Dosis Vaksin HPV dari WHO:
Anak dan Remaja Usia 9–14 tahun: Disarankan menerima satu atau dua dosis dengan selang waktu 6–12 bulan.
Usia 15–20 tahun: Dianjurkan menerima satu atau dua dosis dengan selang waktu 6 bulan.
Dewasa Usia di atas 21 tahun: Direkomendasikan menerima dua dosis dengan selang waktu 6 bulan.
Penting untuk dicatat bahwa vaksinasi tidak lagi dianjurkan bagi perempuan berusia di atas 26 tahun.
Hal ini karena pada usia tersebut, kemungkinan besar individu sudah terpapar virus HPV.
Selain itu, ada beberapa kelompok yang tidak disarankan menerima vaksin ini.
Mereka meliputi individu dengan riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin, perempuan yang sedang hamil, serta orang yang sedang mengalami sakit berat.
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan bersifat sementara.
Keluhan yang sering muncul adalah nyeri pada area suntikan atau demam ringan.
Program Nasional dan Ambisi Deteksi Dini Kanker
Program vaksin HPV nasional secara resmi diluncurkan pada tahun 2023.
Pada awal pelaksanaannya, program ini menargetkan 2,1 juta anak perempuan berusia 11 tahun.
Menteri Kesehatan juga mengungkapkan kemajuan dalam deteksi dini kanker.
Dalam kurun waktu tiga tahun pelaksanaan program, sekitar 1,9 juta perempuan telah menjalani skrining.
“Seluruh perempuan Indonesia di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara,” tegas Budi.
Beliau menambahkan, “Jika ditemukan lebih awal, kanker bisa ditangani dengan lebih baik.”
Kementerian Kesehatan memiliki target ambisius untuk lima tahun ke depan.
Mereka menargetkan sebanyak 40 juta perempuan akan menjalani skrining kanker.
Selain anak perempuan usia 11 tahun, program vaksinasi juga mulai menyasar kelompok usia 15 tahun.
Perluasan ke kelompok usia 21 tahun juga tengah dipertimbangkan secara serius.
Sinergi Pencegahan: Vaksinasi, Skrining, dan Edukasi
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa vaksinasi tidak dapat berdiri sendiri.
Program ini harus berjalan selaras dengan upaya skrining dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Saat ini, sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia telah menyediakan layanan deteksi dini kanker.
Program imunisasi HPV ini dilaksanakan melalui berbagai jalur.
Sekolah, puskesmas, dan posyandu menjadi titik-titik vital pelaksanaannya.
Upaya juga menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah.
Perluasan vaksinasi ke anak laki-laki pada tahun 2027 diharapkan akan semakin memperkuat upaya pencegahan penularan virus HPV.
Pada akhirnya, langkah ini bertujuan untuk menekan angka kanker serviks secara signifikan dalam jangka panjang di Indonesia.
Post a Comment